Waspadai Obesitas pada Anak

LIPOSSTREAMING.NEWS – Punya anak dengan berat badan yang berlebihan, jangan bangga. Justru anda sebaiknya segera memeriksakannya ke dokter. Takutnya, saat ini anak anda sedang mengalami kelebihan berat badan atau obesitas.

Obesitas menjadi masalah, ketika tidak segera ditangani. Lalu apa saja ciri-ciri anak mengalami obesitas, dan apa dampaknya serta bagaimana cara menanganinya. Ketua DPC Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) Kota Lubuklinggau, Muhammad Ridho Nugroho pun memberikan penjelasan seputar obesitas.

Ia menjelaskan, menurut WHO obesitas merupakan penumpukan lemak yang berlebihan akibat ketidakseimbangan asupan energi (energy intake) dengan energi yang digunakan (energy expenditure) dalam waktu lama.

“Obesitas pada masa kanak-kanak berpotensi menimbulkan sumbatan jalan napas saat tidur, atau disebut juga obstructive sleep apneu syndrome (OSAS). Gejala ini ditandai dengan tidur sambil ngorok,” jelasnya, Jumat (18/3/2022).

Masalah lain yang sering ditemui pada anak dengan obesitas, yaitu gangguan pada postur tubuh dan perkembangan tulang, kelainan kulit, masalah psikososial, atau alergi.

“Obesitas pada masa kanak-kanak juga berkaitan dengan obesitas ketika dewasa, yang berpotensi menimbulkan berbagai penyakit, seperti diabetes dan penyakit jantung,” tambahnya.

Cara untuk mengetahui obesitas ketika indeks massa tubuh (IMT) seseorang adalah mencapai 30 atau lebih besar. Rumus menghitung IMT adalah : Berat Badan (kg) : (Tinggi Badan (meter) x Tinggi Badan (meter) ]. Jika hasilnya sama atau lebih dari 30, maka seseorang masuk dalam kategori obesitas.

“Contoh seseorang anak dengan Berat Badan 75 kg dan Tinggi Badan 155 cm. Perhitungannya 75 : [1,55×1,55] yang hasilnya didapati 31,21. Artinya, IMT anak tersebut lebih dari 30 dan termasuk dalam kategori obesitas,” jelasnya.

Lalu bagaimana cara mengatasinya?

Ridho pun memberikan tips. Pertama harus mengkonsumsi makanan dengan jumlah kalori sesuai kebutuhan harian, atau dengan diet seimbang. Kedua melakukan aktivitas fisik dan olahraga secara teratur. Lalu ketiga mengurangi konsumsi gula dan makanan berlemak, tidak ada jumlah air yang direkomendasikan untuk anak-anak, tetapi ada baiknya memberi mereka air sepanjang hari, tidak hanya ketika mereka haus.

Jika anak tidak menyukai rasa air, tambahkan sedikit lemon atau jeruk nipis untuk menambah rasa. Buah-buahan dan sayuran juga merupakan sumber air yang baik. Kemudian, anak-anak harus minum lebih banyak air saat sakit, saat cuaca pana, atau saat melakukan aktivitas fisik,” jelasnya lagi. (sin)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *