Tolong Jangan Proses Addendum Amdal PT BSC

Rapat penilaian dokumen Addendum Amdal terkait rencana kegiatan pengembangan kawasan perkebunan dan pabrik pengolahan kelapa sawit PT Bina Sains Cemerlang (BSC) di Muara Lakitan di ruang rapat DLH Musi Rawas, Kamis (16/2).

LIPOSSTREAMING.NEWS-  Masyarakat tiga desa di Kecamatan Muara Lakitan Kabupaten Musi Rawas (Mura) meminta pemerintah tidak memproses Addendum Amdal (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) yang diajukan PT Bina Sain Cemerlang (BSC). Addendum Amdal itu terkait pengembangan kawasan perkebunan dan pabrik pengolahan kelapa sawit PT BSC. Ketiga desa yang menolak yakni Desa Muara Rengas, Desa Anyar dan Desa Semangus Baru.

Hal ini terungkap saat Tim Terpadu Pemerintah Kabupaten Musi Rawas melakukan pertemuan dalam rangka penilaian dokumen Addendum Amdal dan Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) dan Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL) terkait rencana kegiatan pengembangan kawasan perkebunan dan pabrik pengolahan kelapa sawit PT Bina Sains Cemerlang (BSC) di Muara Lakitan.

Pertemuan dilaksanakan di Ruang Rapat Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Mira, Kamis (16/2) dipimpin Asisten I Setda Ali Sadikin, Plt Kadisbun Adiwinata, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Teddy Laszuardy, Kabag Tapem Rehal Ikmal, Kabag Hukum Mukhlisin, Kades Muara Rengas Yudi Suarsa, Kades Semangus Baru Panderhof dan perwakilan perusahaan.

“Kami (masyarakat) meminta pemerintah tidak memproses terkait Addendum Andal dan Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) dan Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL) terkait rencana kegiatan pengembangan kawasan perkebunan dan pabrik pengolahan kelapa sawit PT Bina Sains Cemerlang (BSC) di Muara Lakitan,” tegas Kades Muara Rengas Yudi Suarsa didampingi Kades Semangus Baru Panderhof usai menghadiri pertemuan mewakili masyarakat, Kamis (16/2).

Yudi menjelaskan, penolakan terhadap proses Addendum Andal PT BSC karena sejak tahun 2014, pihak perusahaan belum memenuhi sejumlah kewajiban kepada masyarakat. Diantaranya penyerapan tenaga kerja lokal dan 20 persen plasma belum terealisasi. “Mewakili masyarakat saya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Musi Rawas khusunya Hj Ratna Machmud yang telah mendengarkan aspirasi masyarakat,” ucapnya.

Yudi juga mengucapkan terima kasih kepada Asisten 1 Setda, Plt Kadis Perkebunan, Dinas Lingkungan Hidup, Kabag Tata Pemerintahan dan Kabag Hukum yang telah membuka ruang kepada masyarakat dalam melakukan penilaian proses Addendum Amdal PT BSC. Bahkan pemerintah juga telah mengakomodir dampak sosial rencana kegiatan pengembangan kawasan perkebunan dan pabrik pengolahan kelapa sawit PT Bina Sains Cemerlang (BSC) di Muara Lakitan.

“PT BSC sampai sekarant belum merealisasikan kewajiban membangun kebun plasma untuk tiga desa yang terdampak seluas 2400 hektar yakni Desa Muara Rengas, Semangus Baru dan Desa Anyar,” terang Yudi.

Terpisah Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kemasyarakatan Setda Musi Rawas Ali Sadikin menegaskan pemerintah melalui tim minta PT BSC menindaklanjuti masukan, saran, pendapat serta tuntutan masyarakat. Sebab menurutnya kehadiran perusahaan selama ini belum dirasakan maksimal oleh masyarakat.

“Beberapa komitmen yang disampaikan dalam rapat belum terealisasi. Apalagi perwakilan perusahaan PT BSC yang hadir juga tidak ada yang bisa mengambil keputusan. Walaupun bukan orang tertinggi di PT BSC setidaknya diberikan mandat untuk menyikapi secara serius apa yang menjadi tuntutan masyarakat,” tegas Ali Sadikin.(blc)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *