Ini Kiat Siswa SMA Yadika Lubuklinggau Lolos SNMPTN Prodi Kedokteran

DOKTER : Achmad Riezky Adzanarasta, siswa SMA Yadika Lubuklinggau yang lolos SNMPTN Prodi Kedokteran Unsri foto bersama sang guru, Titik Mawar Endah.

LIPOSSTREAMING.NEWS – Keluarga besar SMA Yadika Lubuklinggau sedang bahagia. Tahun Pelajaran 2021/2022 mereka akan meluluskan seorang siswa bernama Achmad Riezky Adzanarasta yang sudah dinyatakan lolos Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2022.

“Alhamdulillah Riezky siswa kami diterima masuk Prodi Pendidikan Dokter di Universitas Sriwijaya (Unsri) Palembang dari jalur undangan atau SNMPTN,” tutur Kepala SMA Yadika Lubuklinggau Suharto melalui Wali Kelas XII IPA Titik Mawar Endah saat diwawancara Linggau Pos.

Titik menjelaskan, sejak awal masuk SMA Yadika atau bergabung di SMA Yadika memang setiap peserta didik akan diwawancara tentang cita-cita mereka.

“Riezky sejak pindah sekolah ke SMA Yadika menyatakan dia mau jadi dokter. Ayah ibunnya Ibu Lida Maulida dan Pak Adi Irawan juga menyatakan demikian. Maka, kami pihak sekolah begitu serius untuk mendaftarkan Riezky dalam PDSS SNMPTN. Karena kunci lolos SNMPTN itu yakin. Riezky pun saya tanya dulu, yakin ngga ngambil ‘Prodi Pendidikan Dokter’. Dia bilang ‘Yakin’. Kalau dia sudah yakin, ayok kita mantab jalan. Kami dampingi,” ungkap Titik.
Ia juga menjabarkan tips penting dalam memilih prodi dalam SNMPTN.

“Riezky hanya memilih satu prodi di satu kampus. Prodi Pendidikan Dokter di Universitas Sriwijaya. Dia tidak menuliskan pilihan kedua. Karena orang tuanya pesan, kalau pilih pendidikan dokter di kampus lain, mereka khawatir dari sisi jarak tempuh dan lokasi. Kalau seandainya Prodi Pendidikan Dokter Unsri masih di Indralaya pun bisa jadi Riezky tak akan mendaftar. Namun bersyukurnya sekarang Prodi Pendidikan Dokter sudah di Palembang, maka jalan Riezky untuk menempuh studi di Fakultas Kedokteran Unsri nampaknya dipermudah Allah SWT,” ungkap Titik.
Jadi, ia mengulangi, keyakinan itu penting jadi kunci dalam memilih prodi SNMPTN.

“Kalaupun ada teman-teman yang mau pilih dua kampus, silahkan. Tapi usahakan pada prodi yang sama. Itu bisa jadi bahan pertimbangan tim penilai melihat kesungguhan kita dalam memilih bidang tersebut. Maka, menguatkan semangat anak meraih cita-citanya tak bisa instan. Kadang penting menjaganya sejak kelas X SMA. Kadang ada yang kelas X SMA mau jadi bidan. Lalu kelas XII SMA mau kuliah di PGSD. Jadi bimbang juga kami dalam mengarahkannya,” imbuh Titik.

Hal lain yang tak kalah penting adalah nilai rapor. Karena SNMPTN sangat mengandalkan nilai rapor.
“Riezky ini nilainya rata-rata memang tinggi, antara 8 dan 9. Jadi pada semua mata pelajaran dia kuasai optimal. Kuncinya apa saya tidak tahu, yang pasti dia serius. Namun yang saya tahu, dia sampai sudah usia 17 tahun ini belum diizinkan orang tuanya pegang ponsel sendiri. Jadi kalau daring, dia masih pakai ponsel ibunya. Mungkin itu yang membuat Riezky masih sangat konsentrasi belajar,” jelas Titik.

Hal ini dibenarkan Riezky. Menurut alumni SMPN 1 Lubuklinggau ini bisa menjadi dokter adalah cita-citanya sejak kecil. Sekalipun di lingkungan keluarga belum ada yang profesi demikian.
“Saya hanya ingin jadi teladan yang baik bagi adik-adik saya,” ungkap Riezky.
Cita-cita jadi dokter, awalnya Riezky tak dapat izin orang tua. Lantaran kondisi ekonomi keluarga yang mulanya belum stabil. Orang tua khawatir tak bisa membiayai Riezky kuliah kedokteran.
Namun, beriring waktu, Riezky bersyukur ekononi ayah ibunya membaik. Dan restu pun ia dapat. Sehingga bujang kelahiran 27 Desember 2004 itu kini bisa dengan semangat berjuang meraih cita-citanya.

“Untuk bisa lolos masuk Fakultas Kedokteran, saya belajar giat. Ikut bimbel online juga, cadangan seandainya tidak masuk SNMPTN, materi yang saya dapat dari bimbel bisa jadi modal untuk ikut SBMPTN. Eh, ternyata lolos masuk FK dari jalur SNMPTN. Jadi tak perlu tes lagi. Bisa langsung kuliah FK. Jalur SNMPTN juga katanya biayanya tak begitu tinggi. Saya berharap bisa bermanfaat bagi banyak orang dan membahagiakan ayah ibu, dan adik-adik saya,” tutur Riezky.
(lipos/lik)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *