Ternyata ini Gejala Omicron

Muhammad Nizar

 MUSI RAWAS- Vaksinasi Covid-19 penting. Sebab kalau seseorang sudah divaksin, ketika tertular Covid-19 resiko menyebabkan kematian rendah. Di Indonesia dilaporkan 65% pasien Covid-19 yang meninggal karena tidak divaksin. Hal ini disampaikan Sekretaris Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Musi Rawas (Mura), Muhammad Nizar, Selasa (28/2/2022).

Oleh karena itu, lanjutnya perlu peduli dan hati-hati dengan penularannya. Namun tidak perlu ditakutkan atau cemas, khawatir atau galau. Cukup melakukan dua hal yang mendasar yaitu menerapkan prokes minimal 3M yaitu memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak serta mengikuti anjuran vaksinasi Covid-19 .

Dijelaskannya sesuai https://covid19.com di Musi Rawas per 26 Februari 2022 dilaporkan kasus baru sebanyak 28 orang dari jumlah total Covid-19 sebanyak 2.827 orang.

Dengan karakter virus varian B.1.1.529 atau dikenal dengan omicron, lebih dahsyat menularnya 5 klai dari penularan varian delta (India) dan lebih tinggi dari varian Wulan yaitu 7 kali lebih dahsyat.

“Namun baiknya virian B1.1.529 tidak menyebabkan kefatalannya sangat rendah,” jelasnya

Dijelaskannya, berdasarkan studi yang dilakukan di Norwegia dari 110 sampel ternyata ditemukan omicron sebanyak 95 org atau sebesar 86,3% ternyata ditemukan 8 gejala khas pada kasus omicron atau varian B.1.1.529 yaitu batuk batuk, hidung berair, kelelahan, sakit tenggorokan, sakit kepala, nyeri otot dan demam serta bersin.

Delapan gejala khas ini terdapat pada kasus Omicron dengan proporsi 95% telah divaksin 2 kali. Namun studi di London yang dipublish oleh King College London bahwa kasus pada umumnya telah menerima vaksin boster dengan gejala khas sebagai berikut hidung berair 74%, sakit kepala 68%, sakit tenggorokan 65%, bersin 60%, batuk batuk 32% dan suara sesak 28%.
Di Indonesia sejak dilaporkan 27 Nopember 2021 Omicron berasal dari kontak perjalanan dari Afrika Selatan (Nigeria) yang dirawat di Wisma Atlet yang dipublis Menkes – Budi Gunadi Sadikin pada tanggal 16 Desember 2021.

Bagusnya sistem surveilen di negeri ini dari 169 WNI yang pulang dari luar negeri sejak tgl 24 Nop 2021 hanya 1 yang terdeteksi omicron pada 27 Nopember 2021 yang lalu. Sampai dengan 25 Februari 2022 kasus Omicron telah terdeteksi sebanyak 6.453 orang.

“Bila dilihat dari tren kasus sejak 14-21 Februari 2022 kasus meningkat secara signifikan bahkan dalam kurun 21-25 Februari terjadi penambahan kasus baru sekitar 300 orang,” jelasnya. (lipos/sin)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *