SLBN Musi Rawas Sekolah Adiwiyata Provinsi

Foto: Dokumen SLBN Musi Rawas BERSAMA : Salah satu momen Kepala SLBN Musi Rawas Dwi Tugiantoro foto bersama dengan guru dan sebagian siswa-siswi. SLBN Musi Rawas yang terletak di Desa G1 Mataram, Kecamatan Tugumulyo, Kabupaten Musi Rawas ini telah di SK-kan Gubernur Sumsel sebagai Sekolah Adiwiyata Provinsi.

LIPOSSTREAMING.NEWS – Berkat bimbingan, arahan, dan dukungan Tim Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Musi Rawas (Mura), Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Musi Rawas mendapat predikat Sekolah Adiwiyata tingkat Provinsi. Hal ini sesuai dengan Surat Keputusan Gubernur Sumsel Nomor 314/KPTS/DLHP/2022 tentang Penetapan Sekolah Adiwiyata Tingkat Provinsi Sumsel Tahun 2022.

“Kami ucapkan terimakasih dan penghargaan yang setinggi tingginya kepada seluruh keluarga besar SLB Negeri Musi Rawas baik itu dewan guru, staf, pegawai, dan siswa siswi, serta dukungan wali murid yang telah bekerja sama, bahu membahu, menyukseskan program ini, yang akhirnya memperoleh hasil yang kita harapkan. Kedepan marilah kita lebih giat lagi mempersiapkan untuk menuju calon Sekolah Adiwiyata tingkat Nasional 2023. Insyallah,” tutur Kepala SLBN Musi Rawas Dwi Tugiantoro, Kamis (26/5).

Diceritakannya, sebelum menyandang predikat Sekolah Adiwiyata Privinsi, 24 Februari 2022 SLBN Mura menjalani verifikasi lapangan calon sekolah adiwiyata bersama Tim DLH Kabupaten Musi Rawas yakni Kabid Drs.Yanuar Saleh M.Si, Kabid Penataan dan Peningkatan Kapasitas LH dan Ibu Elmiyana Sulistyaningrum, ST.M.Ling Pejabat Fungsional Pengawasan Lingkungan Hidup, Ibu Ratna Juwita, SH dan Ibu Dhinika L.N, SKM.

“Sementara visitasi penilaian sekolah Adiwiyata Tingkat Provinsi di SLB Negeri Musi Rawas dilaksanakan 24 Maret 2022, oleh Tim Penilai Adiwiyata DLH Provinsi Sumsel yaitu Ibu Della Agusnaini, SH dan Bapak Safari dan didampingi Tim DLH Kabupaten Musi Rawas Bapak Drs. Yanuar Saleh, MS.iIbu Elmiyana, SH, ST, M.Ling, Ibu Ratna Juwita, SH, Ibu Dhinika L.N, SKM,” tutur Dwi.

Sebagai Sekolah Adiwiyata Tingkat Provinsi SLB Negeri Musi Rawas telah memenuhi kreteria yang ditetapkan yaitu memiliki Perencanaan Gerakan PBLHS (Prilaku Berbudaya Lingkungan Hidup Sehat).

Meliputi, Rencana Gerakan PBLHS disusun berdasarkan laporan EDS dan IPMLH, Penyusunan Rencana Gerakan PBLHS Melibatkan Kepala Sekolah, Dewan Pendidik, Komite Sekolah, Peserta Didik dan Masyarakat, Rencana Gerakan PBLHS terintegrasi dalam Dokumen 1 KTSP atau K13, dan Rencana Gerakan PBLHS terintegrasi dalam RPP.

SLBN Musi Rawas juga melaksanakan Gerakan PBLHS dengan Pembelajaran pada Mapel Ekstrakulikuler dan pembiasan diri yang mengintegrasikan PenerapanPerilaku Ramah Lingkungan Hidup (PRLH).

Berbentuk, menjaga kebersihan fungsi sanitasi dan drainase, pengelolaan sampah, penanaman dan pemeliharaan pohon tanaman, konservasi air, konservasi energi dan inovasi terkait penerapan PRLH lainnya.

Sekolah yang terletak di Desa G 1 Mataram, Kecamatan Tugumulyo ini juga melakukan penerapan PRLH untuk msyarakat sekitar sekolah dan atau daerah, membentuk jejaring kerja dan komunikasi, kampanye dan publikasi gerakan PBLHS serta membentuk dan memberdayakan kader Adiwiyata.

Bahkan, pemantauan dan evaluasi gerakan PBLHS juga dilakukan dengan melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan Gerakan PBLHS serta pemantauan dan Evaluasi melibatkan kepala sekolah, Dewan Pendidik, Komite Sekolah, Peserta Didik dan Masyarakat.

Adapun program – program yang digalakkan oleh SLB Negeri Musi Rawas sebagai Sekolah Adiwiyata Tingkat provinsi yakni, bidang kebersihan fungsi sanitasi dan drainase, membuat daftar piket harian dalam upaya menjaga kebersihan lingkungan sekolah, juga mengadakan kegiatan Jum’at bersih Bersama warga sekolah dan masyarakat di sekitar lingkungan sekolah.

Sementara bidang pengolahan sampah, sekolah yang hijau dan rindang ini melakukan program 3 R . R pertama Reduce dengan mengurangi timbulan sampah. R kedua Reuse dengan penggunaan ulang bahan – bahan, lalu R ketiga Recycle dengan upaya daur ulang sampah. SLBN Mura juga membentuk bank sampah.

Lalu, bidang panamaman dan pemeliharaan pohon/tanaman SLBN Mura membuat tempat pembibitan, menanam dan merawat pohom/tanaman

Lalu bagaimana untuk bidang konservasi air? SLBN Mura mengedukasi anak-anak berkebutuhan khusus dan guru untuk melakukan pemanenan air hujan, pembuatan lubang bio pori, penghematan penggunaan air, pemanfaatan limbah air wudhu pemanfaatan limbah air cuci tangan dan pemeliharaan instalasi air.

Sementara untuk bidang konservasi energi, SLBN Musi Rawas mematikan dan mencabut saklar peralayan elektronik saat tidak digunakan, memanfaatkan cahaya alami (matahari) pada siang hari, penggunaan peralatan hemat listrik, perawatan peralatan listrik, membersihkan lampu dan rumah lampu.

Saat ini SLB Negeri Musi Rawas memiliki 16 g Guru yang terdiri dari delapan orang PNS, dua orang PPPK, dan enam orang tenaga honorer. Mereka mendidik 166 peserta didik SLB Negeri Musi Rawas terdiri dari 67 murid SDLB , 31 siswa siswi SBPLB, dan 18 siswa siswi SMALB.

“Kami juga dibantu sembilan Tenaga Kependidikan yang semuanya tenaga honorer, terdiri dari tiga orang tata usaha, satu orang petugas perpustakaan, satu orang penjaga malam, dan tiga orang tenaga kebersihan,” jelas Dwi.

Ia berharap dengan menyandang predikat Sekolah Adiwiyata Provinsi, bisa menjadi penyemangat keluarga besar SLBN Musi Rawas dalam berdedikasi untuk negeri.(LIPOS)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *