Musi Rawas Bakal Punya Pabrik CPO

RAPAT - Asisten II Setda Kabupaten Mura H Aidil Rusman memimpin rapat Maping Tata Kelola Perusahaan bersama tim BPKP Perwakilan Sumsel di Ruang Bina Praja Kantor Bupati Mura, Senin (21/3/2022).

LIPOSSTREAMING.NEWS – Tim Badan Pemeriksaan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) maping tata kelola perusahaan milik Pemerintah Kabupaten Musi Rawas (Mura).

Kedatangan Tim BPKP terdiri dari Adnan Solih, Liza, Muksin dan Diah, Senin (21/3/2022) diterima Asisten II Setda Kabupaten Mura, H Aidil Rusman.

Aidil Rusman mengatakan Tim BPKP Perwakilan Provinsi Sumsel datang ke Kabupaten Mura dalam rangka untuk melakukan maping tata kelola perusahaan, menajemen resiko, dan sistem pengendalian internal untuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

Diharapkan BUMD dan BLUD yang ada di Kabupaten Mura dapat melaksanakan tata kelola perusahaan yang baik.
BUMD milik Pemkab Mura yakni PT Mura Sempurna. Sedangkan BLUD terdiri dari Rumah Sakit (RS) Dr Sobirin, RS Muara Beliti, 19 Puskesmas dan ada juga BLUD untuk pengeloalaan air minum dan laboratorium lingkungan hidup.

“BLUD yang mendapatkan pengarahan oleh tim BPKP,” jelasnya, setelah rapat bersama pengurus BUMD, BLUD dan Tim dari BPKP kemarin.

Intinya, kata dia peran auditor Tim BPKP saat ini berkurang. Sekarang lebih banyak fungsi pembinaan, sebagai tempat untuk konsultasi bagi pemerintah daerah, kabupaten/kota, provinsi dan nasional.

Manajemen BUMD harus memiliki Rencana Kerja Anggaran Dan Pembiayaan (RKAP). Sedangkan BLUD harus memiliki Rencana Bisnis dan Anggaran (RBA).

“BUMD dan BLUD yang ada di Kabupaten Mura telah melaksanakan hal tersebut,” jelasnya.

Menurut Aidil Rusman, BUMD merupakan salah satu sumber pendapatan pemerintah daerah. Awalnya BUMD PT Mura Sempurna bergerak di satu bidang usaha yaitu migas. Namun setelah mengadakan rapat umum pemegang saham, bidang usahanya ditambah. Usaha dibidang migas sekupnya lebih besar dan untuk jangka panjang.

“Kita berharap BUMD bisa memiliki bisnis yang tidak begitu lama, tapi sudah mendapatkan profit. Berdasarkan hasil paparan pengurus BUMD mereka berencana membuat pabrik Crude Plam Oil (CPO). Sebelum ini memang ada pabrik CPO mini di Kecamatan Muara Belingi nanti akan ditinjau lagi pengelolaannya, karena ada sedikit kekeliruan. Kemudian melakukan bisnis untuk beras berkualitas dengan membeli hasil produksi petani yang ada di Kabupaten Mura, kemudian dikemas lalu dipasarkan. Disamping itu rencana membuat usaha dibidang peternakan. Dan pariwisata, rencana ke depan membangun perhotelan,” paparnya.

Dijelaskannya ada beda BUMD dan BLUD. Kalau BLUD dari segi kekayaan terpisah dari Pemerintah Daerah sehingga bisa punya keleluasaan untuk mengelola secara mandiri untuk mendapatkan keuntungan. Sedangkan BLUD kekayaan masih menyatu dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait sehingga orientasinya pelayanan yang diutamakan. (sin)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *