Kebijakan Dana BOS 2022 Bikin SD Kecil Menjerit

Wartono, S.Pd Korwil Pendidikan Kecamatan Muara kelingi

 MUSI RAWAS – Tahun 2021, sekolah penerima dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang memiliki murid kurang dari 60 orang, maka akan dibulatkan jadi 60 menerima. Kondisi itu masih bisa membuat sekolah semangat hidup.

Berbeda dengan tahun 2022, dana BOS yang dikucurkan pemerintah disesuaikan dengan jumlah peserta didik real di lapangan. Tak lagi dibulatkan jadi 60. Kondisi ini membuat SD kecil (muridnya sedikit) menjerit.

Kabar ini disampaikan Korwil Pendidikan Muara Kelingi Wartono, Rabu (23/2/2022).

“Akibatnya, ada sekolah yang menerima BOS awal tahun ini hanya Rp 2 juta. Dan di Muara Kelingi, ada delapan sekolah yang memiliki murid sangat sedikit,” ungkap Wartono.

Dengan dana BOS yang sedikit, SD terkadang masih dibebani dengan banyaknya guru honorer.

“Guru honorer tidak bisa diberhentikan. Kadang satu SD butuh 4-5 guru honorer. Kalau mereka berhenti, siapa yang mau menggantikan mengajar di kelas? Sementara guru PNS juga sangat terbatas. Jadi dana BOS habis untuk gaji honorer saja,” ungkapnya.

Maka, Wartono pun tak bisa berbuat banyak ketika sejumlah kepala SD menyebut mereka menyerah.

“Mereka harus kita perhatikan. Minimal ada solusi. Misal seperti sebelum Covid-19, ada BOS daerah. Dan memang selama Pandemi Covid-19 dana itu ngga cair lagi. Kalau tidak salah dulu BOS daerah itu Rp 6.000 per siswa per bulan. Rp 4.000-nya diambil dari APBD provinsi, sementara Rp 2.000 diambil dari APBD kabupaten. Entah bagaimana sekarang, apa bisa begitu. Sementara APBD provinsi digunakan untuk menghandel honorer SMA/SMK,” ungkapnya.

Jika situasi ini dibiarkan, Wartono tak bisa menampik jika kemungkinan buruk yang terjadi SD-SD kecil tadi digrouping.

“Dan yang jadi masalah, kalau lokasi SD kecil ini jauh dengan sekolah yang ada. Gimana? Saya berharap masalah ini segera menemukan solusi,” harapnya.(lipos/lik)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *