Ini Cara SMPIT Al Qudwah Didik Siswa jadi Penghafal Quran

Peserta didik SMPIT Al Qudwah sedang menanti waktu setor hafalan Quran sambil tetap mentasmi’ bacaan Quran mereka.

LIPOSSTREAMING  – Menjadikan anak soleh dan soleha adalah harapan setiap orang tua. Oleh karena itu, hampir setiap sekolah berupaya membimbing peserta didiknya jadi pribadi yang soleh dan soleha.

Termasuk SMPIT Al Qudwah, yang terletak di Jl Diponegoro, Dusun III, Desa Y Ngadirejo, Kecamatan Tugumulyo, Kabupaten Musi Rawas (Mura).

Setiap tahun ajaran baru, calon siswa terlebih dahulu akan diadakan pemetaan kemampuan awal berupa tes akademik berupa pemberian soal-soal terkait materi pelajaran umum, Tes Baca Quran dan Hafalan Quran untuk mengetahui seberapa jauh penguasaan calon siswa SMPIT Al Qudwah dalam membaca Quran dan bagi yang sudah ada hafalan Quran di tes hafalan Qurannya. Selanjutnya Tes Interview.

“Tes ini bukan hanya calon siswa yang kita gali karakter anak, namun juga orang tua juga akan diberikan beberapa pertanyaan terkait keadaan anaknya, kondisi keluarganya, dan kesiapan orang tua dalam membimbing anaknya ketika sedang di rumah (diluar sekolah),” jelas Kepala SMPIT Al Qudwah Musi Rawas Aris Nupan, Selasa (5/4/2022).
Kualitas Tahsin dan Tahfidz anak-anak menjadi salah satu poin pemetaan kemampuan anak, karena SMPIT Al Qudwah saat ini mempunyai Program Kelas Takhosus Tahfidz, artinya anak-anak yang memiliki kemampuan dan kemauan dalam mendalami Tahfidz Quran, maka akan di prioritaskan masuk ke kelas Takhosus Tahfidz Quran.

Tentu hal ini juga atas persetujuan orang tua, karena program ini akan selalu berkolaborasi antara guru tahfidz dan orang tua dalam mendorong anak-anak untuk selalu menghafal Quran. Sekolah juga mempunya kelas Reguler Tahfidz, artinya kelas ini lebih banyak mempelajari pelajaran pengetahuan umum, sedangkan pembelajaran Tahfidz nya hanya beberapa juz targetan yang berbeda dg kelas Takhosus Tahfidz Quran.

Setelah anak-anak diterima di SMPIT Al Qudwah untuk anak-anak kelas Reguler Tahfidz, selama 1 semester mereka difokuskan untuk belajar Tahsin Quran dulu, sedangkan anak-anak kelas Takhosus Tahfidz, mereka mendapat bimbingan khusus selama 3 bulan (maksimal) untuk belajar Tahsin, baru mereka menghafal Quran.
Bagi mereka yang Tahsinnya sudah baik, maka diperkenankan untuk menghafal langsung.

“Untuk metode menghafal Qurannya, SMPIT Al Qudwah Musi Rawas menggunakan Metode Ilmaan Wa Ruuhan. Metode ini adalah metode memperbaiki bacaan dan menghafal Quran ciri khas dari Sekolah Islam Terpadu (SIT) yang sudah resmi menjadi Anggota JSIT Indonesia. Metode ini digunakan karena anak-anak bukan hanya fokus dengan Tahsin, dan Tahfidz mereka saja. Namun anak-anak akan mendapatkan nilai ruhiyah dalam menghafal. Kami tidak ingin para siswa kami mempunyai hafalan Quran yang banyak dan mempunyai bacaan Quran yang baik namun kepribadian/ karakter mereka tidak mencerminkan pribadi seorang muslim/ penghafal Quran seutuhnya. Artinya, mereka bukan hanya membaca dan menghafal, namun juga mengkaji sehingga menghafal Quran lebih bermakna untuk perbaikan karakternya,” jelasnya.

Siswa yang telah selesai menyetor hafalan Qurannya, maka akan dijadwalkan untuk mengikuti Ujian Tasmi’ Quran secara keseluruhan. Artinya mereka benar-benar diuji dalam Tasmi’ Quran sehingga hafalan mereka bukan hanya tuntas, namun juga kuat. Mereka yang lulus Ujian Tasmi’ Quran berhak mengikuti Wisuda Tahfidz.

“Orang tua siswa selalu kami libatkan dalam aktivitas menghafal siswa saat mereka berada di rumah. Terkhusus kelas takhosus tahfidz, orang tua mereka wajib membantu, memotivasi, dan menyimak hafalan Quran anak-anaknya setiap hari. Selain itu juga, sekolah sering mengadakan kegiatan lomba tahfidz yang bukan hanya untuk anak-anaknya saja namun orang tua berkolaborasi bersama anak-anak dalam lomba sambung ayat, dan lain sebagainya,” jelas dia.

Setiap anak-anak mempunyai kemampuan yang beragam, bagi anak-anak yang mempunyai kemampuan membaca Quran yang lemah, maka anak tersebut akan difokuskan terlebih dahulu untuk belajar Tahsin Quran oleh guru Qurannya.

Setelah memungkinkan mereka sudah cukup baik bacaannya, maka anak tersebut boleh melanjutkan menghafal Quran. Bagi anak-anak yang menghafalnya lemah, maka mereka akan mendapatkan pembelajran khusus oleh guru Qurannya, dengan melakukan pembelajaran insentif, dan menggunakan WA untuk menjadi wasilah komunikasi dalam mengejar targetan hafalan Quran apabila sedang tidak berada di sekolah.(lik)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *