Bupati Apresiasi Webinar Hisfarkesmas PD IAI Sumsel

Bupati Musi Rawas Ibu Hj Ratna Machmud saat jadi keynote speaker menyampaikan apresiasi terhadap PD Hisfarkesmas Sumsel yang diketuai ASN Musi Rawas yaitu, apt. Meliasi Nora Pratamarta, karena berhasil menyelenggarakan Seminar Nasional dan Muskerda secara virtual, Minggu (27/3/2022).

LIPOSSTREAMING.NEWS – Bupati Musi Rawas (Mura) Ibu Hj Ratna Mahmud saat jadi keynote speaker memberikan apresiasi yang tinggi terhadap Pengurus Daerah (PD) Hisfarkesmas Sumsel yang diketuai ASN Musi Rawas yaitu, apt. Meliasi Nora Pratamarta. Pasalnya, PD Hisfarkesmas Sumsel telah berhasil menyelenggarakan Seminar Nasional dan Musyawarah Kerja Daerah (Muskerda) secara virtual (webinar), Minggu (27/3/2022).

Bahkan kegiatan yang mengusung tema “Pendampingan Pasien Isoman – Telekomunikasi Efektif untuk menjaga kondisi psikis pasien isoman” itu juga menghadirkan Pemateri Nasional yaitu Ketua PSQH, Dr. Hermawan Saputra, SKM., MARS., CICS, Ketua Hisfarkesmas PD IAI Sumsel, apt. Meliasi Nora Pratamarta, S.Farm, Founder KALA_XT, apt. Bayu Sandi, S.Farm, dan Psikolog Klinis, Arum Sukma Kinasih, M.Psi.

“Kami berikan apresiasi setinggi-tingginya kepada IAI terkhusus Hisfarkesmas Sumsel yang menggawangi adanya Webinar Peningkatan Kompetensi Terkait Telekomunikasi Efektif dan cara Mendampingi pasien Covid-19 yang sedang isolasi secara mandiri ini. Terima kasih telah mengawali langkah sinergitas dengan pemerintahan dalam hal ini pemerintah Kabupaten Mura. Kami sangat mengapresiasi kegiatan seperti ini untuk terus berlangsung demi meningkatkan kompetensi dari anggota profesi kesehatan,” ungkap Bupati.

Ia berharap, semoga langkah perdana ini juga bisa menjadi contoh dan diikuti oleh profesi lainnya sehingga gerak langkah Pemda dan organisasi profesi akan seirama dan saling mendukung.

Bupati mengungkapkan, sejak tahun 2020, Mura dihadapkan dengan situasi sulit ketika pandemi Covid-19. Dinas Kesehatan Mura menyiapkan ruang perawatan isolasi darurat di 19 Puskesmas dengan minimal 2 tempat tidur, meningkatkan koordinasi lintas sektor, dan meningkatkan sosialisasi protokol kesehatan kepada masyarakat.

Di Indonesia, kata Bupati, per hari ini telah terhitung sekitar 5,9jt lebih kasus penularan yang terkonfirmasi, 94.6% diantaranya telah dinyatakan sembuh. Kini ekonomi perlahan membaik berkat percepatan vaksinasi yang dilaksanakan oleh tenaga kesehatan. Di Mura tingkat vaksinasi sudah melampaui target pemerintah, sehingga menurunkan tingkat penularan Covid-19 di Mura.

“Saya memberikan apresiasi sebesar-besarnya dari Peningkatan kinerja Dinas Kesehatan Mura serta para tenaga kesehatan yang telah terjun langsung untuk memutuskan mata rantai penyebaran virus ini. Sehingga virus ini dapat kita bendung sedemikian rupa. Melonjaknya kasus Covid-19 Tahun 2021, membuat ruang perawatan isolasi darurat penuh, sehingga pasien yang terdampak Covid-19 harus merawat diri mereka sendiri secara mandiri dirumah, hal ini menyebabkan kepanikan dan gangguan psikologis lainnya, karena pasien mendadak dijauhi oleh tetangga yang takut tertular, kebingungan dalam mengambil keputusan,
dan tekanan – tekanan lainnya. Hal ini tentunya menyadarkan kita semua akan perlunya peningkatan kopetensi terkait kemampuan komunikasi efektif terhadap Covid-19,” ungkapnya.

Dampaknya, tahun 2021, sebanyak 1.976 warga Indonesia harus meninggal karena terinfeksi virus ini. Dengan program santunan kematian Rp 3 juta per orang yang dicanangkan oleh Pemerintah Daerah diharapkan membantu warga Mura dalam situasi yang sulit ini.

Optimalisasi peran tenaga kesehatan di tingkat puskesmas tentunya menjadi salah satu perhatian kita bersama sebagai ujung tombak yang langsung berhadapan dengan pasien yang terpapar virus Covid-19 ini, agar dapat memberikan pelayanan sebaik mungkin.

Sementara Plt. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Musi Rawas (Mura) drg. Maya Kesuma S.P, MARS membenarkan, pasien isoman yang mengidap Corona tidak hanya rentan terhadap dampak fisik penyakit yang diderita. Namun ada dampak psikologis yang berpotensi mengganggu kehidupan pasien hingga berakibat fatal.

Wajar bagi pasien Corona jika mengalami tekanan psikologis. Sebab, banyaknya kabar seputar penyakit Covid-19 bisa memicu rasa gelisah dan khawatir yang berlebihan, sehingga membuat pasien mengalami stress dan gangguan psikis yang berujung pada memburuknya kondisi kesehatan pasien.

Beberapa inovasi Dinkes Mura seperti GOJI (Gerakan Ojek Obat Jiwa) sebagai pengantar obat untuk pasien isoman agar dapat mengkonsumsi obat secara teratur setiap hari. Da juga Getuk Pede (Gerakan Ketuk Pintu bersama Kader dan Pembina Desa) untuk memberikan pengetahuan dan saran agar pasien Covid-19 tidak begitu panik dan tertekan saat isolasi mandiri.

“Menyadari peran penting kita sebagai tenaga kesehatan dalam pencegahan virus Covid-19, saya mengajak seluruh peserta berjuang bersama untuk mendampingi pasien isoman serta memberikan telekomunikasi yang efektif supaya kondisi psikis pasien isoman tetap terjaga. Alhamdulillah, sejauh ini program vaksinasi di Mura sudah melampaui target 70% dari yang ditetapkan oleh pemerintah, Capaian vaksinasi saat ini 92,34% untuk dosis pertama dan 72,63% untuk dosis kedua, hal ini bisa terjadi tentunya dengan izin Allah dan ikhtiar kita bersama dengan berbagai program vaksinasi dan tak lepas dari dukungan dari Bupati Mura baik secara moril dan materil yang berkolaborasi untuk satu tujuan yaitu agar tercapainya Herd Immunity di Musi Rawas,” tuturnya.
Webinar kolaborasi antara Dinkes Mura dan PD Hisfarkesmas Sumsel juga dapat apresiasi dari Ketua Hisfarkesmas PP IAI apt. Indri Mulyani Bunyamin.
Menurutnya, pikiran manusia juga dapat berpengaruh terhadap kesehatan. Penelitian di Stanford University, Amerika Serikat, mengungkapkan hubungan antara pola pikir dan kesehatan. Menurut para ilmuwan, orang yang berpikir negatif mengenai aktivitas fisiknya cenderung menganggap dirinya tidak bugar.
Selama 21 tahun, peneliti melakukan riset mengenai berapa banyak orang berolahraga sekaligus mengamati data kematian pada 61.000 orang dewasa. Peneliti menyatakan bahwa orang yang berpikir bahwa dirinya tidak melakukan olahraga sebanyak rekan-rekan mereka, meninggal lebih dini daripada orang yang
berpikir bahwa dirinya sudah melakukan banyak olahraga, bahkan ketika jumlah latihan yang sebenarnya mereka lakukan adalah sama.
Olahraga bisa saja memperpanjang usia seseorang, tetapi pola pikir juga berpengaruh. Octavia Zahrt, sang penulis penelitian menemukan bahwa ada risiko kematian hingga 71 persen lebih besar untuk orang yang menganggap diri mereka kurang aktif daripada mereka yang berpikir bahwa dirinya berolahraga lebih dari orang lain.

Salah satu alasan mengapa pola pikir memengaruhi kesehatan adalah karena persepsi negatif yang selalu Anda pikirkan dapat membuat diri sendiri merasa khawatir dan stres. Kemudian kekhawatiran ini akan berdampak pada kesehatan fisik. Itulah gambaran betapa pentingnya menjaga pikiran/ psikis pasien selama proses penyembuhan, apa lagi dengan kondisi Covid-19 yang sangat rentan jika immun pasien isoman menurun akibat stress dan ganguan psikis lainnya.

Ia beharap, semoga dengan diadakannya Webinar Hisfarkesmas Sumsel kali ini akan menjadi langkah awal untuk kolaborasi dengan hubungan saling mendukung antara organisasi profesi dengan Pemerintahan daerah khususnya di Bidang Kesehatan, sebagai upaya untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang lebih baik.

“Saya apresiasi juga Hisfarkesmas Sumsel yang berhasil menggandeng PAFI (Persatuan Ahli Farmasi Indonesia) untuk mengupgrade ilmu telekomunikasinya sebagai bentuk sinergitas antar profesi,” ungkapnya.
(lipos/01)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *