278 PAUD di Musi Rawas Bakal Terima BOP

Kabid Pembinaan PAUD dan Dikmas Dinas Pendidikan Kabupaten Musi Rawas Provinsi Sumatera Selatan Johan Wahyudi mensosialisasikan penggunaan Dana BOS 2022 di Kecamatan Megang Sakti, Senin (21/2/2022).

MUSI RAWAS – Dinas Pendidikan Kabupaten Musi Rawas (Disdik Mura) secara bertahap mensosialiasikan Permendikbud Nomor 02 Tahun 2022 tentang Juknis Pengelolaan BOP dan BOS. Kepala Disdik Mura H Irwan Evendi melalui Kabid Pembinaan PAUD dan Dikmas Johan Wahyudi menjelaskan, pada petunjuk teknis (juknis) tahun 2021 PAUD penerima BOP adalah mereka yang memiliki anak minimal sembilan orang.

“Untuk tahun 2022 syarat minimal PAUD punya sembilan anak ini, tidak lagi. Sekitar 278 lembaga PAUD yang memenuhi syarat akan menerima BOP tahun 2022, dengan 7.242 anak didik,” jelasnya, Rabu (23/2/2022).

Dana BOP 2022 Rp 1,2 juta, besarannya Rp 600 ribu per anak/per tahun disalurkan dalam 2 tahap.

“Jumlah lembaga penerima BOP PAUD berdasarkan tahap II tahun 2021 sebanyak 269 lembaga. Jadi bisa disimpulkan terjadi peningkatan jumlah lembaga penerimam, meskipun jumlah peserta didik sbenarnya terjadi penurunan, karena dampak pandemi Covid-19,” jelasnya.

Dari laman Kemendikbudristek RI juga dijelaskan kebijakan baru dana BOP PAUD & BOP Kesetaraan 2022.

Pertama dari sisi Nilai BOP PAUD hingga Rp 1,2 juta. Nilai satuan biaya BOP PAUD per 2022 akan berbeda-beda sesuai karakteristik daerah berdasarkan standar Indeks Kemahalan Konstruksi (IKK) dan Indeks Peserta Didik (IPD) per kabupaten/kota. Variasi nilai satuan biaya BOP PAUD per 2022 yaitu Rp 600 ribu – Rp 1,2 juta.

“Nilai ini jauh lebih besar untuk daerah terpencil dengan tingkat ekonomi lebih rendah,” jelas Mendibudristek Nadiem Makariem.

Selain itu, BOP PAUD mulai 2022, akan disalurkan langsung ke rekening satuan pendidikan, tidak lagi lewat pemda.

Selain itu, penggunaan dana BOP PAUD dan BOP Kesetaraan kini punya ruang lingkup yang lebih luas dalam 11 komponen. Maka, satuan pendidikan kini juga bisa menggunakan dana BOP PAUD dan BOP Kesetaraan untuk penerimaan peserta didik baru, pengembangan perpustakaan, pelaksanaan kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler, dan asesmen dan evaluasi pembelajaran.

Dana ini juga dapat digunakan untuk pembayaran honor, kegiatan kesehatan, gizi, dan kebersihan, alat multimedia, sarana-prasarana, langganan daya dan jasa, pengembangan profesi pendidik dan tenaga kependidikan, serta administrasi kegiatan satuan pendidikan.

Selain itu, Kemendikbudristek dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bekerjasama untuk membuat integrasi sistem pengelolaan anggaran sekolah dengan sistem pengelolaan keuangan daerah. Dengan demikian, sekolah tidak perlu menghabiskan waktu mengisi data perencanaan dan pelaporan anggaran secara manual dua kali di sistem pemda dan sistem pusat.

Penyederhanaan proses administrasi ini dituangkan pada aplikasi tunggal untuk sekolah Aplikasi Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (ARKAS). ARKAS terintegrasi dengan tempat belanja sekolah SIPLah dan Data Pokok Pendidikan (Dapodik), serta Manajemen ARKAS (MARKAS). MARKAS merupakan aplikasi tunggal untuk dinas pendidikan setempat dalam pengelolaan dana BOS (detik.com/tag/dana-bos) yang terintegrasi dengan Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD).(lipos/lik)

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *