“Lanjut Pokoknyo, Kalau Dak Lanjut Bebunuhan Kito”

SIDANG : Terdakwa Rigen (31) saat menjalani sidang pemeriksaan terdakwa secara zoom meeting di Lapas Kelas II B Surulangun, Rabu (18/5/2022). Warga Kampung 1, Desa Maur Lama, Kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara ini disidang karena melakukan pembunuhan terhadap Herlan Erfandi alias Arpan (39).FOTO: APRI YADI/LINGGAU POS

RAKYATMURATARA.COM- “Kesal karena ditantang korban bertengkar, akhirnya saya gelap mata dan menusuk korban di depan dapur umum pesta.” Hal ini diungkapkan Terdakwa Rigen (31) dalam sidang pemeriksaan terdakwa digelar Pengadilan Negeri (PN) Lubuklinggau, Rabu (18/5/2022).

Petani yang tinggal di Kampung 1, Desa Maur Lama, Kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara ini menjalani sidang pemeriksaan terdakwa karena diduga membunuh Herlan Erfandi alias Arpan (39).

Sidang secara zoom meeting dipimpin Ketua Majelis Hakim Lina Safitri Tazili dibantu Hakim Anggota Verdian Martin dan Amir Rizki Apriadi didampingi Panitera Pengganti (PP) Dody Sohaidi. Karena Pandemi Covid-19, sidang diadakan dengan zoom meeting maka terdakwa mengikutinya secara virtual di Lapas Kelas IIB Surulangun.

JPU Zubaidi menyatakan pembunuhan dilakukan Terdakwa Rigen Rabu 17 Februari 2021 sekitar pukul 02.00 WIB di Kampung I, Desa Maur Lama. Mulanya Rigen berada di lokasi pesta pernikahan. Ia meminta pemain orgen menghentikan musik.

Tiba-tiba Hafis mengambil micropon dan berkata “Yang nak tido baleklah, aman yang nak beladas acara kito perpanjang dua lagu lagi.”

Terdakwa Rigen pun merebut micropon yang sedang dipegang Hafis dan berkata “Tutup.” Herlan (korban) kemudian ikut berkata “Lanjut lagi.”

Sementara Terdakwa Rigen tetap ingin musik dihentikan. Herlan menyahut “Lanjut pokoknyo, kalau dak lanjut bebunuhan kito.”

“Jadi bebunuhan kito,” tegas Rigen.

Lalu Rigen turun dari tarup pesta dengan lari ke dapur umum, sesampai didapur umum rigen minum kopi dan merokok, Kemudian korban juga keluar tarup lewat depan dapur umum. Di dapur umum itulah korban menantang dan mengejek terdakwa. “Saya langsung tusuk korban sekali,” aku terdakwa.

Tusukan terdakwa itu diduga mengenai rusuk sebelah kiri atau dekat jantung. Usai kejadian, terdakwa lari ke hutan. Sementara pisau dan HP jatuh saat kabur sambil menyeberangi sungai.

Saat ditanya hakim, Rigen mengaku memang sengaja bawa pisau, karena sejak dulu sering membawa pisau di pinggang. “Untuk kasus ini saya dengan korban belum damai” jelasnya.

Usai pemeriksaan terdakwa, Majelis Hakim Verdian Martin meminta JPU menyiapkan tuntutan. JPU meminta waktu sepekan kedepan untuk menyiapkan tuntutan terhadap terdakwa. (adi)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *