Lakalantas Bus SAN, Bocah Tewas di Dekat Sang Ayah

LAKALANTAS : Bus SAN warna Putih Kombinasi Nopol BD 7036 CZ yang salah satu penumpangnya merupakan warga Kabupaten Musi Rawas saat dievakuasi usai kecelakaan di KM 34.8 A Lampung Selatan, Jumat (25/2/2022) sekitar pukul 15.31 WIB. Foto : Dokumen Radar Llampung

LAMPUNG – Kecelakaan maut terjadi di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) tepatnya di KM 34.8 A Lampung Selatan, Jumat (25/2). Insiden tersebut menimpa satu unit bus rute Yogyakarta – Lubuklinggau- Bengkulu milik PO Siliwangi Antar Nusa (SAN) Nomor Polisi BD 7036 CZ.

Kecelakaan terjadi sekitar pukul 15.31 WIB menyebabkan seorang tewas dan beberapa penumpang luka-luka. Salah satu ponumpang yang mengalami luka tercatat atas nama Erlika Damayanti (29) warga Kecamatan Sumber Harta, Kabupaten Musi Rawas (Mura), Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mengalami luka lecet di kening dan memar diperut.
Pengelola PO SAN Lubuklinggau yang enggan disebutkan namanya membenarkan, Bus SAN tersebut membawa 34 penumpang. Tujuannya akan ke Lubuklinggau.
“Kalau tidak kecelakaan, harusnya sampai di Lubuklinggau pukul 06.00 WIB Sabtu 26 Februari 2022,” ungkapnya, tadi malam.

Kasat Lantas Polres Lampung Selatan, AKP Jonnifer Yolandra menjelaskan, kecelakaan tersebut terjadi Jumat (25/2/2022) sekitar pukul 14.45 WIB di JTTS KM 34+800 Jalur A Kalianda Lampung Selatan.

Saat itu, Bus SAN warna putih BD 7036 CZ jalan beriringan dengan bus lain. Di depannya dari arah Kalianda menuju arah Terbanggi Besar berjalan di lajur lambat.

Sesampainya di Tempat Kejadian Perkara (TKP), bus di depannya berpindah ke lajur cepat. Ini dilakukan karena ada Truck Tronton Hino Hijau BG 8765 UW.
“Saat yang bersamaan Bus SAN hendak berpindah lajur ke kanan dan diduga tidak memperhatikan arus lalu lintas dari arah belakang. Pada saat akan berpindah lajur, terdapat pick up yang berjalan di lajur cepat, sehingga Bus SAN kembali ke lajur lambat kemudian menabrak bak belakang Truck Tronton Hino,” beber Jonnifer.

Akibat kejadian itu, sambung Jonnifer, seorang bocah usia 7 tahun meninggal dunia, dua orang mengalami luka berat dan lima orang mengalami luka ringan.

“Korban meninggal dunia sekarang berada di Rumah Sakit Imanuel Bandar Lampung,” jelasnya.

Korban meninggal yakni Arya Okta Pratama (7) warga Desa Ranjungan Kecamatan Pinuraya Kabupaten Bengkulu Selatan. Ia mengalami luka berat di bagian kepala dan luka robek di lutut kiri meninggal di tempat dan dievakuasi di RS Imanuel Balam.
Ahmad Deni Fahrudin (25) pengemudi Truck Tronton Hino warna Hijau NoPol BG 8765 UW warga Jaya Sakti Kecamatan Simpang Pematang Kabupaten Mesuji.
Sementara Hengki Rinatoro (31) pengemudi Bus SAN yang juga warga Gg. Ananda 1 RT 013/004 Rawa Makmur Kota Bengkulu dan Muslimin (39) warga Ranjungan Kecamatan Pinuraya Kabupaten Bengkulu Selatan mengalami luka lecet di tangan kanan dan leher (Rs. Imanuel Balam).

Sementara Ahmad Munirudin (25) warga Desa Sinar Laut, Kelurahan Sinar Laut, Kecamatan Pondok Suguh Kabupaten Muko Muko Bengkulu mengalami patah tulang tangan kiri dan memar bagian mata kanan.
Lalu Miftahul Jannah (8) warga Desa Sinar Laut Kelurahan Sinar Laut Kecamatan Pondok Suguh Kabupaten Muko Muko Bengkulu mengalami Patah tulang kaki kiri. Sementara Muhammad Al Fatih (15) yang juga warga Desa Sinar Laut memar bagian mata kiri.
Lalu Iskandar Muda (33) warga Karang Tengah Purwokerto Kecamatan Batu Raden Kabupaten Banyumas Jateng luka lecet kaki kanan dan kaki kiri.
Sementara Mezi Aftoni (33) warga Lingkar Barat Kecamatan Gading Cempaka Kabupaten Bengkulu mengalami luka memar di paha sebelah kiri.

Lakalantas ini menjadi duka bagi warga Desa Nanjungan Kecamatan Pino Raya. Arya Okta Pratama pelajar kelas 1 SD warga Nanjungan yang menjadi korban merupakan anak dari Muslimin buruh pabrik di perusahaan Crude Palm Oil (CPO) PT SBS.

Kepastian informasi ini dibenarkan oleh Bambang Kades Nanjungan.

“Korban bersama sang ayah (Muslimin) memang bertujuan ke pulau Jawa untuk pergi jalan-jalan. Nggak tahu juga pak, ikut bapaknya mau belanja mungkin sekalian jalan-jalan,” pesan Bambang melalui WhatsApp.

Selain itu, diketahui pula bahwa korban merupakan karyawan PT SBS yang menetap di mes milik perusahaan pengelolaan minyak kelapa sawit PT SBS.

Dengan suara bergetar, Muslimin menceritakan kondisi kecelakaan yang menimpa anak pertamanya ini. Dikatakan Muslimin, sang anak waktu itu duduk di bangku samping kiri.

“Kalau kondisi saat kecelakaan sangat parah, pintu yang sebelah kiri sampai belakang bagasi itu hancur semua. Jadi anak saya Arya usia 7 tahun duduk di samping kiri meninggal,” jelas Muslimin.

Keluarganya berangkat dari Purworejo tujuan ke Bengkulu. Sebelumnya keluarga ini pulang kampung mengunjungi orang tua di Jawa.
Tidak hanya bersama putra pertamanya, Muslimin juga mengajak serta istrinya Riswati dan anak bungsunya.
“Pas perginya memang naik SAN, dan ini pulangnya naik SAN lagi,” terang Muslimin.

Sementara jenazah dibawa ke Pekan Baru untuk dimakamkan.

“Ini sedang di dalam ambulance menuju Pekan Baru dimakamkan di sana di tempat kakeknya,” jelas Muslimin. (cw02/radarlampung)

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *