Ternyata ini yang Membuat Harga Sawit Turun?

LIPOSSTEAMING.NEWS – Penurunan harga TBS sawit ini akibat adanya keputusan Pemerintah yang tidak memperboleh ekspor CPO dan bahan baku minyak goreng ke luar negeri, otomatis banyak pabrik sawit antisipasi dengan harga tersebut.

“Karena apabila harga minyak goreng per liter Rp 14 ribu berarti harga TBS sawit di tingkat perusahaan berani beli Rp 1.600 per kg TBS sawit. Karena para eksportir tidak bisa lagi jual ke luar negeri dan hanya bisa jual didalam negeri. Memang hal ini sering terjadi, namun kesalahan Pemerintah sangat mendadak menurunkan harga sawit tanpa pemberitahuan, jadi ini kesalahan Pemerintah, disaat rakyat yang berkehidupan dengan TBS sawit ingin menjual TBS sawitnya agar bisa lebaran, tetapi harga tiba-tiba turun, sehingga para petani sawit banyak yang merugi, begitu juga para pedagang. Seharusnya Jumat (29/4) mendatang disaat pabrik tutup, baru Pemerintah mengumumkan harga TBS Sawit turun,” jelasnya

Ia juga membenarkan, kondisi seperti ini memang sering terjadi setiap tahun. Namun sekarang turun harganya terlalu anjlok, membuat para pedagang dan petani terpuruk. Dan kondisi ini kembali terjadi seperti tahun 2012 lalu, dimana TBS Sawit diboikot oleh pihak Eropa dengan harga Rp 500 per kg.

Ia berharap pihak Pemerintah membuka kembali ekspor CPO keluar negeri, karena apabila pemerintah membuka kembali maka otomatis harga TBS sawit akan standar kembali. Karena ini buka petani dan pedagang juga yang merugi pemerintah akan merugi, karena yang pasti apabila harga berkurang pajak PPN akan berkurang juga.

“Karena petani juga sengsara selain upah angkut mahal ditambah harga pupuk dan pertisida cukup mahal jadi sekarang petani banyak merugi. karena tidak standarnya harga pupuk dan pertisida yang mahal dengan harga TBS turun.” ungkap Abdulah Mujid yang juga mengalami kerugian hingga puluhan juta ini.

“Dengan anjloknya harga TBS ini kami selaku Gapoktan tidak bisa menuntut apa-apa karena ini kebijakan pemerintah hanya kami berharap pemerintah lebih memperhatikan para petani sawit,” tambahnya.

Selama buka jual beli TBS sawit 13 tahun, ia mengaku sudah dua kali hal terjadi seperti ini dengan anjloknya harga sawit hingga 60 persen. Memang sering turun setiap lebaran namun turunnya secara perlahan dan pedagang tidak merugi, namun dengan langsung anjloknya harga TBS sawit dalam dua hari sebanyak 60 persen jadi banyak pedagang TBS Sawit yang rugi. (lipos)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *