Terlibat Pembunuhan Begal, Sukardi Dipenjara

Foto : Apri Yadi/ Linggau Pos PEMBUNUHAN : Tersangka Sukardi alias Sukar (34) diamankan Tim Landak Satreskrim Polres Mura karena diduga melakukan pembunuhan terhadap Untung, pembegal yang mengancam mereka di di Petak 70 Desa Pian Raya Kecamatan Muara Lakitan, Sabtu (21/5/2022).

LIPOSSTREAMING.NEWS – Lagi, Tim Landak Satreskrim Polres Musi Rawas (Mura) mengamankan seorang tersangka dalam kasus tewasnya Untung usai ditembak di Petak 70 Desa Pian Raya Kecamatan Muara Lakitan. Dia adalah Sukardi alias Sukar (34).

Sebelumnya, Polisi sudah menahan dan menetapkan dua orang yakni Doni tersangka yang menembak Untung dan Yana Lesmiana alias Yong istri Untung yang menemani suaminya melakukan penodongan terhadap Doni dan Sukardi. Yong mau melakukan itu karena desakan ekonomi.

Tersangka Sukar ditetapkan sebagai tersangka karena diduga ikut melakukan pembunuhan terhadap Untung bersama Tersangka Doni. Sukar di amankan Sabtu (21/2/2022) usai diperiksa sebagai saksi kasus penodongan dan laporan dari istri korban Yong dengan LP/B-93/V/2022/SPKT/Res Mura/ Sumsel, tanggal 19 Mei 2022.

Kapolres Mura AKBP Achmad Gusti Hartono didampingi Kasat Reskrim AKP Dedi Rahmat Hidayat dan Tim landak Satreskrim Polres Mura dalam press rilies Senin (23/5/2022) mengungkapkan Tersangka Sukar dan Doni tidak memenuhi unsur pembelaan, dan pembelaan yang dilakukanya tidak dilakukan saat kejadian dibegal.

Jadi ada rentang dua hari setelah ditodong, dan baru mendapat informasi Untung ada di Desa Pian Raya, niat Doni untuk melakukan pembalasan membunuh Untung yang telah menodongnya.

Peran Sukar, selain menyaksikan pembunuhan terhadap Untung juga memindahkan dengan mengangkat tangan atau lengan kiri korban Untung
dari pinggir jalan menuju ke hutan yang berjarak 15 meter.

Tujuannya agar tidak diketahui oleh orang lain. Saat dipindahkan itu, Untung masih dalam keadaan hidup.

Menurut penuturan Sukar, Kamis (19/5/2022) sekira pukul 08.00 WIB Eko melintasi Jalan Poros Desa Pian Raya Kecamatan Muara Lakitan Kabupaten Musi Rawas dengan sepeda motor. Tiba-tiba Eko langsung ditodong Untung menggunakan senjata api (senpi) mainan di pinggir jalan poros tersebut.

Tak disangka, Untung justru menyuruh Eko pergi tanpa mengambil barang apapun. Kemudian Eko pergi dan menemui Sukar menceritakan peristiwa yang baru dialaminya.

Sementara Sukar yang mendapat cerita dari Eko, menceritakan kejadian yang dialami Eko pada Doni yang sempat dibegal Untung dua hari sebelumnya.

Doni lalu mengajak Sukar menuju tempat penodongan yang dialami Eko. Sukar mengendarai sepeda motor di depan. Sementara Doni juga mengendarai sepeda motor sambil membawa kecepek yang telah disiapkan di dalam pondoknya. Jarak antara Sukar dan Doni berkendara sekitar 30 meter.

Sesampai di lokasi penodongan tersebut Sukar diberhentikan oleh Untung. Lagi-lagi Untung menodongkan senjata api mainan namun Sukar tidak berhenti atau tetap ngebut. Baru menghentikan satu unit sepeda motor miliknya 30 meter dari tempat korban sambil berteriak kepada Doni “ Awas todong, awas todong “.

Sedangkan Doni yang berada di belakang langsung melihat ada Untung yang pernah menodong dirinya Selasa (17/5) sekira pukul 09.30 WIB di kebun karet miliknya maka Doni langsung menghentikan motornya di depan Untung.

Doni langsung mengarahkan kecepek miliknya ke korban sejauh 8 meter dan langsung menembakkan kecepek tersebut sekali mengenai dada lalu korban terjatuh. Doni dan Sukar langsung memindahkan Untung yang terjatuh di pinggir jalan ke dalam hutan yang berjarak 15 meter. Lalu Doni juga membuang 1 kecepek miliknya ke pinggir semak — semak. Atas perbuatannya Tersangka Sukar dikenakan Pasal 338 Jo 56 KUHP dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara. (LIPOS)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *