Suntik Over Target, Banyak Anak dan Usia 40 Tahun Diprioritaskan

Ini pelayanan KB di BPM Makmur Jaya Kec Megang Sakti
Ini pelayanan KB di BPM Makmur Jaya Kec Megang Sakti

 

LIPOSSTREAMING.NEWS – Realisasi Pelayanan Serentak Sejuta Akseptor (PSSA) Kabupaten Musi Rawas (Mura) over target. Target PSSA dalam rangka Hari Keluarga Nasional (Harganas) tahun 2022, 2.704 pemasangan, dan realisasiya 155,51% atau 4.266 peserta KB baru.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Musi Rawas (Mura), Supardiono melalui Kabid Pelayanan KB, Irwansyah, Kamis (7/7/2022) mengatakan realisasi PSSA Kabupaten Mura over target dari yang ditargetkan 2.704 realisasi 155,51% atau 4.266 peserta KB baru.

Kegiatan PSSA dilaksanakan di seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Mura. Seperti di Kecamatan Tugumulyo 195, Kecamatan Muara Lakitan 283, Kecamatan Muara Kelingi 720, Kecamatan Jayaloka 178, Kecamatan Muara Beliti 343, STL Ulu Terawas 297, Kecamatan Selangit 260, Megang Sakti 622, Purwodadi 139, BTS Ulu 462, Tiang Kepumpung Kepungut 106, Sumber Harta 235, Tuah Negeri 272 dan Kecamatan Sukakarya 154 peserta KB baru.

Menurutnya, yang paling diminati KB suntik. Jangka waktu KB suntik ada satu bulan dan tiga bulan. Padahal menurutnya akseptor yang paling efektif Medis Operasi Wanita (MOW) atau yang lebih dikenal tubektomi dan Medis Operasi Pria (MOP) atau dikenal masyarakat vasektomi.

Selain MOW dan MOP akseptor KB yang juga efektif implan dan IUD atau biasa disebut KB spiral.

“Kalau implan masa berlakukanya tiga tahun, setelah tiga tahun harus diangkat dan bisa di pasang implan baru. Sedangkan IUD masa berlakunya 8 tahun,” jelasnya.

Sembari menambahkan IUD singkatan dari intrauterine device.

Lebih lanjut Irwansyah menjelaskan bahwa implan dipasang di lengan wanita sedangkan alat kontrasepsi IUD berbahan plastik yang memiliki bentuk seperti huruf ‘T’ dan dipasang di dalam rahim untuk mencegah kehamilan.

Untuk pemasangan kedua, alat kontrasepsi implan dan IUD dapat dilayani di Puskesmas, Puskesmas Pembantu, Polindes dan bidan praktik mandiri.

Menurut Irwansyah ketersdiaan alat kontrasepsi (alkon) di DPPKB Kabupaten Mura masih cukup banyak. Stoknya, mini pil 3.700 siklus, kondom 84 gross, IUD Coper T 145 buah, pil KB 6.900 siklus, dan implan 1.630 set.

“Bahkan satok mini pil, IUD Coper T dan Pil KB berlebih. Alkon tersebut yang tersedia di Kantor DPPKB tidak termasuk yang ada di puskesmas. Stok puskesmas ada lain,” jelasnya.
Irwansyah mengaku tahun ini tidak melaksanakan pelayanan MOP gratis. Pasalnya pagu anggaran yang tersedia dari Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) untuk pelayanan yang dilakukan di Puskesmas dengan metode operasi tanpa pisau.

“Sedangkan di Kabupaten Mura belum ada dokter yang mampu melakukan MOP dengan metode tersebut karena belum pernah latihan. Untuk pelaksanaan MOP yang bisa dilakukan di Kabupaten Mura metode operasi besar di RSUD dr Sobirin. Karena operasi besar sehingga biayanya cukup tinggi mencapai Rp 2 juta,” jelasnya.

Sementara APBD Kabupaten Mura tidak menganggarkan program MOP gratis.

“Terakhir kita melaksanakan MOP gratis tahun 2019,” sebutnya.

Namun pelayanan MOP gratis akan diadakan untuk 10 orang dananya berasal dari Biaya Operasional KB (BOKB) dari BKKBN dananya diserahkan ke Pemeritah Daerah dalam bentuk Dana Alokasi Khusus (DAK).

“Peminat MOP cukup banyak. Namun anggarannya hanya untuk 10 orang. Untuk seleksi peserta yang dapat diberikan pelayanan MOW gratis berlaku rumusan umur dikali jumlah anak jika hasilnya mendekati 100 atau mencapai 100 itu yang diutamakan.

“Namun jika usia 40 tahun ke atas tidak prioritas karena sudah mendekati manopouse. Artinya lebih mudah dan sudah banyak anak yang menjadi prioritas,” ungkapnya. (sin)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *