Potensi Pembiayaan Ultra Mikro (UMi) Sebagai Penggerak Sekto rPenyumbang PDRB di Wilayah Limatara (Kota LubukLinggau, Kab. Musi Rawas, dan Kab. Musi Rawas Utara)

LIPOSSTREAMING – UMKM Merupakankelompokusaha yang cukupmenopangperekonomian Indonesia. Pasalnya UMKM mampu bertahan di saat krisis seperti halnya krisis yang terjadi pada tahun 1997. Menurut data Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia untuk Tahun 2019, jumlah unit UMKM adalah sebanyak 65.471.134unit dengansumbangsih terhadap PDB atas dasar harga berlaku senilai Rp9.580 Triliun. Jumlah tersebut mampu memberikan kontribusi sebesar60,51% dari total PDB. Tidak hanya itu,UMKM juga memberikan kontribusi dalam penyediaan lapangan kerja karena telah merekrut sebanyak 119.562.843 tenaga kerja.

Dalam mendukung perkembangan UMKM, Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) turut serta berperan dalam membantu permodalan UMKM salah satunya dengan mengadakan program Pembiayaan Ultra Mikro (UMi). UMi merupakan program tahap lanjutan dari program bantuan sosial menjadi kemandirian usaha yang menyasar usaha mikro yang berada di lapisan terbawah, yang belum bisa difasilitasi perbankan melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR). Program Pembiayaan UMi dialokasikan dari APBNuntuk membantu permodalan masyarakat yang belum berkesempatan mendapatkan fasilitas pinjaman dari perbankan. Pelaksanaan pembiayaan UMi dimonitoring oleh kantor Vertikal DJPb yaitu Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendahaan (Kanwil DJPB) dan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) di setiap wilayah.

BACA JUGA :  Basarnas Kesulitan Mencari Mawar

Dalam penyaluran pembiayaan UMi, DJPb bekerjasama dengan beberapa penyalur seperti PNM, Pegadaian dan juga berbagai koperasi. Pembiayaan UMi dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat dikarenakan syarat pembiayaannya yang mudah dan tanpa jaminan, serta dengan pokok bunga pinjaman yang relatif kecil dan dapat dibayar secara berangsur. Pembiayaan UMi diharapkan dapat menghidupkan perekonomian masyarakat Indonesia bagi kalangan UMKM khususnya usaha mikro.

Dilingkup Wilayah Limatara yaitu Kota Lubuk Linggau, Kab. Musi Rawas dan Kab. Musi Rawas Utara,penyaluran pembiayaan UMi pada Tahun 2022 mencapai nilai Rp32,6 Miliar dengan jumlah debitur sebanyak 6.886debitur. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan Tahun 2021 senilai Rp 15,3 Miliar dengan total debitur sebanyak 3.672 debitur.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *