Enam Bulan Banjir di Pasar B Srikaton

FOTO : APRI YADI / LINGGAU POS TERENDAM - Genangan air yang membanjiri depan toko dan rumah makan di samping Pasar B Tugumulyo tepatnya di Jalan Desa Triwikaton, Kecamatan Tugumulyo, Kabupaten Musi Rawas. Selasa. (17/5/2022)

#Lapor Kades dan Camat, Tapi Tak Dapat Solusi

LIPOSSTREAMING.NEWS – Genangan air seperti banjir di Pasar B, Desa Triwikaton, Kecamatan Tugumulyo, Kabupaten Musi Rawas (Mura) menyebabkan lapak-lapak sepi pembeli. Kondisi ini sudah enam bulan terjadi. Warga setempat sudah lapor Kades Triwikatin, Camat Tugumulyo, Kepala Pasar B Srikaton, bahkan Disperindag Mura. Namun tak juga dapat solusi. Akibatnya, omset penjualan mereka anjlok 50 persen.

Untuk mendengar langsung keluhan warga, Tim Linggau Pos Selasa (17/5/2022) cek ke lapangan.

Ada sekitar 10 pelaku usaha kena imbas genangan air sepanjang 50 Meter dengan kedalaman 15 Centimeter (Cm) itu. Air tak hanya menggenang dan mengganggu aktivitas, tapi juga bau.

Salah seorang dari mereka yakni Juraidah (60) mengatakan genangan air muncul usai pembangunan drainase di samping Pasar B Srikaton diduga project Dinas Perdagangan Mura.

“Apakah tersumbat atau apa sehingga air drainase itu keluar dan membanjiri jalan di depan tempat jualan kami. Air ini bekas limbah pasar para pedagang. Makanya baunya busuk,” jelas Juraidah owner Rumah Makan Pagi Sore Cabang Tugumulyo.

Juraidah sudah mengadu ke Kepala Pasar B Srikaton.

“Tapi Kepala Pasar B Srikaton bilang ini bukan wewenangnya tapi Dinas PU. Makanya kami melapor ke Kades Triwikaton, Camat Tugumulyo, dan Disperindag Mura. Belum juga ada solusi,” keluhnya.

Juraidah sangat mengeluhkan kondisi ini. Karena konsumen jadi enggan datang. Sebab harus lalu lalang di genangan air yang bau.

“Biasanya bisa jual ke 100 orang per hari. Sekarang 50 orang saja sudah bersyukur. Omzet turun 50%. Kebanyakan mau makan di rumah saja. Mereka mungkin tak nyaman makan dengan kondisi bau begini di depan warung kami,” tuturnya.

Juraidah berharap Pemerintah Kabupaten Mura atau Dinas terkait turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi ini.

“Tolong perbaiki lah pak,” harap ibu yang sudah 30 tahun jualan nasi di Pasar B Kecamatan Tugumulyo itu.

Juraidah belum berencana pindah. Karena pelanggannya tahunya alamat rumah makannya di sana. Sementara kalau pindah, perhitungannya harus jelas.

Hal sama disampaikan Neri yang kini merugi 30 persen. Ibu yang sudah delapan tahun jualan baju di Pasar B Srikaton itu merasakan dampak genangan air busuk ini.

Hal sama diungkapkan Penjual Bahan Bangunan dan Pertanian Nopi Herianto (44).

“Seharusnya air limbah pasar dari drainase itu terjun ke drainase besar seberang jalan. Namun karena drainase diduga tersumbat, jadi ngga jalan. Kepala pasar tidak tanggung jawab, karena batas pasar adalah pagar. Yang jadi kendala banjir ini akibat tersumbatnya drainase milik pasar sepanjang 600 meter dengan tinggi 130 cm tersebut. Karena tidak tertampung lagi sehingga terjun ke sini,” ungkapnya.

Ditambah lagi, apabila hujan gedung pasar yang tidak bertalang air sehingga terjun air masuk ke depan toko mereka.

“Dari tahun 2007 kami berjualan di sini baru kali ini ada genangan air dari limbah pasar seperti kolam,” imbuhnya.

Ia berharap pemerintah melalui dinas terkait untuk segera membersihkan drainase yang tersumbat di samping Pasar B Srikaton.

“Kami para pedagang ini mulanya ingin melakukan pembersihan, namun dicegah oleh Kepala Pasar B Srikaton. Alasannya takut merusak fasilitas umum, bahkan kami sudah izin tapi tak diberi izin,” ungkap Nopi.

Padahal, Nopi yakin apabila drainase itu dibersihkan otomatis genangan air itu tidak tumpah ke depan toko mereka.

“Kalau begini terus kasian kami pedagang ini. Omset anjlok,” jelasnya.(adi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *