Anggota DPRD Mura Ingin Bupati Carikan Solusi Atasi Anjloknya Harga Sawit

Tanda buah sawit
Tandan Buah Sawit

LIPOSSTREAMING, MUSI RAWAS – Anjloknya harga tanda buah segar (TBS) sawit menjadi perhatian Anggota DPRD Kabupaten Musi Rawas (Mura) Nawawi. Anggota Fraksi Partai Golkar ini prihatin dengan nasib petani kelapa sawit jelang Idul Fitri 1443 H.

Hal itu disampaikan Nawawi saat interupsi dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Mura dalam rangka mendengarkan laporan pansus-pansus dewan terhadap LKPJ Bupati Mura tahun anggaran 2021 serta penetapan keputusan DPRD Kabupaten Mura dan penyampaian pertanggungjawaban Bupati Mura tahun 2021 di Ruang Rapat Paripurna Gedung DPRD Kabupaten Mura, Kamis (28/4/2022).

Menurut, Nawawi akibat dari pemerintah pusat melarang ekspor CPO atau bahan baku minyak goreng berdampak terhadap anjloknya harga TBS sawit. Padahal kata Nawawi harga TBS didtetapkan melalui Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) No. 1 Tahun 2018 Tentang Penetapan Harga TBS Kelapa Sawit.

“Interupsi, ketua. Sebelum rapat paripurna ini ditutup izinkan saya menyampaikan, akibat kebijakan Pemerintah Pusat melarang mengekspor CPO atau bahan baku minyak goreng berdampak prilaku di lapangan harga TBS menjadi anjlok akibat sikap pengusaha Pabrik Kelapa Sawit (PKS) padahal ada Permentan yang mengatur pedoman harga TBS sawit,” jelasnya.

Ditambahkannya, akibat tidak dipatuhinya Permentan tersebut sangat merugikan rakyat dan berpotensi melanggar aturan. Untuk itu ia meminta kepada Bupati Mura membuat edaran ke pengusaha PKS agar mematuhi Permentan tersebut atau memanggil pengusaha PKS. Menurutnya kebijakan tersebut telah dilakukan di beberapa daerah.

“Beberapa kepala daerah telah mengeluarkan surat edaran bahkan memanggil pengusaha pabrik kelapa sawit untuk mengatasi anjloknya harga TBS sawit. Kami minta Bupati Mura pun demikian, sebagai bentuk perhatian kita pada petani sawit saat ini,” pintanya.

Sebagaimana diketahui sejak 25-26 April 2022 kharga jual TBS kelapa sawit anjlok menjadi Rp 1.500 per Kg. Sedangkan harga sebelumnya Rp 3.000 per Kg. (sin)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *