Ancam Demo Kantor Bupati & SKK Migas

MEDIASI: Suasana mediasi antara Forum Komunikasi Sukakarya Bersatu atau FKSB dengan PT Pertamina Asset II Pendopo di Kantor Camat Sukakarya Kabupaten Musi Rawas, Selasa (17/5/2022).

LIPOSSTREAMING.NEWS – Mediasi antara Forum Komunikasi Sukakarya Bersatu (FKSB) dengan PT Pertamina Asset II Pendopo difasilitasi Pemerintah Kecamatan Sukakarya Kabupaten Musi Rawas (Mura) berlangsung alot. Kedua belah pihak saling mempertahankan arguman sehingga mediasi berakhir Deadlock (tanpa ada keputusan).

Dalam pertemuan di Kantor Camat Sukakarya, Selasa (17/5/2022), FKSB menghadirkan 10 perwakilan meminta pihak PT Pertamina Asset II Pendopo mengabulkan delapan tuntutan.

Ketua FKSB Dedi Busro menjelaskan, PT Pertamina Asset II Pendopo sudah puluhan tahun mengambil minyak di Kabupaten Mura khususnya di Kecamatan Sukakarya, tanpa berupaya merangkul tenaga kerja lokal.

“Kami sudah bosan menjadi penonton di rumah sendiri,” tegas Dedi Busro saat rapat di Kantor Camat Sukakarya, kemarin.

Dedi Busro menyampaikan, FKSB tidak boleh lemah. Sebagai representasi masyarakat Sukakarya, FKSB harus mampu memberikan hasil pada aksi jilid II yang akan berlangsung 30 Mei 2022 di Kantor Bupati Musi Rawas dan Kantor SKK Migas di Palembang.

Diakui Dedi Busro, 8 tuntutan yang akan mereka perjuangkan yakni mendesak pemisahan Musi Blok dengan Pendopo Pali PT Pertamina. Lalu memberdayakan pekerja lokal dengan Peraturan Daerah Mura yang terbagi atas skill dan non skill, pembukaan lowongan pekerjaan dan aktivitas PT.Pertamina melalui FKSB.

Kemudian Humas PT Pertamina wajib dari masyarakat Sukakarya dengan Rekomendasi FKSB. FKSB juga menuntut adanya nominal tranparansi Corporate Social Responsibility (CSR), adanya penyelesaian persoalan JARGAS Sukakarya, pemindahan tiang listrik pertamina dan pipa gas serta hotmix Jalan Talang Saraya, serta mendesak pekerja atas nama Ponirin, mandor Pian dan Zamrowi yang berasal dari tenaga kerja luar untuk dipindahtugaskan.

Pengurus FKSB Muharor menambahkan, Pertamina sudah jelas dalam diskusi tidak memberikan solusi dan terkesan tidak mampu menjawab.

Menurutnya, Pertamina salah mengirim keterwakilan karena saat adu data dengan Ketua FKSB Dedi Busro Pertamina terdiam tidak mampu menjawab.

“Ini pertanda bahwa pihak Pertamina telah melakukan pembodohan terhadap masyarakat. Saya rasa ini perlu menjadi atensi dari pemerintah kabupaten. Kami berharap seluruh elemen masyarakat akan berpartisipasi pada aksi 30 Mei 2022, kita tunjukkan bahwa masyarakat Sukakarya siap melawan Pertamina,” sambungnya. (LIPOS)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *