Alasan Penangkar Walet Tak Mau Bayar Pajak

walet

LIPOSSTREAMING.NEWS – Usaha Sarang Burung Walet (SBW), salah satu sumber pendapatan daerah dari sektor pajak yang potensial di Kota Lubuklinggau. Maka sejak tahun 2010, Pemkot Lubuklinggau sudah mulai memungut pajak sarang walet.

Menurut Arwin, salah seorang penangkar SBW mengaku, memiliki penangkaran sarang walet lebih kurang 8 tahun. Ia mengaku tidak tahu mengenai zin penangkaran sarang walet, karena selama ini ia hanya membayar pajak.

“Hasil yang diperoleh sarang walet hanya setengah kilogram selama tiga bulan, dan untuk harga jual per kilogramnya Rp 7 juta,” jelasnya.

Biasanya lanjut Erwin, pembeli yang datang ke mereka untuk membeli SBW.

“Untuk pajak, kita bayar per 3 bulan sekali sebesar RP 300 ribu. Walaupun menghasilkan atau tidaknya sarang walet itu kita tetap membayar pajak,” tegasnya.

Ia mengeluh saat ini usahanya sedikit mengalami penurunan. Pasalnya, burung walet banyak lari ke dalam hutan.

“Sekarang semakin sedikit burung di dalam kota,” keluhnya.

Pajak Sarang Walet sendiri di Lubuklinggau diatur dalan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 11 Tahun 2010 tentang Pajak Walet. Kepala BPPRD Kota Lubuklinggau, Tegi Bayuni melalui Kabid Pajak dan Lainnya, Apri Wawan Diansyah saat dibincangi mengaku, selama ini memang Wajib Pajak (WP) sarang walet ini masih belum optimal terkait pendataanya.

“Yang terdata di kami ada sekitar 50 WP. Meskipun secara kasat mata, WP yang ada bisa lebih banyak. Kendalanya, kami ingin bertemu dengan WP susah, ada gudangnya tapi kita tidak tahu siapa pemiliknya Makanya untuk pengoptimalan jumlah WP, kita sudah berkoordinasi dengan DPMPTSP. Kita atur terkait izin usaha sarang walet, agar pendataannya optimal kita tahu berapa yang memiliki izin dan penarikan pajaknya lebih optimal. Sebelumnya sudah kita pungut pajaknya, karena diprinsip perpajakan, selagi sudah memenuhi syarat objektif dan subjektif bisa dikenakan pajak, meskipun ada izin atau tidak ada izin,” jelas Wawan.

Saat ini jelasnya, Peraturan Daerah (Perda) tentang izin usaha Sarang burung walet sudah disahkan. Sehingga pendataan WP pun akan lebih optimal.

Lalu bagaimana realisasi pajak sarang walet tahun 2021 kemarin ?

Wawan mengungkapkan, realisasi pajak sarang walet terdata sekitar Rp 150 juta dari target Rp 250 juta. WP lanjutnya, membayar pajak sebanyak 8 persen dari omzet yang mereka dapat dalam sekali panen paksa yang biasanya per tiga bulan sekali. Setahun bisa 4 kali panen.(lipos)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *