14 Catatan yang Harus Dijalani Satreskrim Polres Mura

Dirkrimum Polda Sumsel Kombes Pol M Anwar didampingi Wakapolres Mura, Kompol Willian Harbensyah dan  AKP Dedi Rahmat Hidayat foto bersama Anggota Satreskrim Polres Mura.

LIPOSSTREAMING.NEWS–  Sedikitnya ada 14 catatan harus diterapkan Anggota Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Musi Rawas dalam menjalankan tugas. Catatan yang wajib dijalankan tersebut merupakan arahan dari Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum), Polda Sumatera Selatan (Polda Sumsel), Kombes Pol M Anwar saat memberikan arahan kepada Satuan Reskrim Polres Mura, diruang rapat Satreskrim, Jumat (29/4/2022) sekitar pukul 09.00 WIB.

Hadir dalam arahan Dirkrimum Wakapolres Mura, Kompol Willian Harbensyah didampingi Kasat Reskrim, AKP Dedi Rahmat Hidayat,KBO Reskrim Iptu Eryunik. “Sengaja hari ini (Jumat, 29/4/2022), saya hadir disini, memberikan arahan kepada Satreskrim Polres Mura,” ungkap Dirkrimum Polda Sumsel Kombes Pol M Anwar didampingi Wakapolres Mura, Kompol Willian Harbensyah dan  AKP Dedi Rahmat Hidayat.

Ditambahkan Kasat Reskrim Polres Mura AKP Dedi Rahmat Hidayat, ada 14 catatan dari arahan, Dirkrimum, Kombes Pol M Anwar kepada Satreskrim Polres Mura. 14 catatan tersebut tentunya akan dilaksanakan dan diterapkan oleh anggota Satreskrim Polres Mura.

Adapun 14 catatan tersebut diantaranya, jika ada pengaduan kasus tanah maka harus dimintai data dan dokumen yang asli.  Lalu hal tentang pemalsuan data atau dokumen untuk diupayakan BPN juga diikutsertakan dan liat sejauh mana kerjasamanya dengan pelaku serta langsung dilakukan pengecekan ke lapangan.

Kemudian kasus 3C yang menonjol seperti menggunakan sajam atau sampai meninggal dunia agar disampaikan jika butuh dibackup dari Polda. “Menjelang Idul Fitri akan ada kenaikan kasus 365 atau Curanmor dengan alasan untuk memenuhi kebutuhan lebaran, maka kita dapat membantu pencegahan dengan melakukan KRYD dari jam 12-sahur,” jelas Dedi.

Catatan kelima, koordinasi dengan Bagian Ops untuk  menentukan daerah yang rawan guna dilaksanakan KRYD. Keenam setiap ada kejahatan yang terjadi harus melihat titik mana yang terdapat CCTV (Closed Circuit Television) guna mempermudah mengungkap kasus tersebut dan mencocokan dengan ciri-ciri  pelaku yang diberikan oleh korban.

“Ketuju, pengungkapan dapat dilakukan dengan pengenalan raut wajah dan dapat disinkronkan dengan e-KTP. Catatan kedelapan dari Sat Reskrim harus men-Share kebijakan apa saja yang diberikan pimpinan sampai dengan tingkat Polsek,” terang Dedi.

Catatan kesembilan dumas (pengaduan masyarakat) merupakan salah satu filter atau monitoring masyarakat untuk kinerja Satreskrim sehingga jangan sampai dibiarkan. Sepuluh, dalam menyelsaikan Dumas tetap mengacu pada SOP dan anatomi kasus berikut dengan unsur-unsur yang ada serta mengambil poin-poin  dari Dumas dan disingkronkan dengan penyelidikan yang telah dilakukan.

“Kesebelas, jangan lupa memberikan SP2HP, kedua belas hati-hati dalam penggunaan Senpi dan menilai menejemen resiko dalam penangkapan. Catatan ketiga belas melakukan tindakan tegas dan terukur kepada pelaku kejahatan dan terakhir anggota saat berfoto dengan tersangka dianjurkan untuk menggunakan masker,” papar Dedi. (adi/rls)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *