Melayat Berujung Maut 

LAKALANTAS : Rumah duka dipersiapkan menunggu kedatangan jenazah Iwan di Desa Pauh I, Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Musi Rawas Utara yang lakalantas di Jalan Tol Palembang Betung KM 28, Desa Lalang, Kecamatan Sembawa, Kabupaten Banyuasin Selasa (24/5) sekitar pukul 05.00 WIB. Foto : Dokumen SEG

LIPOSSTREAMING.NEWS- Hendak melayat, namun berujung maut. Hal ini dialami Iwan (42), warga Desa Pauh I, Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara). Iwan meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan, Selasa (24/5/2022) sekitar pukul 05.00 WIB di Jalan Tol Palembang Betung KM 28, Desa Lalang, Kecamatan Sembawa, Kabupaten Banyuasin.

Sekitar pukul 12.29 WIB, sejumlah kerabat korban masih menantikan kedatangan jenazah Iwan. Usai kecelakaan, bapak dari dua orang anak tersebut sempat dibawa ke RS Siti Khodijah Palembang lalu jenazahnya dibawa ke Desa Pauh I, Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Muratara.

Iwan selama ini diketahui sebagai petani karet di Desa Pauh I, Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Muratara. Namun satu tahun terakhir dia sempat beralih menjadi sopir carteran. Tidak jarang juga dia mengambil job mengantar penumpang hingga ke luar daerah.

Awalnya Iwan diajak kerabatnya, Sapirin yang merupakan warga Pauh I, untuk menjadi sopir ke Lampung untuk melayat kerabatnya yang meninggal. Dari Desa Pauh mereka berangkat 5 orang termasuk Iwan sebagai sopir.

Mereka berangkat, Senin (23/5/2022) sekitar pukul 19.00 WIB, menggunakan Mobil Suzuki APV warna silver Nomor Polisi BD 1728 K itu. Ada Iwan, Sapirin, Novi, Sari, dan Sutri.

Namun, mendadak menjadi duka yang lebih dalam setelah mobil yang dikendarai Iwan, alami kecelakaan maut di Jalan Palembang Betung KM 28, Desa Lalang, Kecamatan Sembawa, Kabupaten Banyuasin.

Mobilnya ringsek dan terpental setelah menabrak truck bermuatan bahan bangunan Nopol BG 8610 UV yang dikemudikan Febriansyah dari arah berlawanan.

Sekretaris Desa (Sekdes) Pauh I, Deri saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tragis yang menimpa warganya. Dari informasi yang dia dapat, satu warga yang dinyatakan meninggal yakni Iwan dan sejumlah warga Pauh lainnya seperti Sopirin, Sari, Sutri, Novi masih kritis dan masih mendapat perawatan medis.

Kemarin, di depan rumah Iwan, sudah tersedia tenda dan masyarakat silih berganti mengucapkan belasungkawa. Semua pemakaman di TPU yang ada di desa mereka, juga sudah dipersiapkan. “Sekarang keluarga korban, masih menunggu kedatangan jenazah, rencananya akan dimakamkan di TPU dusun. Kabarnya saat ini jenazah sudah dibawa pulang dan di perjalanan,” jelasnya.

Dia mengaku belum mengetahui secara pasti kronologis kecelakaan tersebut, namun dari informasi keluarga korban, korban hendak melayat ke Lampung dan lewat jalan Tol Palembang-Lampung.

Selain itu, Mega kerabat korban yang sempat dihubungi menuturkan, Iwan memang kesehariannya sering menjadi sopir dari desa Pauh-Rupit, dia meninggalkan istri, dan dua anak yakni Coki (14) serta Viona (11).

“Tujuan ke Lampung ado keluargo mang Sapirin yang meninggal di Lampung jadi nak melayat ke lampung. Mereka belum sampe tujuan tapi sudah kecelakaan,” ungkapnya.

Pihak keluarga mengaku masih shock, mengingat kepergian Iwan dan kerabatnya itu terjadi secara mendadak. “Malam itu berat nak melepas berangkat, oleh karno terlalu mendadak ado keluargo yang meninggal di Lampung. Jadi mau dak mau berangkat malam malam,” jelas Mega.

Ia mengaku, kepergian mereka dari Desa Pauh juga nampak sedikit janggal, karena di malam kepergian Iwan ada suara lolongan anjing dan tangisan anjing selalu terdengar menyayat pilu hingga subuh di samping rumah Iwan.

“Mungkin itulah pertando terakhir, kami keluargo berat nak melepas pergi malam itu,” tutupnya.

Kasatlantas Polres Banyuasin AKP Ricky Mozam menuturkan, kecelakaan melibatkan Mobil Suzuki APV BD 1728 K dengan truk pengangkut bahan bangunan BG 8610 UV.

Mobil APV yang dikemudikan Iwan, datang dari arah Jambi tujuan Palembang. Saat tiba di lokasi kejadian, diduga sopir yang mengantuk hilang kendali dan masuk ke jalur berlawanan.

Namun, saat yang bersamaan, datang dari arah berlawanan truk bermuatan bahan bangunan BG 8610 UV yang dikemudikan Febriansyah. Karena tidak dapat dihindari lagi, sehingga membuat tabrakan antara kedua kendaraan tidak dapat dihindari lagi.

“Sopir mobil APV yakni Iwan mengalami patah kaki kanan dan kiri di bawa ke RS Siti Khodijah Palembang. Sedangkan penumpang mobil yakni Sobirin mengalami luka robek di pelipis kanan, Novi mengalami patah kaki, Sutri mengalami patah kaki dan Sari mengalami luka lecet. Semuanya sudah dievakuasi ke RSUD Banyuasin,” jelasnya.

Kecelakaan terjadi, diduga karena sopir Mobil APV mengantuk sehingga hilang kendali dan menabrak truk yang datang dari arah berlawanan. “Mobil Suzuki APV BD 1728 K dikemudikan Iwan. Di dalam mobil itu berpenumpang Sobirin, Sari, Sutri, Novi. Dari pengecekan kami di lapangan dan keterangan saksi, bahwa sopir ini mengantuk sehingga hilang kendali,” jelas Ricky. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *