Wanaha Perosotan Kolam Renang Ambruk, 16 Orang Pengunjung Jadi Korban

WATERPARK: Salah satu daya tarik yang membuat pengunjung datang yakni adanya waterpark perosotan dan kolam renang di Objek Wisata Air Terjun Temam. Untuk menjamin keamanan, pengelola objek wisata di Jalan Raya Temam, Kelurahan Rahma, Kecamatan Lubuklinggau Selatan 1 ini melakukan pengecekan dan perehaban setiap bulan. Foto diabadikan Jumat (6/5/2022).

LIPOSSTREAMING.NEWS – Sabtu 7 Mei 2022 wanaha perosotan di kolam renang di Kenjeran Park (Kenpark) Surabaya ambruk. Kejadian naas itu menyebabkan 16 orang pengunjung menjadi korban. Peristiwa ini jadi pelajaran berharga bagi para pengelola objek wisata khususnya yang ada perosotan kolam renang.

Di Lubuklinggau ada sekitar tiga wahana permainan yang penyediakan perosotan seluncuran berketinggian sekitar 10 meter ini. Salah satunya Waterpark Objek Wisata Air Terjun Temam.

General Manager PT Linggau Bisa Hansein Arip Wijaya mengatakan, untuk memastikan keamanan dan kenyamanan pengunjung PT Linggau Bisa dibantu Anggota Polres Lubuklinggau dan Polsek Lubuklinggau Selatan. Khususnya pada momen selepas Hari Raya Idul Fitri 1443 H.

Objek wisata yang terletak di Kelurahan Rahma, Kecamatan Lubuklinggau Selatan 1 ini menyediakan perosotan spiral melingkar, perosotan cepat serta kolam untuk anak-anak.

“Untuk pengawasan tempat wahana, sebelum lebaran atau bulan puasa kemarin ada petugas kita melakukan pengecekan tempat wahana permainan yang ada di waterpark, dengan melakukan perehapan pada kolam waterpark. Jadi selama satu bulan kita lakukan perehapan dan pengecekan kepada wahana sebagai antisipasi dari kita agar tidak terjadi hal yang diinginkan dengan dipastikan semua aman, “ jelasnya.

“Bahkan perehapan dan pengecekan kepada wahana kita lakukan setiap bulan, jadi karena hendak lebaran kemarin kami cek total” jelasnya.

Tak hanya itu, kata Hansein, setiap wahana permainan dijaga oleh delapan petugas. Enam petugas dari waterpark dan dua orang lagi PT Linggau Bisa. Untuk jaga anak dibawah agar anak tidak tenggelam ada empat orang, mengawasi perosotan ada dua orang.

Selain itu, kata dia, untuk setiap anak yang akan melakukan perosotan juga dibatasi satu anak sekali merosot, agar tidak terjadi penumpukan di atas perosotan.

Ia berharap waterpark Air Terjun Temam menjadi ikon warga yang datang.

“Kami akan lakukan pengawasan yang ketat kepada pengunjung agar tidak hal-hal yang tak diinginkan,” jelasnya.

Sementara Kapolres Lubuklinggau AKBP Harrisandi mengungkapkan pihaknya sudah mengeluarkan surat perintah untuk anggota dalam mengamankan tempat-tempat wisata yang ada di Kota Lubuklinggau.

“Semua kita cek mulai dari Prokes Covid19, alat-alat permainan wahana, serta keamanan dalam kelengkapan permainan wahana seperti kolam renangnya. Saya juga menghimbau kepada pemilik wahana permainan yang ada di Kota Lubuklinggau untuk mengecek alat-alatnya, jangan sampai kejadian seperti waterboom di Surabaya, Jawa Timur,” pintanya.

Harrisandi mengatakan, seandainya ada pengunjung yang menjadi korban saat main di wahana permainan atau objek, mereka bisa melaporkan ke pihak berwajib.

“Ya, kami siap menerima. Karena apabila ada korban berarti ada kelalaian dari pemilik tempat wisata tersebut dan kita kenakan dalam pasal Undang-undang tentang kelalaian dengan ancaman hukuman pidana,” tegasnya.

Bahkan jika ada pemilik objek wisata tidak mau mendengar arahan Kapolres Lubuklinggau dengan melakukan pengecekan alat sebelum wahana dibuka, maka Kapolres akan koordinasi dengan Pemerintah Kota Lubuklinggau untuk menutup tempat wisata tersebut.

“Makanya seperti waterpark atau wahana permainan lainnya kalau ada alat-alat yang kurang memadai untuk keselamatan, kami minta pengelolanya segera memperbaiki. Kalau tidak diperbaiki dan terjadi hal-hal yang tidak dinginkan apalagi ada korban, kami tindak tegas dengan ancaman pidana,” tegas AKBP Harrisandi. (adi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *