Vaksin Dulu, Mudik Kemudian

ILUSTRASI

LIPOSSTREAMING.NEWS – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengizinkan masyarakat melakukan perjalanan mudik pada libur Lebaran tahun 2022. Pemerintah juga mengungkapkan sejumlah syarat lengkap mudik 2022 yang mesti dipatuhi warga.

Jokowi menetapkan syarat para pemudik telah menerima vaksinasi Covid-19 lanjutan atau booster serta menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

“Dengan syarat dua kali vaksin dan satu kali booster serta menerapkan prokes ketat,” jelas mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Kebijakan baru ini mengundang tanya warga yang hendak mudik menggunakan armada Kereta Api Serelo maupun Sindang Marga via Stasiun KA Lubuklinggau.

Hanya saja, Kabag Humas PT KAI Divre III Aida Suryanti, Kamis (24/3/2022) mengungkapkan saat ini pihaknya masih menunggu aturan resmi, terutama terkait petunjuk teknis pelaksanaan dari pemerintah.

Kata dia, sampai kemarin syarat naik kereta api bagi calon penumpang masih mengacu SE Kementerian Perhubungan Nomor 25 Tahun 2022 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri dengan Transportasi Perkeretaapian pada masa pandemi Covid-19 tertanggal 8 Maret 2022.

Diantaranya, calon penumpang KA telah divaksin Covid-19 minimal dosis ke-2. Menyerahkan Surat Keterangan Hasil Negatif Rapid Test Antigen maksimal 1×24 jam atau RT-PCR 3×24 jam sebelum jadwal keberangkatan dikhususkan bagi Pelanggan dengan vaksinasi Covid-19 dosis pertama. Pelanggan yang tidak/belum divaksin dengan alasan medis dibuktikan dengan surat keterangan dari rumah sakit pemerintah. Sementara pelanggan dengan usia di bawah 6 tahun syaratnya adalah didampingi orang tua dan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

“Pada prinsipnya kami mendukung penuh semua aturan yang ditetapkan oleh pemerintah, terkait aturan atau syarat perjalanan termasuk perjalanan mudik Lebaran Idulfitri di tahun ini,” jelas Aida Suryanti dikonfirmasi, kemarin.

Dia menjelaskan, beberapa waktu lalu PT KAI Divre III Palembang juga telah mengeluarkan perubahan jadwal keberangkatan kereta api yang bertujuan salah satu upaya peningkatan pelayanan kepada pelanggan. Serta untuk mengakomodir permintaan agar lebih leluasa dalam mengatur perjalanan lanjutannya.

“Mulai 21 Maret 2022, KA Bukit Serelo relasi Kertapati-Lubuklinggau dan Lubuklinggau-Kertapati mengalami perubahan jam keberangkatan. Untuk relasi Kertapati-Lubuklinggau semula berangkat jam 09.30 WIB menjadi berangkat lebih awal yaitu jam 09.00 WIB, sedangkan relasi Lubuklinggau-Kertapati yang semula berangkat jam 09.00 WIB menjadi berangkat jam 10.15 WIB,” jelasnya.

Hal sama disampaikan VP Public Relations KAI Joni Martinus bahwa PT KAI sejauh ini masih mengacu pada Surat Edaran Kementerian Perhubungan Nomor 25 Tahun 2022 mengenai syarat perjalanan menggunakan kereta api.
Joni mengatakan pihaknya masih menunggu aturan resmi dari pemerintah terkait keputusan penerapan vaksin booster sebagai syarat.
“Terkait arahan presiden untuk aturan mudik tersebut, KAI masih menunggu aturan resmi dari pemerintah terkait petunjuk pelaksanaannya,” tuturnya, Kamis (24/3).
KAI menyatakan akan mendukung pemerintah jika perubahan syarat perjalanan sudah ditetapkan.
“Serta akan mensosialisasikannya kepada para pelanggan dan calon pelanggan,” jelas Joni.

Sementara Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyebut pemerintah akan melakukan pemeriksaan acak terhadap warga pemudik terkait status vaksinasi Covid-19 melalui aplikasi PeduliLindungi.

Bagi warga yang mengakses transportasi umum, proses pemeriksaan dilakukan di awal sebelum keberangkatan. Kemudian, bagi warga yang sudah menerima suntikan dosis lanjutan atau booster tak perlu tes Covid-19, sedangkan warga penerima vaksin dua dosis diwajibkan antigen, dan warga yang baru mendapatkan satu dosis diminta tes PCR.

“Untuk mudik kendaraan umum itu ngeceknya pada saat naik. Tapi mudik dengan kendaraan pribadi itu nanti akan dilakukan random checking,” jelas Budo.

Ia melanjutkan, seluruh upaya itu dilakukan pemerintah lantaran vaksinasi terbukti mampu menekan laju penularan di masyarakat. Mantan Wakil Menteri BUMN itu pun menyatakan relaksasi mudik setelah dua tahun sebelumnya dilarang merupakan salah satu dorongan Jokowi.

Menurutnya, Jokowi telah memerintahkan jajaran menteri untuk memberikan lampu hijau mudik pada warga asal dengan syarat yang dinilai aman, seperti lewat syarat vaksinasi.

“Mudiknya masih lama ya, kira-kira akhir April. Kita akan beresin (aturan) aku rasa paling telat minggu depan keluar. Tapi setidaknya kita sudah sampaikan protokol kesehatannya seperti apa, nanti kita akan formalkan itu dalam bentuk SK Menhub dan Kepala BNPB,” jelasnya.

Dalam kesempatan terpisah, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat potensi jumlah pemudik pada periode lebaran tahun ini mendekati 80 juta.

“Berdasarkan hasil survei dari Balitbang Kemenhub, potensi masyarakat yang akan melakukan mudik mendekati angka 80 juta jika diberlakukan syarat perjalanan dalam negeri seperti yang ada sekarang, yaitu sudah vaksin 2 kali dan tidak dibutuhkan tes antigen/PCR,” jelas Juru Bicara Kemenhub Adita Irawati.

Saat ini, Kemenhub mempersiapkan aturan teknis mengenai persyaratan mudik seperti yang disampaikan Jokowi.

“Diharapkan ketentuan mengenai perjalanan mudik dan pelaksanaannya dapat difinalisasi dalam waktu dekat dan segera diumumkan kepada masyarakat,” jelasnya.

Adita mengimbau masyarakat segera melakukan vaksin booster untuk menjadi perisai diri menghadapi mobilitas masyarakat yang diperkirakan akan sangat meningkat di masa mudik lebaran tahun ini.(cn/de/li/rfm)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *