Terduga Penimbun Migor Hanya Disanksi Administrasi

Tampak stok minyak goreng di salah satu minimarket.
Tampak stok minyak goreng di salah satu minimarket.

LIPOSSTREAMING.NEWS – Penangkapan warga Kota Lubuklinggau yang diduga melakukan penimbunan Minyak Goreng (Migor) ditindaklanjuti oleh Anggota Polres Lubuklinggau. Kemarin (9/3/2022) mereka memanggil pihak Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Lubuklinggau ke Mapolres Lubuklinggau untuk melakukan gelar perkara.

Hal ini dibenarkan Kepala Disperindag Kota Lubuklinggau H Surya Darma, melalui Kabid Pengendalian Barang Pokok dan Penting, Arwandi Andang, Rabu (9/3/2022).

Usai mengikuti gelar perkara, Andang menjelaskan kasus dugaan penimbunan yang dilakukan pihak kepolisian sudah ditindaklanjuti dan sudah gelar perkara, namun penindakannya dan sanksinya seperti apa ranahnya pihak kepolisian, apakah sanksi adminsitrasi atau pidana.

“Kami hanya diminta hadir, untuk menjelaskan mengenai teknis aturannya seperti apa. Kami dari Disperindag Kota Lubuklinggau sudah menegaskan bahwa oknum warga yang diamankan Polisi ini jelas sudah melanggar aturan. Secara hukum banyak melanggar UU Perdagangan, seperti menjual barang diluar jalur distribusi, sementara dia jual langsung ke masyarakat, menjual diatas HET, tidak ada izin dagang minyak goreng dan indikasi penimbunan karena terbukti menyimpan minyak goreng diluar kebutuhan mereka,” ungkapnya.

Selain itu, oknum ini juga trebukti melakukan transaksi jual beli. Ia menegaskan, ini jelas indikasi penimbunan. Polisi lihat ada dua bukti makanya ditindaklanjuti.

“Yang jelas, kejadian ini harus ada syock terapi, namun bentuknya apakah saknsi adminstrasi atau pidana silahkan tindaklanjuti ke pihak kepolisian. Yang pasti, atas kejadian ini masyarakat jadi paham kalau ada ‘yang bermain’, maka tolong jangan dilakukan lagi, karena akan ditindaklanjuti dan ada sanksinya,” tegas Andang.

Ia menjelaskan, sudah tergambar jelas, dalam kondisi ‘air yang keruh ini’ ada yang bermain, yang dirugikan masyarakat. Untuk itu masyarakat harus tenang, jangan panic buying, belilah sesuai kebutuhan. Pemerintah dan pihak kepolisian akan berbuat yang terbaik untuk masyarakat.

Kasus ini, tegas Andang, harus menjadi syock terapi bagi oknum ‘nakal’ yang mengambil keuntungan di ‘air yang keruh’. Yang dilakukan ini jelas salah. Ia minta masyarakat untuk tidak mengikuti permainan mereka, tolong hentikan. Apalagi yang buat viral, membuat masyarakat resah dan panic buying, lalu ada pemain yang melakukan penumpukan barang untuk dijual kembali dengan harga mahal.

“Janganlah membuat masyarakat resah, distributor juga sudah lakukan yang terbaik, sudah mendistribusikan migor dengan baik, dan sudah bekerja sama untuk melaksanakan OP. Kita juga sudah sidak dan hasilnya mereka sudah melakukan sesuai aturan. Dan kita akan tetap berusaha agar kebutuhan Migor di masyarakat tercukupi,” imbaunya.

Ia ingatkan masyarakat, untuk jangan coba-coba bermain, karena pihak Polres terus memantau siapa yang ‘bermain’ dan akan ditindaklanjuti. Dan sudah ada buktinya.

“Perlu diketahui, untuk kategori penimbunan dalam Pemendag memang dijelaskan hanya dalam jumlah tertentu dan waktu tertentu. Namun untuk kategori waktu jika dalam keadaan normal memang 6 bulan, tetapi dalam keadaan tidak normal 1 x 24 jam barang harus diditribusikan karena barangnya ditunggu. Sementara untuk kategori jumlah, ditentukan berdasarkan kebutuhan, tidak ada patokan berapa. Intinya jangan melebihi kebutuhan,” jelasnya kembali. (*)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *