Tawuran di Rel Bikin Resah

TAWURAN : Aksi tawuran saling lempar batu yang terjadi di rek kereta api Kelurahan Dempo, Kecamatan Lubuklinggau Timur 2 Minggu (20/2) sekitar pukul 07.00 WIB.

LIPOSSTREAMING.NEWS – Meskipun sudah ditindak dan ditertibkan, aksi tawuran para remaja di sekitar rel Kereta Api (KA), Kelurahan Dempo, Kecamatan Lubuklinggau Timur 2 masih terjadi. Bahkan minggu ini, dua kali aksi tawuran di lokasi yang sama.

Pertama Sabtu (19/2) malam tawuran terjadi sekitar pukul 23.00 WIB, lalu Minggu (20/2) sekitar pukul 07.00 WIB tawuran kembali terjadi.

Saat dipantau di lokasi pagi kemarim, sekitar pukul 06.00 WIB belum terlihat anak-anak remaja yang sering terlibat tawuran kumpul. Hanya ada seorang anak terpantau duduk di dekat rel, dan membawa pisau didalam bajunya. Kemungkinan dia salah seoarang anggota yang akan ikut tawuran.

Menurut warga sekitar saat ditemui sebelum terjadi tawuran Minggu pagi, mengatakan tawuran ini dekat rumahnya memang sering terjadi setiap Minggu pagi dan tidak pasti asal mereka yang tawuran.

“Tadi malam sekitar pukul 23.00 WIB juga terjadi tawuran, warga sekitar keluar semua yang atap rumahnya kena lemparan batu. Bahkan belum lama ini kasi tawuran mereka membuat kaca Mobil Satpam RS Sobirin pecah terkena lemparan batu,” ungkapnya.

Ketua RT 10, Sagiman membenarkan Sabtu malam sekitar pukul 23.00 WIB juga terjadi tawuran, pada saat itu ada warga santai-santai duduk di rel kereta api, tiba-tiba datang lebih dari sepuluh anak-anak dari arah Rumah Sakit Dr Sobirin, dan lawannya dari arah sebaliknya.

“Tahu-tahu mereka teriak, sudah itu lempar-lemparan batu, mereka mengejar lawannya ke arah belakang rumah sakit. Sempat dicenggat warga, eh malah mau diajak ribut oleh mereka,” jelas Sagiman, Minggu (20/2).

Ia mengaku, tidak ada korban pada saat tawuran tadi malam. Namun warga resah. Apalagi ada atap dan dinding rumah warga sekitar yang terkena lemparan batu. Sebelumnya pernah ada dari kepolisian, pihak Kecamatan, Babinsa, dan Satpol pp kumpul dan patroli di lokasi, setelah itu sudah satu bulan ini tidak ada lagi, makanya aksi tawuran kembali lagi.

“Kalau ada aparat mereka takut, lalu bubar. Kalau mau menghentikan aksi mereka, patrolinya harus dari pagi, sebelum mereka kumpul. Kalau merrka kumpul-kumpul ‘nunggu gulanya’ istilahnya,”ungkap Sagiman.

Ia mengaku warga sudah sangat terganggu namun tidak bisa mencegahnya. Warga bahkan sudah ngamuk-ngamuk.

“Memang anak-anak itu kurang kerjaan, pendidikannya kurang jelas,” tegasnya.

Sementara itu, Lurah Dempo, M Juarsyah membenarkan aksi tawuran tersebut. Namun ia memastikan jika anak-anak yang terlibat tawuran itu bukan warga mereka. Tempat tawuran saja di wilayah mereka.

Selama ini yang terdata, mereka warga Mesat Seni dan Karya Bakti, sementara lawannya anak jalan (anjal) yang hobi ngelem di Jembatan Penyebrangan Orang (JPO).

“Untuk mencegahnya, tidak hanya dari pihak kelurahan tapi seluruh pihak terkait juga sudah dilibatkan baik masyarakat maupun pemerintahan serta kepolisian dan TNI juga ikut melakukan pencegahan selama ini,”jelas Juarsyah.

Ia juga mengakui, terjadi tawuran lagi karena sudah beberapa minggu ini tidak diawasi.

“Mereka itu pintar. Kalau kita nognkrong disana mereka hanya duduk-duduk saja di rel itu, setelah kita pergi baru mereka tawuran,” tegasnya.

Menanggapi kembalinya aksi tawuran ini, Kasat PolPP Kota Lubuklinggau, Walyusman mengatakan setiap Minggu pagi petugas Sat PolPP, Bhabinkamtibmas dan Babinsa serta pihak kelurahan sudah berjaga di sekitaran rel kereta api. Lokasi tersebut diakuinya, memang sering menjadi lokasi tawuran.

Ia mengakui, beberapa pekan terakhir sejak ada warga yang terkena lemparan batu oleh anak-anak yang melakukan tawuran tidak pernah lagi terjadi tawuran.

Namun demikian tegasnya, petugas Sat PolPP tetap jaga di sekitar lokasi tersebut. “Sesuai dengan tugas PolPP kami akan terus berjaga setiap Minggu, sekaligus pengamanan car free day di sekitar lokasi tersebut,” tambahnya.

(cw02/sin)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *