Sulit Produksi, Gara-gara Minyak “Hilang”

LIPOSSTREAMING.NEWS – Polemik kelangkaan Minyak Goreng (Migor) saat ini masih terus berlanjut. Bahkan tanpa disadari, Migor curah pun ikut ‘hilang’ di pasaran.

Kondisi ini sangat dikeluhkan pelaku UMKM di Kota Lubuklinggau, yang selama ini dalam menjalankan usahanya menggunakan minyak curah. Salah satunya produsen tahu goreng di Kelurahan Dempo, Siti Muslihat. Ia kini sangat kesulitan untuk mendapatkan Migor.

“Kami ini pakainya minyak curah, eh sama sekali gak ada lagi yang jual. Ya terpaksa pindah ke migor kemasan, la sekarang lagi langka juga. Makin sulit kalau seperti ini,” tegas Siti.

Ia berharap, pemerintah serius menyikapi kondisi ini.

“Tolong lah pak, kami ini hanya mengandalkan Migor curah. Kalau harga kacang kedelai naik, migor susah adapun harganya tinggi, gimana kami mau produksi. Sementara kalau mau setop kami mau makan bagaimana,” harapnya.

Senada disampaikan Prita, pedagang gorengan. Tiga hari ini ia yang biasa jualan didepan rumahnya setiap pagi, mengaku menutup warungnya dulu karena sulit mendapatkan minyak.

“Migor kan bahan baku utama juga. Ya kalau gak ada minyak, gan bisa ada gorengan. Migor curah yang harganya bersahabat dengan kami pedagang kecil ini sudah gak ada lagi jualannya, migor kemasan sulit dapatnya. Ya pilihannya satu, tutup warung. Konsekuensinya ya irit mau beli makan dirumah. Penghasilannya juga setop,” ungkap Prita.

Kabid Pengendalian Barang Pokok dan Penting, Disperindag Kota Lubuklinggau Arwandi Andang membenarkan kondisi ini. Sementara ‘pemain’ minyak curah saat ini menguasai perdagangan di Lubuklinggau hampir 40 persen.

“Inilah kenapa kelangkaan minyak makin berlanjut. Bayangkan saja yang biasanya 40 persen menyiapkan Migor curah, saat ini hilang diperedaran. Mereka kini terpaksa beralih ke minyak kemasan. Sementara dari 60 persen sisanya, baru 30n persen pemain yang masuk oleh merek Wilmar,” jelasnya.

Namun sekali lagi iamengimbau warga untuk tidak resah. Kita sama-sama berharap, kondisi ini bisa segera diatasi pemerintah pusat yang punya kewenangan.

“Intinya sekali lagi, jangan panic buying,” imbaunya.

Bahkan saat ini tambahnya, tidak hanya Migor curah, Gula pasir pun berangsur ‘menghilang’. (rfm)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *