JM Lubuklinggau Kena Tegur Disperindag

minyak goreng kemasan (Ilustrasi)
minyak goreng kemasan (Ilustrasi)

 

LIPOSSTREAMING.NEWS – Masih memberlakukan syarat belanja Rp 100 ribu baru boleh membeli Minyak Goreng (Migor), pihak JM Supermarket kena tegur Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Lubuklinggau, Rabu (9/3).

Sekitar pukul 11.00 WIB, Kabid Pengendalian Barang Pokok dan Penting, Disperindag Lubuklinggau Arwandi Andang datangi JM Supermarket untuk memberikan peringatan keras, agar apa yang mereka lakukan itu tidak diulangi kembali.

Mereka jelas Andang ditemui usai sidak, merupakan mitra Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau. Setiap pelaku usaha adalah mitra, dan pemerintah wajib melakukan pembinaan ke semua mitra mereka.

“Imbauan dan peringatan awal sudah disampaikan saat rapat bersama DPRD, dan sudah kembali saya ingatkan melalui media massa. Namun ternyata tetap dilakukan, terpaksa kami ingatkan kembali secara langsung,” ungkap Andang.

Ketika mereka masih mau dibina, ini yang diharapkan.

“Kita ingatkan lagi mereka, UU nya jelas. Dalam UU Perlindungan konsumen ditegaskan apa yang mereka lakukan salah dan dilarang, makanya jangan dilakukan lagi. Jika masih dilakukan kami akan melakukan langkah yang lain, bisa peringatan tertulis atau langkah lainnya,” jelas Andang.

Pihaknya berharap setelah diberikan teguran mereka tidak lagi melanggar, karena mereka mitra pemerintah yang sudah membantu membuka lapangan pekerjaan.

“Tapi kalau tidak mau dibina, ya apa boleh buat. Misalkan diingatkan sekali masih, ditegur secara lisan juga masih artinya kan masuk kategori bandel. Kita ini ibaratnya wasit, ketika ada pemain yang melanggar ya kita ingatkan, masih kasih kartu kuning. Dua kali diberikan kartu kuning masih juga, kita keluarkan kartu merah. Makanya tadi kita tegaskan setop, jangan lakukan lagi. Mereka sempat berkilah mau melapor dulu keatasan, saya bilang jangan ditunda segera setop lakukan syarat tersebut,” tegasnya.

Pihak JM Supermarket juga beralasan, menerapkan syarat tersebut karena khawatir ada antrian panjang masyarakat yang bisa membuat barang dagangan lainnya rusak.

“Saya sarankan tadi letakan dibawah atau tidak usah jual minyak. Solusi lainya, jual ke eceran langsung. Dalam kondisi saat ini ayolah sikapi dengan bijak, jangan dimanfaatkan, masyarakat lagi panic. Kita harapkan teguran ini bisa dipatuhi. Ayo patuh, rambu-rambunya sudah ada. Kalau mereka membatasi boleh saja, tapi kalau diberlakukan syarat, itu jelas melanggar,” imbaunya.(*)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *