Sapi Tertular Penyakit Tidak Sah jadi Hewan Kurban

Ketua MUI Kota Lubuklinggau - Dr (Hc) KH Syaiful Hadi Ma'afi
Ketua MUI Kota Lubuklinggau - Dr (Hc) KH Syaiful Hadi Ma'afi

LIPOSSTREAMING.NEWS – MEREBAKNYA penularan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Lubuklinggau, membuat Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Lubuklinggau Dr (Hc) KH Syaiful Hadi Ma’afi mengingatkan warga yang ingin berkurban saat Idul Adha 1443 H, agar memastikan hewan kurbannya nanti tidak tertular PMK.

“Karena hewan kurban harus hewan yang tidak cacat. Artinya kalau sapi, ya yang sehat baik secara fisik maupun psikis atau non fisiknya. Jika sudah dinyatakan tertular penyakit ya berarti tergolong cacat. Usahakan untuk hewan korban harus sapi yang prima. Jangan yang tidak prima karena ini untuk dibagikan ke orang banyak,” tegas Syaiful Hadi, Selasa (17/5/2022).

“Jangankan hewan yang sakit. Hewan kurban yang ada luka bekas bajak saja sudah dianggap cacat. Ya artinya gak boleh,” tegasnya lagi.

MUI pun tegasnya, akan segera melakukan pertemuan untuk membuat imbauan ke masyarakat terkait kesiapan hewan qurban.

“Soal dagingnya boleh dikonsumsin itu dari sisi kesehatan, ya silahkan sah-sah saja.
Kalau untuk korban sesuai syariat islamnya ya harus sehat. Apalagi qurban tidak ikut soal harga sapi, tapi soal kegagahan sapi yang di qurbankan. Kan hewan qurban akan menjadi kendaraan kita disana. Kalau sakit gimana bisa jadi kendaraan kita nanti,” jelasnya.

Ia pun mengimbau kepada masyarakat yang mau berkurban harus hati-hati dan teliti.

“Bila perlu sebelum membeli kordinasi atau sharing dengan ahlinya yang berkompeten.

Secata rutin MUI jelang Lebaran Idul Adha melalui bagian bidang pengkajian dan penelitian termasuk masalah kehalalan dan kesehatan hewan kurban akan rutin melakukan sosialisasi. Mereka akan kami ajak koordinasi soal ini. Karena kami juga baru tahu, selama ini yang kami ketahui hanya ada di pulau Jawa,” tambahnya. (lipos)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *