Rodi : Kemungkinan Pileg Ditunda 2027

RODI

LIPOSSTREAMING.NEWS – Jadwal pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) serentak 2024 sudah diputuskan. Namun baru-baru ini, jadwal tersebut menjadi tidak menentu setelah keluarnya wacana penundaan Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Bahkan Ketua DPRD Kota Lubuklinggau yang juga Ketua DPD Partai Golkar Kota Lubuklinggau, H Rodi Wijaya saat dibincangi juga memberikan informasi yang cukup mengejutkan.

Menurutnya, kemungkinan besar Pileg dan Pilpres 2024 ditunda ditahun 2027. Sebab tahun 2022 sudah masuk tahapan Pileg dan Pilpres, sementara anggaran untuk melaksanakan Pileg dan Pilpres belum ada di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun anggaran 2022.

“Makanya, untuk Pileg kemungkinan besar ditunda karena sampai dengan saat ini anggaran untuk melaksanakan tahapan Pemilu belum dianggarkan di APBD 2022,” ungkap Rodi saat dibincangi, Minggu (27/3/2022).

Namun untuk Pilkada kemungkinan tetap dilaksanakan tahun 2024, karena anggaranya sudah ada di APBN 2022. Untuk Pilkada Gubernur, Bupati dan Walikota tetap dilaksanakan 2024. Tapi untuk Pileg dan Pilpres ditunda.

“Wacananya seperti itu. Karena kita melihat dari sisi anggaran karena tahun ini tahapan Pileg dan Pilpres sudah harus dimulai dan anggaran untuk membentuk perangkat pelaksana Pilge dan Prispres belum dianggarkan di APBN 2022. Seharusnya tahapannya sudah jalan tahun ini,” jelasnya.

Menurut Rodi, berdasarkan konstitusi Pemilu tidak bisa ditunda. Tapi kalau keadaan darurat perlu dipertimbangkan lagi karena biaya-biaya yang ada sekarang siapa yang akan menanggungnya.

“Keputusannya ada di pemerintah,” ucapnya.

Menurut Rodi Wijaya, ada baik dan buruknya jika Pemilu ditunda.

“Kalau ditunda baiknya bagi pemerintah mungkin tidak mengeluarkan dulu biaya. Kalau bisa sepakati menjadi baik, kalau tidak sepakat itu yang tidak baik,” tambahnya.

Sejak berdirinya Kota Lubuklinggau tahun 2021 sudah empat kali Pilkada. Satu kali pemilihan Walikota dan Wakil Walikota dipilih oleh DPRD Kota Lubuklinggau tahun 2003 dan tiga kali Pilkada langsung dipilih oleh masyarakat tahun 2008, 2013 dan 2018. Dari dari empat kali Pilkada tersebut Golkar berhasil memenangkan Pilkada bersama Parpol koalisi.

“Empat kali Pilkada Partai Golkar menang,” ucapnya.

Berbicara mengenai Pilkada serentak 2024 Rodi Wijaya menegaskan semua kader Partai Golkar berpeluang dicalonkan oleh partai untuk nyalon Walikota Lubuklinggau. Untuk itu katanya silakan kader membangun komunikasi dengan masyarakat dan juga dengan partai politik lain untuk membangun komunikasi koliasi.

“Semua kader partai (Golkar) berpeluang dicalonkan oleh Partai untuk nyalon walikota. Silakan membangun komunkiasi dengan masyarakat dan mengajak Parpol lain untuk berkoalisi,” tegasnya. Yang menentukan siapa yang akan dicalonkan oleh Partai Golkar merupakan keputusan DPP Partai Golkar tentunya berdasarkan pertimbangan.

“Tentunya yang dicalonkan peluang menang lebih besar,” tambahnya.

Disinggung apakah siap mencalonakn diri menjadi walikota Lubuklinggau. Ia pun mengaku siap, ketika ada perintah.

“Kalau diperintah partai untuk nyalon walikota kita siap. Demikian juga kader lai, ketika diperintahkan partai harus siap,” tegasnya.

Lalu bagaimana dengan kesiapan Parpol lainnya ?

Ketua DPD PDI-Perjuangan Provinsi Sumsel, H.M Giri Ramanda N Kiemas usai meletakan batu pertama pembangunan sekretariat PDI-Perjuangan Kota Lubuklinggau menargetkan, semua DPC PDI-P di daerah yang ada di Sumsel, menang dalam Pemeilihan Legislatif (Pileg). Termasuk di Kota Lubuklinggau, yang selama ini baru berhasil merebut kursi Waka II DPRD Kota Lubuklinggau.

Giri menargetkan, di Lubuklinggau PDI-P bisa merebut enam kursi dan menjadi Ketua DPRD Kota Lubuklinggau.

Karena menuju Pilkada 2024 tegas Giri, PDI-P menunggu hasil Pileg yang dilaksanakan di Februari 2024. Makanya saat ini mereka fokus membangun kekuatan internal partai, sehingga mereka punya kekuatan yang masif dan solid di 2024 baik di DPRD Kota/Kabupaten atau di DPRD Provinsi.

“Kita harus pastikan bisa merebut kursi DPRD, dan bisa mengusung calon di Pilkada. Kita fokus membangun infrastru PDI jaringan partai konektivitas pemilih partai, sehingga di 2024 PDI memiliki kursi yang cukup baik untukm mengusung calon Wali Kota, Bupati atau Gubernur,” tegasnya, Sabtu (26/3).

Setelah Februari lanjut Giri, mereka baru akan bicara siapa yang akan mereka usung di Pilkada. Baik di Daerah maupun di Provinsi. Tanpa kursi di legislatif tegasnya, mereka hanya berkhayal atau berandai-andai karena belum jelas berapa kursi di legislatif yang mereka dapat

“Target, Kota Lubuklinggau Ketua DPRD. Nanti baru kita lihat bagaimana dan siapa kader yang akan kita calonkan di Pilkada Kota Lubuklinggau. Kader kita banyak yang siap, ada Rustam, Hambali, Arie dan Wansari. PDI siap calonya. Makanya pastikan dulu kursinya dulu, jangan berandai-andai,” ungkapnya/

Ia pun berpesan ke seluruh pengurus DPC PDI-P Kota Lubuklinggau, karena ini sudah kepengurusan baru dan bakal ada kantor sendiri, harus tetap solid dan kompak, untuk memenangkan PDI-P.

“Mudah-mudahan solidaritas pasukan dan jaringan semakin baik. Apa yang menjadi kendala di lapangan dibicarakan sama-sama, sehingga kita punya gerakan yang terkoordinasi dan tersistematis untuk memenangkan PDI-Perjuangan di Kota Lubuklinggau,” pesannya.

Ketua DPC PDI-P Kota Lubuklinggau, Hambali Lukman pun menegaskan jika pihaknya siapmelaksanakan dan mewujudkan target tersebut.

“Ya kita akan berjuang keras, gotong royong untuk mencapai target tersebut. Caranya, tentu dengan menyiapkan infrastruktur partai, PDI-P saat ini konsen ke sana. Kita solidkan pasukan mulai dari pengurus ranting hingga ke DPC,” tegasnya.

Pihaknya pun untuk mewujudkan target tersebut butuh penambahan dua kursi.

“Penambahan dua kursi tersebut kita fokuskan di Daerah Pemilihan (Dapil) Timur dan Utara karena ada potensi. Lalu pesan ke incumbent harus turun kebawah. Banyaknya anggota DPRD incumbent yang kemarin gagal harus menjadi pelajaran,” ungkapnya.

Target sama juga disampaikan oleh Ketua DPP Partai NasDem bidang pemenangan Pemilu wilayah Sumatera III, Fauzi H Amro. Ia manergetkan Partai NasDem di Musi Rawas, Lubuklinggau dan Muratara (MLM) menang pada Pileg 2024, dan berhasil merebut kursi pimpinan DPRD.

Saat reses perseorangan, ia pun konsentrasi melakukan konsolidasi ke DPD Partai NasDem di MLM untuk memastikan kesiapan mereka dalam menghadapi verifikasi baik internal maupun KPU, lalu kesiapan pemilu serta kesiapan infrastruktur partai.

“Dari laporan pengurus DPD, DPC, DPRT, kita meyakini Kota Lubuklinggau, Mura dan Muratara. Khususnya di Lubuklinggau kita targetkan bisa merebut 6 kursi. Kalau ini tercapai kita akan mencalonkan kader kita sendiri untuk Cawako saat Pilkada Kota Lubuklinggau. Entah membangun koalisi atau mengusung sendiri,” tegasnya.

“Dari hasil konsolidasi kita, saya meyakini dan optimis DPD Partai NasDem di MLM bisa menjadi pemenang Pemilu,” tegasnya lagi. (rfm/sin)

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *