Penyebab Lubuklinggau Macet Menjelang Lebaran

LIPOSSTREAMING.NEWS – Kepadatan kendaraan jelang Hari Raya Idul Fitri 1443 H, mulai terjadi. Selain banyaknya kendaraan pemudik dan warga yang berbelanja, parkir liar menjadi pemicu kemacetan saat ini.
Kondisi ini sangat dikeluhkan warga. Mereka kesal banyaknya kendaraan parkir sembarangan di pinggir jalan, yang memperparah kemacetan.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Lubuklinggau H Abu Ja’at melalui Kabid Sarana dan Prasarana, Nasrul Ridwan, Jumat (29/4/2022) mengungkapkan ternyata hanya 200 lokasi parkir di Kota Lubuklinggau yang dikelola Dinas Perhubungan (Dishub).

“Dari 200 titik, itupun ada yang aktif ada yang tidak. Itu mulai dari yang kecil, sedang dan besar. Kalau yang besar langsung dikelola Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Lubuklinggau. Kalau yang dikelola kita seperti di depan-depan toko ini dan dengan lokasi yang kecil,” jelas Nasrul.
Terkait parkir liar di titik-titik keramaian, Nasrul menjelaskan parkir in ada yang siang, ada juga yang malam. Dan parkir ini sifatnya relatif. Untuk itu, sebaiknya diadakan uji petik.

“Kita tetap estimasi dengan adanya parkir liar, contoh seperti parkir pada malam hari di depan Resto Monaco ini yang perlu kita sikapi mulai dari estimasi hingga pengelolaannya. Tetap ada itu setoran. Setoran ini kita tetapkan melalui uji petik tapi uji petik itu sudah lama 3 tahun yang lalu. Makanya relatif karena juru parkir perlu juga untuk penghasilannya,” jelasnya.

Terkadang dilanjutkannya, orang yang parkir mobil atau motor ini yang jadi persoalan, ada yang parkir lama hingga sembarangan.
“Ini juga yang sering dikeluhkan juru parkir, terkadang orang yang parkir mobil bisa berjam-jam. Untuk mendapat Rp 15.000 saja sulit. Inilah yang membuat juru parkir kewalahan, mereka jugakan perlu makan. Orang yang parkir ini juga terkadang tidak mau mikir, parkir sampai berjam-jam terkadang 1 mobil bisa parkir 4 jam. Jadi untuk motor ini jadi kecil untuk lokasi parkirnya,” ungkapnya.

Sebenarnya dilanjutkannya, untuk parkir ini tidak boleh kiri kanan jalan, contoh sebaris kanan motor sebaris kiri mobil ini yang seharusnya.
“Kalau parkir motor tempat motor tidak boleh berlapis-lapis begitu juga mobil memang harus disediakan tempat mobil. Tapi kan kondisinya beda kalau sekarang, apalagi jelang lebaran juga. Tapi memang kondisi jalan kita ini juga kan kecil. Ada solusinya sebaiknya pemerintah membuatkan tempat parkir khusus, jadi seluruh yang mau parkir langsung di sana seperti di Muara Enim, Palembang ada parkir khusus. Terkadang masyarakat ini yang sembarangan, alasannya sebentar-sebentar. Ya itu karakteristik masyarakat dan juga yang parkir ini juga kan banyak mulai dari Muratara, Musi Rawas, Curup, Sarolangaun Jambi, dan Empat Lawang. Jadi susah juga mau mengaturnya,” tegasnya.

Kota Lubuklinggau ini ditambahkannya, aturannya juga sudah jelas tidak boleh parkir berlapis, masalah retribusi itu belum capai target tapi ada realisasi.
“Retribusi tidak tercapai ini karena untuk titik parkir ada yang sepi ada juga yang ramai dan juga situasi terkadang hujan apa lagi seperti tahun lalu pandemi, lalu orang yang parkir ini lama untuk bayar lebih juga tidak mau,” ungkapnya.

Ia mengharapkan untuk yang mau parkir yang sesuailah ditempatnya, yang motor parkir motor, mobil juga seperti itu di tempatnya. Nanti kita akan memanfaatkan lahan-lahan yang masih kurang seperti Taba Pingin dan Marga Mulya sampai ke Simpang Periuk karena potensi sekarang masih 30 persen. Potensi masih besar, kenapa realisasi kecil karena masih di seputaran Pasar Pemiri, Jawa Kanan, Jawa Kiri, Taba Koji, dan Taba Jemekeh.
“Kita tetap optimis kedepannya, apa lagi penataannya. Asalkan kita bekerja sama mulai dari Kepolisian dan Satpol PP,” harapnya. (LIPOS)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *