Sempat Viral !!! Namun Penimbun Solar Bersubsidi Tidak Ditahan

TUNJUKKAN- Kapolres Lubuklinggau AKBP Harrisandi menunjukkan mobil Isuzu Panther Nopol BD 1870 KZ dengan tangki modifikasi pengangkut solar subsidi yang diamankan di Mapolres Lubuklinggau, Rabu (6/4/2022). Mobil tersebut ditangkap saat antre BBM di SPBU Siring Agung, Senin (4/4/2022).

LIPOSSTREAMING.NEWS – NAMUN tidak ditahanya pelaku penimbun solar bersubsidi oleh pihak Kepolisian Lubuklinggau sangat disayangkan oleh Pengamat Ekonomi, Dr Yan Sulistyo.

“Seharusnya, bukan barang buktinya saja ditahan namun termasuk juga pemilik kendaraan juga ditahan. Karena apabila pelakunya tidak ditahan, ada kemungkinan kembali lagi. Lagipula dengan tidak ditahannya pemilik mobil atau oknum yang melakukan penimbunan solar, artinya itu kelalaian pihak kepolisian dalam hal menindak oknum penimbun solar dan pengguna mobil dengan tangki modifikasi,” jelas Dr Yan, Rabu (6/4/2022).

Karena lanjutnya, kita ketahui kondisi sekarang sedang tidak normal namun banyak oknum yang manfaatkan kondisi langkanya solar subsidi ini. Bahkan mereka berani melakukan kejahatan seperti memodifikasi kendaraan untuk menimbun minyak solar subsidi. Jadi ancaman hukuman sangat banyak, selain melanggar UU Migas terkait penimbunan, juga melanggar Undang-undang Lalu Lintas tentang Modifikasi Tangki Kendaraan.

Begitupun untuk oknum petugas SPBU, tegas Yan. Petugas kepolisian harus melakukan penyidikan kembali kepada oknum pembeli apakah ada kerja sama dengan pegawai SPBU atau pemilik SPBU atau tidak. Jika ada, maka oknum petugas SPBU juga bisa dikenakan pidananya.

“Apalagi ada oknum penimbun solar sudah mengakui jika mereka memberikan upah kepada oknum karyawan SPBU sebesar Rp 15 ribu per dirigen. Sudah seharusnya oknum SPBU yang bersangkutan dikenakan sankai karena menerima sogokan dari penimbun solar. Bila perlu pemilik SPBU juga dikenakan sanksi, karena tidak memperhatikan pekerjaan pegawainya,” tegas Yan.

Yan memastikan, jika pelaku penimbun solar maupun oknum petugas SPBU tidak ditahan, maka tidak ada efek jeranya bagi mereka. Kemungkinan besar, mereka akan melakukan kesalahan kembali.

“Makanya, siapa yang salah ya harus ditahan untuk efek jera. Baik itu penimbunnya, oknum SPBU yang menerima sogokan sampai pemilik SPBU. Bila perlu laporkan juga ke pihak Pertamina, agar SPBU ‘nakal’ seperti ini diberikan peringatan bahkan bisa saja sampai dilakukan penutupan sebagai sanksi,” ungkapnya kembali. (adi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *