Pengurus Masjid Agung Al’Ba’ari Terima Sedekah Sampah

Manager Bank sampah Al Baari Kota Lubuklinggau, Irwansyah menerima sadaqoh sampah kering dari salah seorang warga saat launching program Bank Sampah Masjid Agung Al - Baari di Kelurahan Jawa Kanan SS, Kecamatan Lubuklinggau Timur II, Jumat (11/2/2022).

LIPOSSTREAMING.NEWS– Warga Kota Lubuklinggau yang ingin bersedekah, saat ini tidak harus sedekah uang. Mereka kini bisa sedekah sampah, di pengurus Bank Sampah MAsjid Agung Al-Ba’ari Lubuklinggau, di Kelurahan Jawa Kanan SS, Kecamatan Lubuklinggau Timur II. Pasalnya, kemarin pengurus Masjid Agung Al-Ba’ari resmi melaunching program bank sampah mereka. Dimana melalui program ini, mereka menerima masyarakat yang ingin bersedekah sampah.

Saat launching, Ketua Umum Masjid Agung Al – Baari Indra Syafe’i menjelaskan bank sampah ini merupakan program unggulan dari masjid Agung Al-Baari. Program ini diakuinya sudah lama direncanakan, namun baru saat ini diwujudkan. Dan program ini pun sudah disetujui oleh Wali Kota Lubuklinggau H SN Prana Putra Sohe untuk diterapkan.

“Makanya, kita membuat kepengurusan kemarin. Dan ini masuk dalam unit pengurus masjid Al-Baari diluar kepungurusan masjid Al-Baari yang di manageri oleh Irwansyah dibantu oleh Samsudin, M Yasin Alek, Agus dengan sekretaris umum H Baharudin serta koordinator H Jamaludin,” jelasnya, Jumat (11/2/2022)

Mengapa bank sampah jadi program unggulan. Karena pihaknya tegas Indra, ingin ikut membantu Pemkot Lubuklinggau dalam menyelesaikan permasalahan sampah yang ada di Kota Lubuklingau. Selain itu dari sedekah sampah yang bernilai ekonomis bisa mereka jual, dan nanti uang hasil pengelolaan sampah bisa membantu masyarakat yang tidak mampu yang ada disekitar masjid.

Selain program bank sampah lanjut Indra, mereka juga banyak program unggul lainya. Seperti program dana bergulir yang kepengurusan sama dengan kepngurusan bank sampah. Bahkan mereka juga sudah melaksanakan kerja sama dengan aksi cepat tanggap (ACT) dari lembaga sosial, yang mulai tahun 2022 mereka kembali dengan mengelola sendiri.

Manager Bank sampah Al Baari Lubuklinggau, Irwansyah menjelaskan sampah yang mereka terima dari warga yakni sampah anorganik atau sampah kering yang mempunyai nilai ekonomis, yang nantinya dijual lagi, bekerja sama lagi dengan pengepul. Dengan uang dari sampah tersebut akan dikelolah lagi, yang nantinya bisa jadi pemasukan untuk masjid Al-Ba’ari.

“Kita semangat mengelolah bank sampah ini walaupun dimulai dari nol atau diri sendiri. Sedangkan untuk dana bergulir dari sumber dana infaq dan sedekah dari jemaah. Apabila bank sampah telah berjalan, uangnya tersebut kita akan bagikan ke warga yang tidak mampu,” jelasnya.

Sementara untuk program dana bergulis, mereka akan menyeleksi dari lima sampai 10 warga yang akan menerima dana, dan mengecek usahanya apa. Lalu calon penerima bantuan akan diwawancara, apabila dinilai pantas akan diberikan bantuan dana bergulir, dengan harapan bantuan bisa dikembalikan kembali tanpa bunga.

Ia berharap dana bergulir ini terus berjalan setiap tahunnya. “Kita akan selektif memilih warga yang berhak menerima bantuan tersebut. Dengan bantuan berupa uang antara Rp 500 ribu sampai Rp 1 juta dengan jangka waktu pengembalian selama 10 bulan. (adi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *