Daripada Bangun Taman, Disperkim Linggau Fokus Pemeliharaan

SEMPROT - PHL Petugas taman sedang menyirami tanaman yang ada di median jalan untuk perawatan. Penyemprotan ini rutin dilakukan.

LIPOSSTREAMING.NEWS – Hingga saat ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau memiliki 45 titik taman. Tiga diantaranya, taman olahraga seperti Taman Olahraga Silampari (TOS) Taman Olahraga Megang (TOM) dan Taman Olahraga Teman (TOT).

Untuk itu, tahun 2022 Sekretaris Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperkim) Kota Lubuklinggau, Misno menegaskan jika pihaknya belum lagi merencanakan akan membangun taman. Namun mereka lebih fokus ke pemeliharaan dan perawatan.

Untuk stok tanaman mereka juga selalu stand by dikantor. Supaya ketika ada yang perlu diganti, tanaman penggantinya sudah siap.

“Karena taman yang kita rawat, bukan hanya taman olahraga. Tapi semua taman, termasuk taman diwilayah perbatasan serta taman di median jalan. Tahun ini belum ada lagi pembangunan taman yang baru,” ungkapnya.

Untuk perawatan jelas Misno, banyak yang harus dilakukan oleh PHL petugas taman mereka. Mulai dari menyirami tanaman, memotong atau mencabut rumput, memberikan pupuk sampai mengganti tanaman yang mati.

“Karena ada 45 titik, ada 40 petugas yang kita siapkan untuk melakukan perawatan taman. Seperti memasuki musim kemarau seperti sekarang, petugas kita lebih banyak melakukan penyiraman agar tanaman tidak layu dan mati,” tegasnya.

Khususnya taman di median jalan lanjutnya, perawatan harus cukup ekstra karena sering kali mati, dicabut oleh oknum bahkan ditabrak oleh kendaraan.

Lalu bagaimana untuk TOM, apakah akan ada penambahan taman. Misno menegaskan, untuk pertamanan sudah selesai.

“Belum ada lagi penambahan taman disana. Paling penambahan fasilitas olahraganya lagi karena itu Taman Olahraga, seperti jalur atau track jogging dan sebagainya,” jelasnya.

Kalaupun ada penambahan taman ditahun ini tambah Misno, mereka lebih fokus untuk pembuatan taman di perbatasan wilayah.

“Seperti di Kelurahan Lubuk Kupang, perbatasan dengan Kabupaten Musi Rawas. Disana sering dijadikan tempat pembuangan sampah oleh masyarakat. Makanya kita usulkan dibuatkan taman kecil, agar tidak jadi TPS lagi,” tambahnya. (rfm)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *