Mual, Nyeri Ulu Hati, Sedikit Demam Bisa Jadi Hepatitis Akut Misterius

LIPOSSTREAMING.NEWS – Belakangan ini masyarakat Indonesia digegerkan oleh berita terdeteksinya tiga anak terkena Hepatitis akut misterius. Hal ini setelah Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI melaporkan tiga kematian anak diduga akibat hepatitis, Minggu (1/5/2022).
Diketahui, ketiga pasien tersebut merupakan pasien rujukan dari rumah sakit di kawasan Jakarta Timur dan Jakarta Barat. Pasien tersebut sempat mengalami gejala berupa mual, muntah, diare berat, demam, kuning, kejang dan penurunan kesadaran.
Mengenai penyakit Hepatitis akut, Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS Siti Aisyah Lubuklinggau, dr Ahmar pun memberikan penjelasannya, Kamis (5/5).

Menurutnya, penyakit Hepatitis atau peradangan hai disebabkan oleh virus. Ada Hepatitis A Virus, Hepatitis B Virus dan Hepatitis C Virus.

Penularannya, melalui mulut atau darah. Penyebabnya, biasanya dari makanan yang tercemar oleh virus. Penderita makan ketika kondisi tangan kotor dan sebagainya. Untuk itu kemungkinan besar penderitanya anak-anak.

“Untuk penderita dewasa ada juga, tapi jarang,” ungkapnya.

Ciri-ciri penderita Hepatitis lanjutnya, berawal dari mual, nyeri ulu hati, sedikit demam. Lalu ketika buang air kecil berwarna seperti teh yang artinya mengandung bilirubin. Ini yang menyebabkan penderita juga mengalami kuning di mata hingga kulit.

“Kalau hanya kuning saja, belum bisa dipastikan Hepatitis. Bisa juga dia menderita batu empedu. Untuk memastikannya harus tes darah dan enzim atau zat dalam hati. Biasanya karena disebabkan oleh virus bisa sembuh dengan sendirinya. Namun ketika tidak sembuh juga, artinya hepatitisnya sudah kronis. Biasanya, lanjutannya nanti si penderita bisa juga terkena liver atau pengerasan hati,” ungkapnya.

Lalu bagaimana penanganannya ketika terkena Hepatitis. Ia menyarankan untuk segera istirahat dan jaga pola makan.
“Dan untuk anak, saran saya terutama yang sudah sekolah biasakan membawa bekal dari rumah,” sarannya.
Sementara perkembangan kasus hepatitis akut misterius dialami anak-anak membuat para orangtua khawatir.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melakukan investigasi terhadap kasus penyakit kuning hingga menyebabkan 3 anak di DKI Jakarta tersebut
Pihaknya kemudian merilis hasil investigasi kasusnya.
Tiga pasien anak sebelumnya dirawat di RSUPN Dr Ciptomangunkusumo dan diduga mengidap hepatitis akut yang belum diketahui etiologinya.
Terkait hal itu, Kemenkes dan Dinas Kesehatan DKI Jakarta melakukan investigasi kontak.
Hal tersebut dilakukan untuk mengetahui faktor risiko terhadap tiga kasus yang diduga merenggut nyawa tiga anak di DKI Jakarta itu. Pemaparan hasil investigasi kontak kasus hepatitis akut misterius itu disampaikan Juru Bicara Kemenkes Siti Nadia Tarmizi pada konferensi pers, Kamis 5 Mei 2022.
“Ketiganya datang ke fasilitas kesehatan pada kondisi stadium lanjut sehingga hanya memberikan sedikit waktu bagi tenaga kesehatan untuk melakukan tindakan pertolongan,” jelas Siti Nadia.
Nadia juga mengungkap, tiga kasus haptitis akut misterius itu terdiri dari anak berusia dua tahun yang belum menerima vaksinasi hepatitis.
Lalu anak usia delapan tahun yang baru menerima satu kali vaksin.
Sedangkan yang ketiga adalah anak usia 11 tahun yang sudah mendapatkan dua dosis vaksinasi hepatitis.
Fakta lain yakni, bahwa satu kasus hapatitis akut misterius itu diantaranya memiliki penyakit penyerta.
Namun pihaknya memastikan bahwa ketiga anak dimaksud itu negatif Covid-19. Nadia menyampaikan, sampai saat ini ketiga kasus itu belum bisa digolongkan sebagai penyakit hepatitis akut dengan gejala berat.
Akan tetapi, sambungnya, masuk pada kriteria pending klasifikasi karena masih ada pemeriksaan laboratorium yang harus dilakukan.
“Terutama pemeriksaan adenovirus dan pemeriksaan Hepatitis E yang membutuhkan waktu antara 10 sampai 14 hari ke depan,” tutur Sekretaris Direktorat Jenderal (Ditjen) Kesehatan Masyarakat Kemenkes itu.
Selain itu, pihaknya juga memastikan bahwa tidak ada riwayat hepatitis pada anggota keluarga dari ketiga pasien yang meninggal dunia. Hasil investigasi kasus hepatitis akut misterius itu menemukan bahwa anggota keluarga lain juga tidak memiliki gejala dan keluhan seperti mual, muntah, dan diare. (rfm/jpnn)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *