Korban Ditegur Tersangka karena Main Gitar Tengah Malam

TKP pembunuhan Agus Haryanto di rumah kontrakan, Jalan Pioneer RT 7 Kelurahan Majapahit, Kecamatan Lubuklinggau Timur I. Foto diabadikan Rabu (16/3/2022).

LIPOSSTREAMING.NEWS- Sementara saat Linggau Pos mewawancarai tetangga Agus korban pembunuhan yang sempat membawa korban ke RS Siti Aisyah, Heru mengungkapkan kejadian sebenarnya ia tidak tahu secara pasti seperti apa. Karena saat kejadian ia berada di dalam kosan. “Kami keluar karena terdengar suara jeritan sekira pukul 00.30 WIB. Saya kira mereka baru bertengkar, namun kami terkejut melihat pelaku sudah memegang pisau. Saat itu kami belum lihat korban. Setelah melihat kami, pelaku kabur menggunakan Sepeda Motor Honda Beat street menggunakan baju sweter dan celana pendek,” jelasnya.

Mereka pun beranikan diri masuk ke kosan teman korban, dan mereka makin terkejut karena melihat korban sudah bersimbah darah. Karena masih bernapas mereka pun segera membawa korban ke RSUD Siti Aisyah. Sayangnya di RSUD Siti Aisyah korban meninggal dunia. Korban pun dibawa pihak keluarga ke dusun, Desa Batu Kucing, Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Muratara dan sudah dikebumikan di sana, kemarin.

Menurutnya karena sibuk bekerja, Yuza jarang berada di kosan. Yuza tinggal dikosan 12 pintu ini sudah lama, sejak dibangunya kosan atau sejak ia sekolah di SMK Negeri 3 Lubuklinggau. Yuza tinggal di kosan sendiri.

“Korban dan tersangka tidak saling kenal, korban pun jarang main ke sini sedangkan Yuza juga jarang pulang ke kosannya. Korban ke sini untuk main ke tempat kawannya yakni Apika, beda dua pintu dari kosan Yuza yang paling ujung,” ungkap Heru.

Sementara Ketua RT 07, Kelurahan Majapahit, Eko juga membenarkan bahwa diwilayahnya tadi malam ada kasus pembunuhan. Ia dapat laporan pukul 06.00 WIB oleh pihak BabinKabtimas.

“Menurut saksi yang di ada di TKP mengungkapkan kepada saya, saat itu korban yang sedang main ke rumah temannya sekitar pukul 23.20 WIB karena belum tidur korban main gitar sambil bernyanyi-nyanyi bersama teman-temannya, karena berisik ditegurlah oleh tersangka yang saat itu baru pulang dari kerja. Karena ditegur korban tidak senang dan salah paham, tersangka yang sudah pegang pisau langsung mengatakan kepada korban ”Kau yang melawan” dan korban mendekati kosan tersangka (posisi paling ujung). Saat itulah tersangka menusuk korban dengan pisau yang sudah dipegangnya,” ungkap Eko.

Setelah korban jatuh, dibawa oleh tersangka ke dalam kosannya dan dikunci dari dalam, sedangkan teman korban tidak berani mendekat karena tersangka masih pegang pisau. Setelah tersangka kabur dengan sepeda motornya, baru teman-teman korban membuka pintu dan membawa korban ke RSUD Siti Aisyah. Untuk pisaunya setelah kejadian belum diketemukan, namun dari saksi yang lihat pisau yang dipakai bukan pisau biasa.

Untuk diketahui tersangka diduga merupakan bekerja di pabrik triplek, dan sudah lima tahun tinggal sendirian dikosan tersebut. “Sementara korban bukan warga kami, hanya datangan. Itu kosan 12 pintu milik Desi yang juga bukan warga kami. Pemilik kosan ini punya usaha fotocopy di Kecamatan Lubuklinggau Selatan 1,” jelasnya. (adi/rfm/dkz)

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *