Kapolres : Kapolsek Dicopot dari Jabatannya!

ORASI - Korlap Syarif dalam orasinya mengajak semua mahasiswa menyampaikan tuntutan meminta kepastian hukum terhadap kasus dugaan penganiayaan terhadap tahanan Polsek Lubuklinggau Utara Alm Hermanto di Mapolres Lubuklinggau, Selasa (22/2).

LIPOSSTREAMING.NEWS – Sempat gagal melaksanakan aksi pada Senin (21/2/2022), akhirnya Selasa (22/2/2022) puluhan mahasiswa yang tergabung di HMI, IMM, KAHMI, SAPMA dan GMNI (Aliansi Cipayung Plus Lubuklinggau) lakukan aksi damai di Mapolres Lubuklinggau. Mereka datangi Mapolres Lubuklinggau sekitar pukul 11.00 WIB, dengan penjagaan ketat dari pihak kepolisian.

Mereka yang datang bersama dengan isteri korban langsung melakukan orasi. Satu persatu perwakilan melakukan orasi.

Koordinator Aksi, Syarif Kurniawan mengatakan aksi damai tersebut, terkait persoalan tahanan Polsek Lubuklinggau Utara atas nama Hermanto (45), yang meninggal beberapa waktu lalu. “Kami mengecam dugaan inkonstitusional yang diduga dilakukan di Polsek Lubuklinggau Utara,” tegasnya.

Ada beberapa tuntutan para mahasiswa ini, diantaranya meminta penjelasan soal tindak lanjut kasus meninggalnya Hermanto. Meminta pihak kepolisian menindak tegas seadil-adilnya, terhadap oknum petugas jika terbukti melakukan penganiayaan terhadap alm Hermanto. Dan meminta Kapolsek Lubuklinggau Utara dicopot dari jabatanya, jika terbukti melanggar Hak Asasi Manusia (HAM). “Dengan adanya aksi damai ini kami berharap kasus dugaan penganiyaan tahanan Polsek Lubuklinggau Utara tersebut cepat selesai,” tegasnya.

Aksi diterima, namun dari puluhan yang hadir hanya diminta perwakikan dari masing-masing organisasi untuk melakukan audiensi dengan Kapolres Lubuklinggau, AKBP Harrisandi. Hal ini sempat ditolak oleh para mahasiswa, karena mereka menginginkan Kapolres turun dari ruangannya dan memberikan penjelasan ke seluruh mahasiswa.

Sempat bersitegang cukup lama, akhirnya para pendemo mengizinkan perwakilan mereka yang masuk dan melakukan audiensi dengan Kapolres di aula Mapolres Lubuklinggau. Saat audiensi, Aqil mewakili pendemo kembali menegaskan meminta Kapolres menjelaskan secara rinci mengenai kasus Hermanto, mulai dari ditangkap sampai dinyatakan meninggal dunia. Dan mendesak Kapolres menjelaskan hal ini di hadapan semua mahasiswa yang hadir, bukan di dalam ruangan.

Lalu Suganda, perwakilan HMI juga menegaskan jika mereka sudah tahu proses sedang berjalan dan ada 6 anggota yang sedang diproses, bahkan Kapolsek dicopot dari jabatannya. Namun dari penjelasan itu, keluarga korban ini kasusnya apa mereka tidak tahu. Dan keluarga juga meninginkan kepastian hukum, karena nyawa yang direnggut ini tulang punggung keluarga dengan anak-anak yang ditinggalkan masih kecil. Ia pun meminta Kapolres menegaskan, apa bentuk tanggung jawab dari pihak kepolisian, ketika terbukti anak buah mereka melakukan penganiayaan. “SOP penangkapan korban seperti apa, tolong jelaskan. Dan satu lagi, menurut kita hukuman copot jabatan belum setimpal dengan nyawa, tapi seharusnya dipecat dari keanggotaan. Kalaupun tahanan bersalah lebih baik dibina agar tidak mengulangi, dibandingkan dengan menghilangkan nyawa,” tegasnya.

Menanggapi penyampaian dari perwakilan mahasiswa, Kapolres AKBP Harrissandi menegaskan sejak awal ia sudah menyampaikan melalui anggota agar lebih baik mahasiswa yang ingin bertemu dan meminta penjelasan darinya, lakukan dengan audiensi, bukan dengan aksi. Kecuali tegasnya, ketika ia tidak berkenan ditemui.

“Apa bedanya saya menjelaskan di dalam ruangan dengan di luar ruangan. Ingat, kita masih dalam masa pandemi Covid-19, dan Lubuklinggau punya pengalaman masuk zona hitam. Jangan sampai karena aksi ini kita masuk zona hitam kedua kalinya,” ungkapnya.

Kepada perwakilan mahasiswa yang masuk, Harrisandi kembali menegaskan dalam kasus ini tidak ada yang mereka tutup-tutupi. Semua akan disampaikan dengan terbuka. Ia sendiri sudah melakukan silaturahmi bahkan ikut tahlilan di rumah duka.

“Kemarin memang sempat ada kekeliruan yang disampaikan Kabid Humas Polda, tapi kan sudah diklarifikasi. Dari kami anggota yang diduga bersalah sudah kita proses, kita tahan. Bahkan sampai Kapolseknya kita copot jabatannya. Jadi mau apa lagi. Saya juga tegaskan, serahkan kepada saya semua akan kita proses sesuai proses hukum yang ada. Namanya proses ya tunggulah, sabar. Gak perlu aksi teriak-teriak,” tegasnya.

Kapolres juga menegaskan saat persidangan akan dibuaka semuanya. “Semua akan secara gamblang dibuka, namun saat persidanga. Kalau sekarang kan masih dalam proses penyelidikan, yang kita tahu sifatnya rahasia. Bahkan saat ini kita sudah punya dua alat bukti yang kita amankan, namun saat ini belum bisa kita sampaikan apa alat bukti tersebut. Kita kan juga butuh alat bukti dalam melakukan penahanan, penyelidikan dan sebagainya,” tegasnya lagi.

Berkaitan dengan bentuk tanggung jawab, Kaporles justru menyampaikan semua adalah takdir yang seharusnya tidak usah dipermasalahkan. “Selama ada yang bisa kita berikan, ya kita berikan. Jika tidak bisa ya kita musyawarahkan. Proses hukum yang jelas tetap berlaku. Terus ngapain takut, semua takdir Allah,” tambahnya.

Audiensi dibubarkan.

Namun karena perwakilan terus mendesak, Kapolres pun akhirnya turun menemui para pendemo. Sambil menjelaskan terkait isteri korban yang diisukan diculik oleh pihak kepolisian. Pasalnya, saat pendemo orasi dan audiensi isteri Hermanto hilang tak terlihat. Mahasiswa takut sang isteri justru mendapat intervensi dari pihak kepolisian. Ternyata, berada didalam ruangan yang disiapkan pihak kepolisian. “Nggak ada diculik. Nggak usah khawatir. Supaya nggak salah, biar isterinya langsung yang menjelaskan ke teman-teman,” tegas Kapolres.

Isteri Hermanto pun membenarkan, jika ia tidak diculik. Ia memang sengaja mendatangi Polres, karena sudah berkoordinasi sebelumnya. “Kami pihak keluarga mengucapkan terima kasih. Kabar penculikan gak benar, kami memang mau ke sini sudah berkoordinasi dengan Kasat Intel karena ingin bertemu langsung dengan pak Kapolres,” ungkap isteri korban. (rfm)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *