Inilah Sebab Belum Ada Penerbangan di Bandara Silampari Lubuklinggau

Bandara Silampari Lubuklinggau

LIPOSSTREAMING.NEWS – Perkembangan statistk mengenai transportasi udara periode Februari 2022 di Kota Lubuklinggau masih sama, belum ada perubahan. Pasalnya, pada Februari 2022, penerbangan dari dan ke Bandara Silampari dengan tujuan Jakarta maupun tujuan Palembang masih tidak ada penerbangan.

Hal ini dikarenakan maskapai yang digunakan, terutama Batik Air, lebih memfokuskan penyediaan penerbangan di Indonesia
bagian Timur, sehingga tidak melakukan perjalanan udara untuk rute Lubuklinggau.

Selain itu, rencana pemerintah Kota Lubuklinggau untuk melakukan sistem charter dengan maskapai Air Asia juga tidak terlaksana pada Februari 2022.

Hal ini berdasarkan Pers Release yang disampaikan oleh Kepala BPS Kota Lubuklinggau, Eka Yulyani.

Ia menjelaskan, untuk keberangkatan dijelaskan dalam relese tersebut, tidak ada penumpang angkutan udara komersial yang berangkat melalui Bandara Silampari pada Februari 2022. Di bulan sebelumnya (Januari) juga tidak ada penerbangan. Selama Februari 2022 jumlah seluruh penumpang angkutan udara komersial yang berangkat melalui Bandara Silampari tercatat sebanyak 0 orang atau turun 100 persen dibanding periode yang sama tahun 2021 (1.094 orang).

Pada Februari 2022 juga tidak ada barang yang dimuat di Bandara Silampari. Di bulan sebelumnya
(Januari) juga tidak ada barang yang dimuat. Sepanjang Februari 2022 jumlah keseluruhan barang yang dimuat mencapai 0 kilogram atauturun 100 persen dibanding periode yang sama tahun 2021 (20 kilogram).

“Begitupun dengan kedatangan penumpang. Pada Februari 2022, tidak ada penumpang angkutan udara yang datang melalui BandaraSilampari. Di bulan sebelumnya (Januari) juga tidak ada penerbangan. Selama Februari 2022 tidak ada penumpang angkutan udara yang datang melalui Bandara Silampari atau turun 100 persen dibanding periode yang sama tahun 2021 (963 orang),” ungkapnya.

Pada Februari 2022 juga tidak ada barang yang dibongkar di Bandara Silampari. Di bulan
sebelumnya (Januari) juga tidak ada barang yang dibongkar. Sepanjang Februari 2022 jumlah keseluruhan barang yang dibongkar mencapai 0 kilogram atau turun 100 persen dibanding periode yang sama tahun 2021 (8 kilogram).

Namun sebelumnya, Kepala Unit Penyelenggara Bandara Udara (UPBU) Silampari, Mega Hardiansyah melalui Plt Kepala Sub Seksi Teknik Operasi, Keamanan dan Pelayanan Darurat (Kasubsi TOKPD), Mada sudah memastikan, akan ada maskapai yang kembali beroperasi di Bandara Silampari. Rencananya, pada pertengahan bulan suci Ramadan ini.

Hanya saja, saat itu Mada masih belum mau menyebutkan maskapai apa yang bakal kembali beroperasi tersebut.

“Saya belum bisa menyebutkan merek. Nanti kalau hasilnya tidak sesuai tidak enak,” tegasnya.

Mada mengatakan pihaknya sudah melakukan pendekatan ke sejumlah maskapai penerbangan agar mau kembali beroperasi di Bandara Silampari.

“Saat ini pun masih dalam proses negosiasi,” jelasnya.

Menurutnya, sulitnya mencari maskapai penerbangan karena jumlah pesawat di Indonesia sekarang sedang turun akibat Pendemi Covid-19. Jumlah pesawat terbatas maka maskapai lebih memilih rute-rute yang sudah pasti ramai. Sehingga maskapai lebih cenderung ke Bandara Sultan Mahmud Badarudin II Palembang atau ke Makassar yang dimennya tinggi.

“Namun dalam beberapa minggu ini kita sedang berusaha cari maskapai yang mau masuk. Kita sudah dapat angin segar, Insya Allah sudah positif. Diharapkan pertengahan bulan puasa ada pesawat yang masuk ke Bandara Silampari. Semoga doa dari masyarakat maskapai bisa masuk ke Lubuklinggau,” ungkapnya.

Keberhasilan negosiasi meyakinkan maskapai menurut Mada peran dari Wali Kota Lubuklinggau, Kepala Bandara Silampari serta support dari Bupati Musi Rawas (Mura) dan Bupati Musi Rawas Utara (Muratara).

“Dengan support mereka dimen kita bertambah, sehingga ada maskapai yang bersedia masuk ke Kota Lubuklinggau,” jelasnya. (rls/rfm)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *