Ini Cara Konsumsi Minyak Goreng Tanpa Picu Kolesterol

Beli Minyak Goreng Pakai Aplikasai Peduli Lindungi
Ilustrasi minyak goreng

 

KAMU yang sedang diet mungkin ingin menghindari gorengan. Tapi sayangnya banyak makanan Indonesia yang sulit dipisahkan dengan minyak goreng.

Sebenarnya minyak goreng sendiri tidak selalu salah karena dibuat dari tumbuh-tumbuhan. Penggunaannya lah yang membuat makanan jadi kurang baik untuk kesehatan.

Menurut Nutrisionis Seala Septiani, M.Gizi, dikutip dari detik.com ada beberapa cara menggunakan minyak goreng yang sehat dan agar terhindar dari kolesterol.

Pertama, perhatikan bahan makanan.
Kebanyakan minyak goreng atau minyak sayur adalah sumber nabati yang artinya terbuat dari tumbuh-tumbuhan.
Karenanya, jangan selalu menyalahkan minyak ketika tingkat kolesterol kamu meningkat. Yang perlu diperhatikan adalah bahan makanan apa yang digoreng menggunakan minyak tersebut. Agar lebih sehat, hindari menggoreng jeroan atau makanan-makanan lain yang dikenal tinggi kolesterol. Pastikan pula jika selain gorengan, asupan kamu mengandung protein, sayur, buah yang seimbang.

Kedua, boleh deep fried. Makanan yang digoreng secara deep fried memang lezat. Untuk menjaga kesehatan tentu konsumsinya perlu dikurangi tapi bukan tidak boleh sesekali. Selain membatasi menggoreng deep fried, perhatikan pula jenis minyak dan bahan makanan yang digunakan. Disarankan untuk memilih minyak goreng dengan titik asap tinggi atau tidak mudah berasap agar kandungan lemak tidak rusak dan tidak menggoreng bahan tertentu.
“Minyak kedelai titik asapnya tinggi jadi cukup stabil untuk menggoreng atau menumis tapi perlu diperhatikan lagi bahwa bukan minyaknya tapi vitamin dan mineral pada bahan makanan yang cukup sensitif terhadap pemanasan, misalnya sayur yang ditepungin dan digoreng. Jadi kembali lagi ke bahan makanannya,” jelas Seala.

Ketiga, alternatif selain digoreng.
Jika bisa hindari menggunakan minyak untuk menggoreng deep fried. Alternatifnya minyak sayur bisa dipakai untuk menumis, memanggang, sebagai dressing salad, atau membuat kue dan dengan bahan-bahan makanan yang lebih sehat.

Keempat, hindari pemanasan ulang.

Salah satu hal penting dalam penggunaan minyak goreng yang sehat adalah menghindari pemanasan ulang. Tak jarang minyak digunakan beberapa kali sebelum dibuang yang tentunya akan kurang baik untuk kesehatan karena kandungan baiknya telah rusak.

“Orang Indonesia sering menggunakan minyak berkali-kali. Ini perlu dihindari karena ikatan lemak dalam minyak sudah berubah. Lebih baik gunakan yang baru untuk menjaga kesehatan. Ada yang bilang bahwa minyak masih bisa digunakan sekali lagi itu cenderung masih stabil tapi bukan untuk menggoreng apalagi deep friend,” ungkapnya.

Terakhir, perhatikan batasan konsumsi minyak.
Untuk menjaga kesehatan selama pandemi sekaligus menghindari penyakit kolesterol, penting untuk mengetahui batasan mengonsumsi minyak goreng. Seala mengatakan bahwa minyak yang mengandung lemak sebenarnya dibutuhkan dalam tubuh. Sesuai rekomendasi, 25% kebutuhan tubuh seharusnya berasal dari lemak sehat karena itu kamu bisa mengonsumsi 60-70 gram lemak. Berdasarkan hitungan tersebut, dalam sehari dianjurkan untuk tidak mengonsumsi lebih dari lima sendok sehari.

“Lima sendok makan per hari bukan yang dipakai untuk memasak tapi yang terasup. Ada yang namanya penyerapan minyak pada makanan. Makanya perlu diperhatikan juga seberapa banyak kita mengonsumsi makanan berminyak,” tuturnya.(*)

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *