Harga Pangan Mulai Naik, Pemda Harus Bisa Atur

BELANJA - Beberapa pembeli, nampak membeli sembako di salah satu toko sembako yang ada di PBS, Rabu (16/3/2022). Foto : Riena Fitriani Maris/Linggau Pos

LIPOSSTREAMING.NEWS – Dua minggu lagi, kita akan memasuki bulan Ramadan. Seperti sudah menjadi tradisi, jelang Ramadan harga pangan mulai naik di beberapa Pasar Tradisional. Masyarakat pun mengeluh dengan adanya kenaikan harga, hampir di seluruh bahan pangan.

“Namanya juga mau puasa dan lebaran, sudah pasti naik semua harga. Kita iktu harga pasar, ya kalau yang lain pada naik harga, kita ikut pastinya,” ungkap Dedi, salah seorang pedagang sembako di Pasar Bukit Sulap (PBS) saat dibincangi, Rabu (16/3/2022).

‘Tradisi’ ini pun disoroti Pengamat Ekonomi, Yan Sulistyo. Ia mengaku paham, jika permintaan pasar meningkat, maka harga bisa mengalami kenaikan. Yang jadi permasalahannya, kenapa selalu menjadi ‘momok’ di masyarakat, jelang hari raya besar harga pasti naik. Menurut Yan, selain karena permintaan meningkat ada beberapa alasan lainnya seperti karena erusahaan dibebankan THR untuk karyawan. Salah satu upaya memenuhi THR, mereka menaikan harga. Belum lagi untuk menutupi pengeluaran ke oknum yang datang meminta THR. Ini menjadi beban mereka.

“Dan ini katakanlah wajar, selama mereka menaikan harga jual tidak signifikan. Tapi kalau kenaikannya tinggi ini yang gak wajar. Disini peran pemerintah sangat penting. Yang harus dipastikan oleh pemerintah, gak ada oknum yang memanfaatkan kondisi ini. Jangan sampai ‘oknum’ yang bermain, tetapi pemerintah yang harusnya mengatur,” jelas Yan.

Seharusnya, pemerintah gunakan kekuasaannya untuk menekan kenaikan harga pangan di pasar tradisioanl ataupun pasar moderen. “Ya kalau mereka tidak bisa mengatur harga, artinya mereka makan gaji buta. Mereka kan punya kekuasaan. Kalau jelas-jelas ada ‘oknum’ menjual pangan yang menaikan harga dengan semena-mena karena lagi dicari banyak konsumen, ya berikan sanksi. Pemerintah kan sudah tahu, solusinya jangan asal bunyi saja, tanpa ada tindakan terukur,” tegas Yan.

Pemerintah tambahnya, juga bisa gandeng polisi jika ada ‘pemain’/karpel yang mengatur harga. Misal harga daging ayam, siapa yang memasok mereka yang mengatur harga. “Maka pesan saya, saat ini pemerintah aturlah tata niaga denga baik, bekerja dengan baik. Masalah kelangkaan Migor sudah berlarut-larut, lalu masyarakat makin disulitkan dengan naiknya beberapa harga pangan,” pesannya. (rfm)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *