Cereme Taba Disebut Termiskin di Dunia itu Wajar

SPANDUK - Spanduk yang bertuliskan "Selamat datang Bapak Wali Kota berserta Muspida Kota Lubuklinggau di Jalan Cereme Dalam tertinggal, Kecamatan Karang Jaya Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Jambi” yang dipasang oleh warga, Senin (5/4/2022) malam sekitar pukul 22.00 WIB. Spanduk ini sebagai aksi protes mereka, karena jalan dilingkungan mereka rusak dan belum diperbaiki.

LIPOSSTREAMING.NEWS – Statement Lurah CeremeTaba yang dengan gamblang menyebutkan wilayahnya termiskin se-Indonesia berbuntut panjang. Kemarin, warganya pun menggelar aksi protes dengan memasang spanduk sindiran untuk Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau.

Senin (5/4/2022) malam sekitar pukul pukul 22.00 WIB, warga setempat memasang spanduk yang bertuliskan “Selamat datang Bapak Wali Kota berserta Muspida Kota Lubuklinggau di Jalan Cereme Dalam tertinggal, Kecamatan Karang Jaya Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Jambi”.

Spanduk yang dipasang di RT 07 dan RT 05 dan di Jalan Merak, Kelurahan Cereme Taba ini sebagai bentuk protes mereka, karena jalan di lingkungan mereka sudah bertahun-tahun belum juga diperbaiki oleh pemerintah.

“Ini sebagai bentuk menyuarakan aspirasi dan protes masyarakat. Sebelumnya beberapa hari lalu ada pemberitaan baik dari media online dan cetak di Kota Lubuklinggau yang menyebutkan Cereme Taba Kelurahan Termiskin di Indonesia. Dan itu wajar. Kalau kondisi jalannya buruk seperti ini,” ungkap Jajat Sani warga RT 07 Kelurahan Cereme Taba, Rabu (6/4/2022).

Tuntutan mereka, tegas Jajat, tidak muluk-muluk, hanya ingin jalan lingkungan mereka diperbaiki.

“Karena sudah terkenal jalan di tempat kami jelek, warga di sini sangat mudah memberitahu kepada kurir yang mau mengantar barang, tinggal kasih tahu Cereme Dalam jalan buruk, kurirnya pasti sudah ketemu. Jadi kami di sini miris dengan keadaan jalan kami, jika dibandingkan dengan daerah Taba Jemekeh atau daerah lain,” jelasnya.

Dilanjutkannya, wajar kalau disebut termiskin karena infrastrukturnya masih sangat tertinggal, serta warga penerima bantuan juga cukup banyak. Walaupun secara ekonomi masyarakat Cereme Taba lumayan.

“Memang daerah kita tidak padat dan lebih teratur, sehingga tidak terlihat seperti kumuh. Kelemahan Cereme Taba ini hanya di jalan, itu saja. Ini satu-satunya keinginan warga saat ini, mohon pemerintah tindak lanjuti. Karena kami capek, sudah 10 tahun lebih tidak pernah tersentuh perbaikan jalan,” tegasnya.

Ia menjelaskan, ukur mengukur akses jalan yang rusak bukan sekali atau dua kali dilakukan pihak pemerintah, bahkan hampir setiap tahun.

“Cuma apakah anggarannya pindah ke tempat lain, kami nggak tahu. Jadi ini bentuk kekesalan masyarakat terhadap infrastruktur jalan di tempat kami. Kami sebagai warga di sini berharap agar akses jalan yang rusak segera ditindaklanjuti secepatnya oleh Pemerintah. Kalau tidak ya lebih enak jadi daerah lain, kabupaten lain. Padahal kita ditengah kota tapi kita dianaktirikan,” jelasnya.

Kemarin (6/4) pagi, sekitar pukul 09.00 WIB spanduk tersebut langsung dilepas, Camat Lubuklinggau Timur II, Aris dan jajaran, Lurah serta staf.

Camat Lubuklinggau Timur II, Aris yang turun langsung saat pelepasan spanduk itu mengatakan spanduk dilepas hanya untuk menjaga stabilitas. Pada saat pelepasan juga dihadiri dari trantib kecamatan.

“Ini sebenarnya masalah jalan. Padahal untuk jalan di sana sudah dilakukan survei. Ya kalau untuk pelaksanaannya kan ada proses yang harus dilakukan, apa mungkin nanti lelang dan sebagainya itu, dan juga ada proses pengaspalan. Pasti anggarannya kan besar,” ungkap Aris.

Pihak kecamatan lanjut Aris, hanya bisa mengimbau ke masyarakat untuk bersabar karena untuk perbaikan jalan ada proses. Itu juga sudah disurvei langsung oleh pak wali yang ke lapangan.

“Sebenarnya apa yang diminta warga sudah masuk prioritas. Yang jelas apa yang dituntut warga sudah menjadi prioritas pak wali,” tegasnya.

Hal itu dibenarkan Kabid BM DPUPR Kota Lubuklinggau, Pahni saat dimintai tanggapan menegaskan jalan rusak yang diprotes warga Kelurahan Cereme Taba. Ia menegaskan, perbaikan jalan di sana sudah masuk dalam prioritas peningkatan jalan tahun ini. Hanya saja, semua butuh proses yang harus dipahami oleh masyarakat.

Apalagi tegas Pahni, Wali Kota Lubuklinggau sendiri pada awal tahun sudah melakukan kunjungan ke sana. Yang artinya, jalan tersebut akan menjadi prioritas pemerintah tahun ini untuk ditingkatkan.

Namun, tidak bisa secepat yang diinginkan masyarakat, karena tegas Pahni, semua butuh proses.

“Sudah pasti tahun ini kita kerjakan. Tapi seperti yang saya jelaskan kemarin, untuk jalan lingkungan di Cereme Taba itu sebelumnya sudah dibangun hotmik. Maka untuk peningkatannya pun juga hotmik. Sementara hotmik tidak bisa menggunakan Pengerjaan Langsung (PL), tapi harus dilelang karena anggarannya di atas Rp 1 miliar,” jelas Pahni.

Saat ini lanjutnya, proses sedang dilakukan. Jalan yang akan ditingkatkan lebih kurang sepanjang 1,5 km.

“Kemungkinan habis lebaran ini mulai dilakukan pengerjaan. Jadi untuk masyarakat di sana kami minta bersabar, karena aspirasi mereka sudah kita tindaklanjuti. Kemarin belum tercover, karena sekali lagi butuh anggaran yang cukup besar,” ungkapnya. (dkz/rfm)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *