Banyak Warga Tak Kebagian

MASIH PADAT : Suasana Operasi Pasar Jumat (11/3) di GOR Megang Kecamatan Lubuklinggau Utara 2. Di lokasi ini, banyak warga yang tak kebagian kupon sehingga meski sudah antre lama, tetap tak bisa membawa pulang 2 liter minyak goreng.

LIPOSSTREAMING.NEWS – Operasi Pasar (OP) di GOR Megang Kecamatan Lubuklinggau Utara II diikuti warga dari lima kelurahan. Yakni Kelurahan Jogoboyo, Puncak Kemuning, Pasar Satelit, Megang dan Kelurahan Kenanga. Meski berjalan hingga akhir, ternyata banyak warga tak kebagian. Salah satu penyebabnya warga tak menerima kupon.

 

“Kami sudah datang tapi kupon tinggal 28 ikok, mano biso nak dapat kupon kalo wong yang ngumpul KK ini be la nak 200 an wong lagi. Ini la dak dikasi jugo kupon 28 tu, harusnyo kasi-kasi be dem abis kupon tu. Man cak ini seharusnya pemerintah cari solusi, kami la nunggun lamo tapi dak kebagian kupon, payah,” keluh emak-emak yang mengenakan jilbab hitam usai menyerahkan KK kepada pihak Pegawai Kelurahan Kenanga.

Bahkan di lapangan, untuk Kelurahan Kenanga masih sisa 15 kupon yang akhirnya tidak dibagikan ke masyarakat karena takut menimbulkan kericuhan.

Lurah Kenanga, Adi Candra mengaku kecewa dengan OP Jumat (11/3/2022), karena jatah minyak yang disiapkan sangat sedikit, tidak sebanding dengan warganya yang ikut antre.

“Saya tanya dengan camat katanya itulah jatah untuk warga Kelurahan Kenanga. Saya bilang kemaren itu tidak pakai kupon tapi hari ini pake kupon. Itukan sudah kelihatan kalau ada pembatasan-pembatasan. Hasilnya, ya jadi seperti ini,” ungkap Adi.

Ia dan Ketua RT sudah berusaha untuk menambah jatah minyak yang bisa dibagi ke masyarakat, tapi nggak ada lagi jatahnya. Sementara mereka sudah ambil semua fotocopy KTP dan KK warga. Mau tidak mau, mereka berjanji, jika ada OP selanjutnya mereka akan utamakan warga yang belum dapat.

Untuk sisa kupon tinggal 12, sedangkan warga masih banyak yang antre. Sementara kupon masih dipegang oleh Babinsa. Ketua RT bilang kalau sisanya ini dibagikan semua nanti ribut, karena kupon sisa 12 sedangkan masih ada 200 orang yang antre. Keputusannya sisa kupon ini tidak dibagikan dulu.

“Jadi saya suruh Babinsa mengamankan kupon itu dan besok (hari ini, ed) saya akan menanyakan bagaimana kupon itu, kalau memang ada paling-paling saya bagikan ke RT untuk kupon tersebut, setiap RT 2 kupon. Meskipun besok bukan jatah Kelurahan Kenanga,” jelasnya.

Ia pun mengeluhkan pihak Disperindag, kalau tahu seperti itu dari awal jangan limpahkan ke Lurah.

“Kalau mau bagikan lah sendiri. Kalau seperti ini pastilah ribut warga kami banyak kupon tidak sampai 200, KK yang di Kenanga itu saja sudah ribuan saya bilang. Kami lurah ini tidak ada daya, hanya bisa mengupayakan kalau ada pembagian yang kedua biar warga dapat lebih banyak lagi. Sebenarnya salah, kalau pakai kupon, dua hari sebelumnya sudah diantar kupon ke Kelurahan, biar kami bisa rapat dengan RT, biar warga dibatasi datangnya, kamu nanti mungkin gelombang kedua seperti itu, kita 4 RT dapat 30 mungkin pak RT memilih mana memang layak mendapatkan seperti ekonomi menengah ke bawah dibagikan pertama baru nanti yang lainnya,” jelasnya.

Camat Lubuklinggau Utara II, Kunti Maharani membenarkan hal ini. Kunti mengaku OP berjalan dengan baik, minyak sudah dibagikan secara kondusif karena dibantu personil Polres, TNI maupun Sat PolPP.

Ia juga membenarkan, masih banyak komplain dari warga yang hadir, karena tidak bisa semua mendapatkan minyak.

“Yang namanya OP sifatnya spontan. Harapan pemerintah warga yang hadir semua dapat. Tapi karena keterbatasan minyak, membuat kami tidak bisa mengcover seluruh masyarakat yang hadir. Kekecewaan warga pasti ada, tapi tetap kita berikan penjelasan. OP ini kan salah satu upaya pemerintah untuk mememenuhi kebutuhan minyak, meskipun tidak bisa mencukupi secara menyeluruh. Apalagi kondisi di Utara II yang warganya banyak. Makanya kita bagi sesuai kupon, yang dibagikan ditempat. Warga datang kita seleksi, memenuhi syarat dapat kupon lalu tukarkan dengan minyak. Ya kalau tidak dapat kupon mohon maaf, kita sudah menyiapkan sesuai kuota minyak. Mungkin mereka terlambat dan sebagainya,” jelas Kunti.

Ia juga membenarkan, ketika kupon habis masih banyak warga yang menunggu.

“Padahal saat kupon habis sudah kita sampaikan kita minta mereka pulang, tapi mereka masih kekeh bertahan. Kupon sekali lagi, kita bagikan berdasarkan masyarakat yang datang, bukan melalui Ketua RT atau dibagi rata ke seluruh kelurahan. Makanya dilapangan siapa yang datang memenuhi syarat kita kasih. Kalau dibagi rata kita yakini akan jadi polmik. Karena antusias warga, pukul 08.00 WIB kupon sudah habis,” ungkapnya.

Ia juga membenarkan, di Kelurahan Kenanga ada sisa 15 kupon. Ini ia nilai karena keteledoran pihak kelurahan.

“Namun kami putuskan hangus. Sisa minyak sudah kita kembalikan ke distributor. Kalau dipaksakan dibagi ke warga yang masih sisa 100an warga, akan jadi polemik. Kita tidak mau ambil reskio kalau mau di bagikan ke warga yang antri. Penyebabnya kenapa sisa, ya sama karena mereka antri tidak beraturan,” jelasnya.

OP kemarin juga berlangsung unik. Setiap warga yang sudah membayar diminta untuk mencelupkan jari mereka ke tinta yang sudah disediakan, lalu tinggal menerima minyak goreng. Hal itu agar warga yang sudah dapat tak antre lagi.
(dkz/rfm/cw02)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *