Banyak Sapi Dipotong Mendadak Karena Gejala ini

AIR LIUR : Sapi milik salah seorang peternak di Taba Rejo Kelurahan Rahma Kecamatan Lubuklinggau Selatan 1 mengeluarkan air liur berlebihan dan kebanyakan berbaring. Gejala yang ditunjukkan sapi ini, mengarah pada ciri-ciri mengidap penyakit mulut dan kuku.

10 Sapi Positif Penyakit Mulut dan Kaki

LIPOSSTREAMING.NEWS – 10 Sapi di Kelurahan Marga Rejo, Kecamatan Lubuklinggau Utara I, Kota Lubuklinggau positif mengidap Penyakit Mulut dan Kaki (PMK). Hal ini diketahui berdasarkan hasil cek sampel di laboratorium yang dilakukan Dinas Pertanian (Distan) Kota Lubuklinggau.

“Hasilnya sudah keluar hari ini (kemarin, red). 10 Sapi di sana dinyatakan positif PMK,” ungkap Kepala Dinas Pertanian Kota Lubuklinggau, Eka Ardi Aguscik didampingi Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan, A Fikri, Selasa (17/5/202022).

Tidak hanya itu, lanjut Eka, ada penambahan tiga ekor sapi yang dinyatakan suspect di dua wilayah terbaru karena memiliki gejala yang sama, yakni di Kelurahan Jogoboyo Kecamatan Lubuklinggau Utara II sebanyak dua ekor milik Yono dan di Kelurahan Air Temam Kecamatan Lubuklingau Selatan I satu ekor milik Hendro.

Dan ketiganya sudah diambil sampel untuk diuji lab.

“Untuk yang mati mendadak tidak ada penambahan, masih empat ekor yang kemarin. Dan yang dipotong paksa tujuh sapi,” jelasnya.

Eka menegaskan, langkah-langkah pencegahan maupun penanggulangan telah mereka lakukan sejak awal. Bahkan sebelum 10 sapi di Margo Rejo dinyatakan positif PMK.

“Sapi-sapi yang sekiranya mengalami gejala sudah berat, kami sarankan ke peternak untuk dilakukan penyembelihan. Kita juga melakukan penyemprotan disinfektan pada lingkungan kandang serta memberikan vitamin terhadap sapi yang sakit dan yang belum terserang,” ungkapnya.

Kabid Peternakan dan Keswan, A Fikri menambahkan pihaknya sudah mengeluarkan Surat Edaran (SE) untuk disebarkan ke seluruh peternak, agar menahan diri untuk tidak membeli sapi atau kerbau dari luar, dan tidak mengeluarkan sapi yang ada saat ini. Semua dilakukan untuk menyetop penularan.

Kalaupun mereka masih mau atau terpaksa mendatangkan sapi dari luar lanjutnya, harus punya Surat keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) yang dinyatakan sehat, dokumennya harus lengkap dan ada. Lalu begitu didatangkan langsung dicek kesehatannya.

“Kita siap bantu mengecek kesehatan hewan mereka. Tapi kan yang kita khawatirnya masyarakat ‘kucing-kucingan’ dan tidak melapor. Lalu kita juga khawatir waga tetap menjual hewan mereka dengan jual rugi, tanpa memastikan apakah hewannya sehat atau tidak. Jujur dan melapor ini yang penting saat ini, untuk mencegah meluasnya penularan,” tegasnya. (LIPOS)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *