Ternyata di Pasar Satelit dan Inpress Masih Banyak Beredar Kikil Formalin

PRESS RELEASE-Kapolres Lubuklinggau AKBP Harissandi SIK didampingi Wakapolres Parlaungan Nasution S.H, M.H dan Kasat Reskrim AKP M Romi dalam press release ungkap kasus kikil berformalin, Senin (4/4/2022).

LIPOSSTREAMING.NEWS – Sebanyak 100 kg kikil atau kulit sapi dan tetelan mengandung formalin, disita Anggota Unit Pidsus Satreskrim Polres Lubuklinggau.

Diketahui tersangkanya Eva Yusnita alias Yus (46), yang ditangkap di rumahnya, Jalan Kemuning RT 03, Kelurahan Puncak Kemuning, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, Kota Lubuklinggau, Kamis (31/3/2022), sekira jam pukul 11.00 WIB.

Kapolres Lubuklinggau AKBP Harissandi SIK didampingi Wakapolres Parlaungan Nasution S.H, M.H dan Kasat Reskrim AKP M Romi dalam Press Release Senin (4/4) mengatakan, ungkap kasus berawal dari laporan masyarakat tersangka sering edarkan kikil dan atau kulit sapi dan tetelan mengandung formalin.

“Sebelumnya kita bersama BPOM Lubuklinggau melakukan pemeriksaan pangan di pasar-pasar dan di toko-toko jelang Ramadan. Lalu rumah tersangka digeledah, ternyata benar tersangka masih menjual kikil berformalin,” jelas Harrisandi.

Dijelaskan Kapolres, sebagian kikil dagangan tersangka sudah beredar di masyarakat, karena tersangka, mengedarkannya sesuai pesanan.

Modusnya, tersangka mendapatkan kikil yang sudah tidak layak konsumsi, lalu diolah, dengan menambahkan zat formalin.

“Tujuannya biar kikil tahan lama dan tidak bau,” jelas Kapolres.

Terhadap tersangka dikenakan Pasal 136 UU RI Nomor 18, tahun 2012, dengan ancaman 5 tahun penjara.

Tersangka tahun sebelumnya melakukan hal yang sama dan sudah diamankan dan sekarang kembali berulah.

Kapolres menghimbau agar masyarakat berhati-hati membeli bahan makanan basah atau sembako lain di pasar yang bisa diformalin.

“Seperti mi kuning, tahu, maupun kikil ini, perhatikan jika tidak ada lalat yang mendekati patut dicurigai, bisa jadi itu ada campuran mengandung formalin,” jelasnya.

Biasanya kalau daging, ikan, ayam biasnya dagingnya masih merah, kalau ayam masih putih. Bila perlu, saran Kapolres, beli ayam atau daging yang masih segar.

Menurutnya, harga daging yang berformalin biasanya dijual lebih murah dari daging yang normal seperti biasanya.

Sementara Tersangka Eva Yusnita mengaku baru beberapa waktu terakhir melakukan penjualan kikil formalin .

“Sehari bisa laku 20-50 kg kikil per hari. Dengan harga Rp 24 ribu per kilogram,” jelas Eva Yusnita.

Tersangka mengaku ia jualan kikil mengandung formalin hasil olahannya hanya di jual di Pasar Satelit dan Pasar Inpres Lubuklinggau belum diedarkan ditempat lain.

Tersangka juga merupakan Resedivis dengan kasus yang sama yang sebelum divonis Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Lubuklinggau Selasa, 21 April 2020 dengan dihukum delapan bulan penjara akibat menjual kikil formalin di Kota Lubuklinggau. Sebelumnya Yus pernah dibekuk Polisi Rabu 14 November 2019.(adi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *