Tersangka Kasus Disdik Segera Dilimpahkan

Tiga Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Musi Rawas (Mura) ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi kegiatan penguatan Kepala Sekolah Tahun Anggaran 2019, Senin (21/3/2022). Ketiga ASN tersebut Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Musi Rawas (Mura) inisial ID, mantan Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan inisial RI dan PPTK kegiatan inisial RM. Sebelum ditetapkan sebagai tersangka, ketiganya diperiksa 2,5 jam sebagai saksi oleh penyidik Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kajari) Lubuklinggau mulai pukul 10.00-12.30 WIB.

LIPOSSTREAMING.NEWS – Dalam waktu dekat penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Lubuklinggau akan melimpahkan berkas tiga tersangka dugaan korupsi kegiatan penguatan Kepala Sekolah Tahun Anggaran 2019, ke Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Tiga Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Musi Rawas (Mura) tersebut Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Musi Rawas (Mura) inisial ID, mantan Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan inisial RI dan PPTK kegiatan inisial RM.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Lubuklinggau Willy Ade Chaidir melalui Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Yuriza Antoni pada Senin (9/5/2022) membenarkan hal tersebut.

Kata dia, berkas ketiga tersangka dalam rangka tahap penyusunan dari penyidik dan dalam waktu dekat kita akan limpahkan ke JPU Kejari Lubuklinggau yang nantinya di periksa oleh pihak JPU.

Untuk diketahui, kegiatan penguatan kepala sekolah sudah dianggarkan melalui mekanisme APBD Pemda Musi Rawas Tahun 2019, dengan anggaran Rp 483.480.000. Namun, dengan alasan kurangnya biaya untuk diklat, akhirnya merujuk pada surat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), setelah dilakukan rapat internal pada Dinas Pendidikan Musi Rawas, menimbulkan tiga opsi pilihan agar kegiatan dapat berjalan lancar.

Opsi yang dipilih, kepala sekolah diwajibkan membayar iuran sebesar Rp 3 juta, dan iuran itu disetujui peserta diklat. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Hotel Hakmaz Taba dengan kurang lebih 283 peserta, terdiri dari kepala sekolah SD dan SMP Kabupaten Musi Rawas yang sudah membayar total iuran Rp 639 juta.

“Jadi total terkumpul untuk kegiatan tersebut sebesar Rp 1.122.480.000,” jelas Yuriza Antoni.

“Berdasarkan hitungan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) terdapat kerugian negara Rp 428.015.325 juta dalam kasus ini,” ungkap Yuriza.

Atas perbuatan ketiga tersangka masing-masing terancam Primair Pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 18 ayat (1) huruf b ayat (2), (3) UU No. 31 Tahun 19 sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHPidana dengan ancaman hukuman diatas lima tahun penjara. (adi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *