Penganiaya Pacar Dituntut 1,6 Tahun

Terdakwa - Rahadi alias Radi (27)

LIPOSSTREAMING.NEWS – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Lubuklinggau menuntut Terdakwa Rahadi alias Radi (27) dengan 1,6 tahun, Kamis (31/3/2022). Terdakwa yang merupakan warga disidangkan akibat diduga melakukan aniaya korban Yiyin Oktarina alias Yiyin (27) mengalami luka-luka.

Sidang dipimpin Ketua Majelis Hakim Verdian Martin didampingi Hakim Anggota Lina Safitri Tazili dan Amir Rizki Apriadi serta Panitera Pengganti (PP) Armen. Karena pandemi Covid-19, sidang diadakan dengan zoom meeting dan terdakwa berada Lapas Kelas IIA Lubuklinggau.

Dalam tuntutanya JPU Yesi Imelda SH menyatakan Menyatakan terdakwa Rahadi alias Radi terbukti melakukan Tindak Pidana Penganiayaan sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam dakwaan Dakwaan Pasal 351 Ayat (1) KUHPidana, sebagaimana dakwakan Tunggal.

Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara 1,6 tahun , dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan dengan perintah agar terdakwa tetap berada di dalam tahanan.

Yesi Imelda menegaskan yang memberatkan perbuatan terdakwa meresahkan masyarakat. Sementara yang meringankan, terdakwa jujur dan berterus terang dalam persidangan.

Ketua Majelis Hakim Verdian Martin lalu bertanya kepada terdakwa atas tuntutan tersebut. Terdakwa secara lisan memohon keringanan kepada Hakim Ketua. Terdakwa menyesal dan janji tak akan mengulangi perbuatannya itu.

Sementara JPU saat ditanya hakim tetap pada tuntutan. Maka Hakim Ketua menunda sidang satu Minggu kedepan dengan agenda putusan.

Kronologis terdakwa disidangkan Terdakwa Rahadi disidangkan setelah ditangkap Senin 13 Desember 2021 sekira pukul 15.00 WIB
di Gang Bangau RT 01, Kelurahan Bandung Ujung, Kecamatan Lubuklinggau Barat 1.

Awalnya, terdakwa pergi ke rumah Hamida mengambil uang cabai Rp 50 ribu. Setelah mengambil uang cabai, terdakwa pergi. Kemudian datanglah Yiyin Oktarina ke rumah Hamida untuk menagih uang cabai Rp 50 ribu.

Hamida alias Ida mengatakan bahwa uang cabai telah diambil oleh terdakwa, lalu Hamida menelepon terdakwa “Balekelah duit Yiyin tuh.”

Lalu terdakwa ke rumah Hamida dan marah-marah dan memukul kepala bagian depan Yiyin Oktarina dengan helm sekali. Lalu terdakwa keluar rumah membawa sepeda motor milik Yiyin Oktarina. Melihat itu Yiyin berteriak “Tolong…tolong…”. Mendengar teriakan korban warga sekitar mengamankan sepeda motor milik korban.

Kemudian terdakwa pulang ke rumahnya dengan berjalan kaki. Selain itu, 12 Desember 2021 sekitar pukul 15.00 WIB ternyata terdakwa juga sudah menganiaya korban di kontrakan korban, Jalan Bangau Kelurahan Bandung Ujung. Mulanya, terdakwa datang kekontrakan korban sambil marah-marah membawa dua senjata tajam dengan berkata “Mati kau”.

Terdakwa lalu memukul korban dengan helm di kepala belakang sekali. Lalu terdakwa pulang ke rumahnya. Akibatnya, berdasarkan hasil visum di RSUD Dr Sobirin, korban mengalami luka robek tangan kiri, luka di dahi sebelah kiri hingga bengkak kebiruan.

Maka terdakwa dikenakan Pasal 351 Ayat(1) KUHPidana. Majelis Hakim PN Lubuklinggau Ferdian Martin menanyakan kepada terdakwa atas dakwaan tersebut, terdakwa nyatakan terima. (adi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *