Tangkap Penambang Emas Ilegal di Muratara

Lokasi penangkapan Jefriansyah Putra (21) di kaki bukit Bintang Timur Mas (BTM) Desa Suka Menang, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Muratara, Senin (21/3/2022) sekira pukul 17.00 WIB.

LIPOSSTREAMING.NEWS– Anggota Unit Pidana Khusus (Pidsus) Sat Reskrim Polres Muratara menangkap penambang emas ilegal di Kecamatan Karang Jaya.

Tersangka yakni Jefriansyah Putra (21) warga Dusun III Desa Rantau Jaya, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Muratara. Ia ditangkap di kaki bukit Bintang Timur Mas (BTM) Desa Suka Menang, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Muratara, Senin (21/3/2022) sekira pukul 17.00 WIB.

Kapolres Muratara, AKBP Ferly Rosa Putra, melalui Kasat Reskrim, AKP Toni Saputra didampingi Kasi Humas, AKP Rahmad Kusnedi membenarkan kabar penangkapan tersebut.
Hasil interograsi awal terhadap tersangka bahwa sudah melakukan aktifitas penambangan dengan tujuan mencari emas tersebut seminggu ini di Desa Suka Menang, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Muratara.

Dengan sistem bagi hasil dengan rincian 50% inisial L (bos) dan 50% para penambang. Saat penangkapan di lokasi, tersangka berjumlah empat orang yang mana dua orang yang merupakan warga Desa Sukamenang satu orang yang merupakan warga asli Provinsi Jawa berhasil melarikan diri dan dalam pengejaran.
Dalam kegiatan pertambangan emas ilegal tersebut dilakukan secara bersama-sama dan saling berbagi peran.

Bos dalam tambang tersebut pelaku L (DPO) sekaligus pemilik lahan tersebut masih dalam pengejaran Tim Beruang Sat Reskrim Polres Muratara. Untuk tersangka berserta barang bukti diamankan ke Polres Muratara untuk diproses melalui jalur hukum yang berlaku.

Barang bukti yang berhasil diamankan satu unit mesin dompeng penghisap air dari sungai ke tanah, tiga buah dulang dua selang tembak ukuran dua inchi. Kemudian satu potong pipa paralon, satu lembar karpet penyaring, dan satu botol air raksa.

Atas perbuatan tersangka diancam pidana penjara paling lama lima tahun dan denda paling banyak Rp 100 miliar sebagaimana dimaksud dalam rumusan Pasal 158 UU RI No. 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara dengan ancaman hukuman 5 tahun. (adi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *