Pemilik Lahan Tambang Emas Ilegal Dihukum Berat

SIDANG - Para terdakwa yang terlibat kasus penambangan emas ilegal menjalani sidang agenda putusan secara virtual di Lapas Kelas IIB Surulangun, Selasa (10/5/2022).

LIPOSSTREAMING.NEWS – Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Lubuklinggau menjatuhkan hukuman berbeda kepada tujuh terdakwa kasus penambangan emas ilegal, Selasa (10/5/2022).

Rinciannya, Dion Yudian Gusprianto divonis 1,4 tahun penjara. Lalu Endra Lesmana warga Dusun 8 KNPI, Desa Muara Tiku, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Muratara Nendi Santoso warga Damas Raya Padang Nofi Aprianto, M. Imron, Andri, dan Teguh Santoso warga Belitang OKU Timur masing-masing divonis 1,2 tahun penjara.

Vonis dijatuhkan, karena mereka terbukti melakukan penambangan emas ilegal di Dusun 8 KNPI, Desa Muara Tiku, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Muratara.

Sidang secara zoom meeting dipimpin Ketua Majelis Hakim Tyas Listiani dibantu Hakim Anggota Yulia Marhaena dan Lina Safitri Tazili serta Panitera Pengganti (PP) Marlinawati. Karena pandemi Covid-19, para terdakwa mengikuti sidang di Lapas Kelas IIB Surulangun.

Dalam amar putusannya Tyas Listiani SH menyatakan tujuh terdakwa telah terbukti secara sah menurut hukum bersalah melakukan tindak pidana penambangan emas tanpa izin yang dilakukan oleh ketujuh terdakwa dalam Pasal 158 jo Pasal 35 Undang-Undang RI Nomor 3 Tahun 2020 tentang perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara sebagaimana diubah dalam Pasal 39 Undang-Undang RI Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja jo pasal 55 KUHP.

Barang bukti berupa satu unit mesin dompeng 1,5 inch, mesin dompeng, karpet penyaring emas, pipa paralon, mesin genset, pipa besi ukuran 1 inch , alat dulang emas dirampas untuk dimusnahkan.

Tyas Listiani, SH menegaskan, yang memberatkan para terdakwa tidak memiliki izin melakukan tambang, dan perbuatan mereka meresahkan masyrakat karena air Sungai Rupit jadi keruh. Sedangkan yang meringankan terdakwa jujur dalam persidangan dan belum pernah dihukum.

Ketua Majelis Hakim Tyas Listiani lalu bertanya kepada terdakwa atas vonis tersebut. Terdakwa nyatakan terima. Sementara JPU saat ditanya hakim juga nyatakan terima.

Kronologis terdakwa disidangkan Terdakwa Dion Yudian Gusprianto bersama dengan Terdakwa Nendi Santoso, Nofi Aprianto, M. Imron, Andri , Teguh Santoso dan Endra Lesmana Senin 6 Desember 2021 sekira pukul 03.00 WIB melakukan penambangan emas ilegal di Dusun 8 KNPI, Desa Muara Tiku.

Mulanya Dion selaku pemilik lahan menawari Nendi Santoso, Nofi Aprianto, M. Imron, Andri , Teguh Santoso dan Endra Lesmana untuk melakukan penambangan emas.Lalu Nendi, Nofian,dan Andri menyetujui ajakan Dion.

Karena penambangan emas di lahan milik Dion tersebut membutuhkan lebih banyak orang, Nendi menghubungi M. Imron, Teguh Santoso dan Endra Lesmana untuk membantu penambangan.

Dion lalu menyiapkan alat-alat yang akan dipergunakan untuk melakukan penambangan emas. Seperti mesin dompeng ukuran pipa 1,5 inch untuk menghisap air dari dalam sungai dan disemprotkan ke lahan yang akan ditambang.

Ada juga mesin dompeng ukuran pipa 5 inch untuk menghisap pasir/tanah yang berisi emas dan mengalirkan pasir/tanah ke box penyaringan.

Dion juga menyiapkan sebuah karpet penyaring emas, mesin genset, pipa besi berukuran 1 inch, pipa paralon, alat pendulang emas dan air raksa.

Setelah semua alat siap, Endra mengoperasikan mesin dompeng untuk menghisap air dari sungai dan menyemprotkan air ke lahan yang akan ditambang.Sementara Nendi dan Nofi mengarahkan semprotan air yang telah dihisap ke batuan,tanah dan pasir yang akan disemprot.

Setelah itu Imron dan Teguh memisahkan batuan-batuan, tanah serta pasir yang berisi emas dengan batuan-batuan, tanah dan pasir yang tidak berisi emas dan mengalirkan batuan, tanah dan pasir yang berisi emas ke box/kotak penyaringan.

Setelah batuan, tanah dan pasir yang berisi emas dialirkan ke kotak penyaringan, Andri mendulang batuan, tanah dan pasir yang berisi emas menggunakan seuah alat pendulang emas dan air raksa untuk memisahkan emas yang terkandung di dalam batuan, tanah dan pasir.

Sehingga emas murni terpisah denga batuan, tanah dan pasir.Lalu Dion mengumpulkan emas-emas tersebut dan menjualnya ke tempat penampungan emas di Desa Muara Tiku, Kecamatam Karang Jaya, Kabupaten Muratara.

Mereka sudah delapan kali melakukan penambangan emas ilegal. Penambangan pertama, masing-masing terdakwa dapat bagian Rp 1 juta.

Penambangan kedua Dion dapat Rp 14 juta. Sementara Nendi, Nofi, Imron, Andri, Teguh dan Endra masing-masing dapat bagian Rp 2 juta. Penambangan ketiga Dion dapat Rp 10.800.000. Sementara Nendi, Nofi, Imron, Andri, Teguh dan Endra masing-masing mendapat bagian sebesar Rp 1,8 juta. (adi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *