Pemerkosa Anak Tiri Diganjar 15 Tahun Penjara

Terdakwa Suyetno (39)

LIPOSSTREAMING.NEWS – Majelis Hakim Pengadilan Negeri ( PN) Lubuklinggau menjatuhkan hukuman 15 tahun penjara, denda Rp 300 juta, subsider sebulan terhadap Terdakwa Suyetno (39), Rabu (2/3/2022).

Pedagang yang tinggal di Kecamatan Tugumulyo, Kabupaten Musi Rawas (Mura) ini disidangkan karena diduga menyetubuhi anak tiri yang masih SD inisial Bunga (11).

Sidang secara tertutup via zoom meeting ini dipimpin Ketua
Majelis Hakim Yulia Marhaena didampingi Hakim Anggota Tyas
Listiani dan Amir Rizki Apriadi serta Panitera Pengganti (PP) Alkautsar Dwi Adha. Sementara terdakwa mengikuti sidang di Lapas Kelas IIA Lubuklinggau.

Ketua Majelis Hakim Yulia Marhaena dalam dakwaannya terdakwa terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan telah melakukan tindak pidana melakukan ancaman kekerasan memaksa anak melakukan persetubuhan dengannya sebagaimana yang diatur dan diancam pidana dalam dakwaan Pasal 81 ayat (1) Jo Pasal 76D UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 Tahun 2022 tentang Perlindungan Anak.

Menjatuhkan pidana penjara terhadap Terdakwa Suyetno dengan pidana penjara 15 tahun, denda Rp 300 juta, subsider satu bulan dikurangi selama terdakwa dalam masa tahanan dengan perintah tetap ditahan.

Yulia Marhaena menegaskan yang memberatkan, perbuatan terdakwa meresahkan masyarakat, perbuatan terdakwa merusak masa depan korban, dan tidak ada perdamaian, korban adalah anak tiri terdakwa.

Sedangkan hal-hal yang meringankan terdakwa mengakui dan menyesali perbuatannya dan terdakwa belum pernah dihukum.

Ketua Majelis Hakim Yulia Marhaena lalu bertanya kepada terdakwa atas vonis tersebut. Terdakwa nyatakan pikir-pikir. Sementara
JPU juga nyatakan pikir-pikir.

Koronologis terdakwa disidangkan mengatakan perbuatan terdakwa terungkap setelah dilaporkan ibu kandung korban Senin (11/10) sekira pukul 11.00 WIB.

Mulanya ibu korban mengajak putrinya visum ke RS Muara Beliti. Hasil Visum Et Revertum di RS Muara Beliti itulah yang jadi dasarnya melaporkan suami keduanya. Setelah diamankan, dalam interogasi, terdakwa mengatakan, pertama kali memperkosa korban Mei 2018.

Saat itu, ibu korban sedang berdagang. Sedangkan terdakwa melihat korban main di depan rumahnya. Tiba-tiba korban jatuh dari
sepeda, kemudian dibantu terdakwa ke kamar. Karena kaki korban keseleo, terdakwa membantu korban untuk
mengurut kaki korban.

Saat mengurut kaki terdakwa, terdakwa tak sengaja menyenggol daerah
sensitif korban. Saat itulah timbul niat jahat tersangka untuk mensetubuhi korban. Korban tak berani teriak, karena terdakwa mengancam korban. Usai memuaskan nafsunya terdakwa kembali mengancam akan membunuh korban jika sampai ada orang lain tahu. Kejadian itu terus dilakukan terdakwa terhadap korban.

Salah satunya Mei 2021. Karena sudah tak kuat, Minggu (10/10) sekira pukul 20.00 WIB saat terdakwa tak di rumah, korban cerita kepada ibunya bahwa ia ingin jadi Polwan, agar bisa menangkap ayah tirinya.
Ibu korban yang heran lalu bertanya, “Mengapa ingin
nangkap bapakmu?”

“Karena saya dendam. Dia menyetubuhi saya!” jawab korban.
Ibu korban yang terkejut langsung meminta sang anak cerita tentang apa yang menimpanya.
Lalu mereka melakukan visum ke RS Muara Beliti, dan
hasilnya positif ada robekan di vagina. Sejak itulah ibu korban melaporkan kejadian ke SPKT Polres Mura. Polisi yang menerima laporan langsung meringkus terdakwa di rumahnya tanpa perlawanan.

Saat diperiksa Polisi, korban mengungkapkan selama tiga tahun sudah lima kali terdakwa menyetubuhinya dengan tempat yang sama
yakni kamar korban. Aksi itu dilakukan saat ibu korban keluar rumah. (adi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *