Otak Pembegalan 7 TKP Wilayah Palembang Ternyata Warga Linggau

Nopri, Ari, dan Rona yang masuk komplotan begal
Tersangka Nopri, Ari, dan Rona yang masuk komplotan begal diamankan Tim Reskrim Polsek Talang Kelapa, Jumat (24/6/2022).

LIPOSSTREAMING.NEWS – Unit Reskrim Polsek Talang Kelapa meringkus tiga tersangka pembegalan (perampokan) yang sudah meresahkan di Kecamatan Talang Kelapa, Kota Palembang, Jumat (24/6/2022). Ketiganya yakni Nopri (22), warga Kota Lubuklinggau, M Ari Saputra (27), warga perumahan Azhar, Kelurahan Tanah Mas, Banyuasin dan Dian Rona Purnomo (26), warga Palembang.

“Ketiga pelaku ini komplotan begal yang sangat meresahkan di wilayah Talang Kelapa, ” jelas Kapolres Banyuasin AKBP Imam Syafii SIK melalui Kapolsek Talang Kelapa Kompol Sigit Agung Susilo SH SIK, Rabu 29/6/2022). Setidaknya, kata Sigit, ada tujuh tempat kejadian perkara yang dilakukan oleh tiga tersangka tersebut.

Di antaranya pernah beraksi di Simpang Lorong Tanah Mas, Desa Pangkalan Benteng, Jl Sangkiong Tanah Mas. “Aksinya mencuri sepeda motor dan juga ada perhiasan emas. Mencuri pakai kunci letter T, serta juga pakai kekerasan dengan sajam,” terang Sigit didampingi Panit 1 Reskrim Ipda Alvin Adam Armita Siahaan. Salah satu korban adalah Sri Yuniari, warga Kompleks Tanah Mas, Kelurahan Tanah Mas, Kecamatan Talang Kelapa, Banyuasin pada 2 Maret 2022. “Korban waktu itu hendak pulang dari pasar, dan dipepet oleh ketiga pelaku,” ungkapnya.

Setelah itu tersangka menabrak sepeda motor korban sampai terjatuh, tapi korban melawan. “Tersangka akhirnya memukul korban pakai kayu gelam, hingga mengalami luka luka,” terangnya. Para tersangka ini berhasil menggondol uang Rp 5 juta, Hp, perak 500 gram, emas 1 gram dan surat berharga lainnya.

“Tersangka Ari diringkus di Kabupaten Ogan Ilir, dan dikembangkan kemudian dua tersangka lainnya juga diamankan,” ungkapnya. Karena mencoba melakukan perlawanan, Tersangka Ari dan Dian diberikan tindakan tegas terukur setelah sebelumnya diberikan tembakan peringatan. Sigit menambahkan, Tersangka Ari ini merupakan residivis kasus pembunuhan pasutri yang sempat heboh beberapa tahun lalu yang baru bebas tiga bulan lalu.

Sementara itu, Tersangka Nopri otak komplotan, mengaku dalam aksinya mereka memantau dan melihat kondisi saat sepi. “Bila ada yang melintas sendirian terutama perempuan langsung kami beraksi (begal,red). Kami pernah dapat emas dan motor, kami jual dapat Rp 9 juta,” akunya. Rekannya Ari mendapatkan jatah Rp 1,5 juta sedangkan Dian Rp 2 juta.

“Aku Rp 3 juta, karena sebelum beraksi mereka aku buat mabuk dulu sehingga mereka tidak tahu,” jelasnya. Uang hasil mereka beraksi digunakan untuk foya-foya. Tersangka Ari mengakui akan bertaubat usai ditangkap polisi atas kasus begal tersebut.

“Taubat pak, saya baru keluar tiga bulan,” katanya. Ia sendiri menjalani masa hukuman penjara atas kasus 365 KUHP selama enam tahun. “Waktu itu saya pakai bambu, kawan saya pakai parang, ” jelasnya. (SEG)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *